Taliban Ubah Kehidupan, Warga: Saya Hidup dan Bernapas, Tapi Tanpa Tujuan

Siswanto, BBC

Sabtu, 06 November 2021 | 14:05 WIB
Taliban Ubah Kehidupan, Warga: Saya Hidup dan Bernapas, Tapi Tanpa Tujuan
BBC

Suara.com - Perebutan kekuasaan secara tiba-tiba oleh kelompok militan Taliban di Afghanistan telah menjungkirbalikkan kehidupan di seluruh negeri.

Ketika seorang jurnalis baru-baru ini meminta warga Afghanistan untuk menggambarkan pekerjaan mereka sebelum dan sesudah perubahan itu, tanggapan yang kuat menunjukkan berapa banyak yang berurusan dengan keadaan yang berubah secara radikal.

BBC telah berbicara dengan beberapa dari mereka - dari pekerja kantoran hingga aktivis - yang ingin berbagi cerita mereka.

Ahmed: Hidup lebih sulit bagiku

Ahmed bekerja sebagai manajer kantor di sebuah perusahaan swasta Afghanistan sebelum Taliban merebut kekuasaan. Dia telah bekerja di sana sejak September 2019.

"Ini adalah saat tepat bagi saya karena saya bekerja dan mendukung saudara perempuan saya yang masih kuliah dan sekolah," katanya kepada BBC.

Baca juga:

"Saya mendapat gaji yang bagus saat itu dan itu hampir cukup menghidupi keluarga saya, juga karena saya menabung dan mengirim makanan ke rumah."

"Saya punya banyak teman di tempat kerja dan mereka semua kehilangan pekerjaan dan menjadi pengangguran," tambahnya.

"Tapi sekarang hidup lebih sulit bagi saya, terutama untuk keluarga saya, karena tidak ada pekerjaan untuk orang-orang di sini dan tidak ada cara untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarga."

baca juga

Ahmed adalah anak laki-laki satu-satunya dan anak tertua di keluarganya. Ayahnya, yang berusia sekitar 60 tahun, tidak dapat bekerja lantaran usianya dan masalah pada lututnya.

"Itu membuat saya merasa lebih bertanggung jawab," ujarnya, seraya menambahkan bahwa harga makanan setiap hari semakin meningkat.

"Situasi ini membosankan bagi kami setiap hari."

Zahra: Hidup saat ini bukanlah kehidupan

Zahra tengah belajar di universitas tepat sebelum pengambilalihan Taliban dan sejauh ini belum dapat melanjutkan kelasnya.

"Periode sempurna dalam hidup saya adalah ketika saya masih mahasiswa kedokteran," katanya.

"Saya mencoba selama dua tahun guna meraih nilai impian saya dalam ujian pendaftaran universitas dan hal itu sepadan.

"Hidup sekarang bukanlah kehidupan. Saya hidup dan bernapas, tapi tanpa tujuan. Ini bukanlah kehidupan yang saya impikan ketika saya masih sekolah dan bersiap-siap untuk ujian masuk universitas.

"Saya jatuh cinta dengan belajar bersama teman-teman saya dan saya sangat merindukan menjadi mahasiswa," katanya.

Baca juga:

Zahra mengatakan sebagian besar waktunya kini dihabiskan di rumah dan dia rindu bisa keluar rumah "tanpa ragu-ragu".

"Saya bekerja untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya dan belajar hal-hal baru dari buku, tapi sayangnya situasinya menyedihkan.

"Barangkali kita akan kembali ke kampus kita suatu saat nanti," tambahnya.

Sana: Saya harap ini adalah mimpi buruk

Sana terlibat dalam aktivisme hak-hak perempuan di Afghanistan.

"Sebelum Taliban datang, kami kehilangan banyak hak kami, tetapi kami senang karena kami memiliki kebebasan," katanya.

"Kita bisa belajar, bekerja, pergi keluar dengan teman-teman kita, duduk bersama, berdebat dan tertawa."

"Kami senang memperjuangkan hak-hak kami bersama... kami mencoba mengubah undang-undang tetapi tiba-tiba semuanya berubah dan kami kabur dari tanah air kami."

Dia saat ini tinggal di Iran dan memiliki visa untuk Jerman, tetapi dia belum memutuskan untuk pergi.

"Saya harap ini seperti mimpi buruk dan saya bangun dan segera pulang ke rumah. Sulit bagi saya untuk jauh dari tanah air saya," katanya.

"Sulit bagi saya untuk kehilangan semua yang kami buat. Saya secara fisik hidup, tetapi saya merindukan keluarga dan rumah saya. Saya merindukan rakyat saya, bahasa saya, upaya yang sudah kami lakukan.

"Saya telah bermigrasi tetapi jiwa saya tertinggal di Afghanistan dan terluka."

Sayed: Semuanya berantakan begitu cepat

Sayed bekerja sebagai jurnalis dan pembawa acara berita di salah satu media terbesar di Afghanistan.

"Saya merindukan kehidupan profesional saya sebagai jurnalis, dan semua mimpi yang saya miliki untuk maju dalam karir profesional saya. Saya merasa hancur untuk mengingat saat-saat sekarang," katanya.

Sayed bekerja pada hari ketika Taliban menguasai Kabul dan pada sore itu segalanya telah berubah.

Baca juga:

"Kantor kami hampir kosong, semua staf perempuan meninggalkan kantor dan tim teknis kami telah mengganti pakaiannya dengan pakaian orang biasa."

Sayed berada di AS dan mencari suaka sebagai pengungsi. Keluarganya tetap di Afghanistan.

"Perjalanan dan pengorbanan selama 20 tahun semuanya berantakan dan semuanya hancur, termasuk harapan dan impian saya, dalam hitungan jam," ungkapnya.

"Semuanya berantakan begitu cepat, saya masih tidak percaya.

"Kehidupan sekarang sulit karena berada jauh dari orang-orang yang saya cintai di lingkungan yang sama sekali berbeda, di mana saya dapat menghilangkan trauma, yang lebih mudah diucapkan daripada dilakukan."

Semua nama telah diubah demi melindungi identitas para kontributor.


Anda mungkin juga tertarik:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

Dulu Kontraktor Kini 'Gelandangan', Kisah Jafar Ali Setahun Bertahan di Trotoar Depan UNHCR

News | Jum'at, 03 Juli 2026 | 16:32 WIB

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Penebusan Dosa Masa Lalu dalam Novel The Kite Runner Karya Khaled Hosseini

Your Say | Minggu, 07 Juni 2026 | 19:20 WIB

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

76 Tahun AS Berperang: Triliunan Dolar Habis, Jutaan Nyawa Melayang, Perang Iran yang Termahal

News | Rabu, 29 April 2026 | 08:38 WIB

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

Update Perang Pakistan vs Afghanistan: BBM Langka, 160 Ribu Warga Terancam Kelaparan

News | Selasa, 10 Maret 2026 | 20:01 WIB

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

Biang Kerok Perang Pakistan vs Afghanistan, Tehreek-e-Taliban Pakistan Didanai Siapa?

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 21:49 WIB

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

Kenapa Pakistan Deklarasikan Perang ke Afghanistan? Ini 5 Faktanya

News | Sabtu, 28 Februari 2026 | 16:43 WIB

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

Pakistan Bombardir Kabul, Konflik dengan Afghanistan Memasuki Fase Perang Terbuka

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 15:04 WIB

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

Perang! Pakistan Klaim Serangannya Menewaskan 133 Tentara Afghanistan

News | Jum'at, 27 Februari 2026 | 12:53 WIB

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

Pesawat Pakistan Serang Afghanistan, Taliban Siapkan Serangan Balasan

News | Senin, 23 Februari 2026 | 12:08 WIB

Serangan Udara Picu Eskalasi Konflik Afghanistan-Pakistan: Puluhan Tewas, Rusia Merespon!

Serangan Udara Picu Eskalasi Konflik Afghanistan-Pakistan: Puluhan Tewas, Rusia Merespon!

News | Selasa, 14 Oktober 2025 | 16:46 WIB

Terkini

Detail Tuduhan 'Manipulasi' Bisnis Manchester City Hingga Ancaman Denda Rp2 Triliun

Detail Tuduhan 'Manipulasi' Bisnis Manchester City Hingga Ancaman Denda Rp2 Triliun

Bisnis | Minggu, 27 September 2026 | 13:48 WIB

Parfum Aroma Ylang-Ylang Seperti Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Segar dan Awet

Parfum Aroma Ylang-Ylang Seperti Apa? Ini 5 Rekomendasinya yang Segar dan Awet

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:40 WIB

Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga

Bayi Dua Hari Ditinggalkan dalam Kardus, Tangisnya Bongkar Misteri di Depan Rumah Warga

Jabar | Minggu, 27 September 2026 | 13:36 WIB

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

Bawa Kardus Kuning di Stasiun Tanah Abang, 2 Orang Bandar Narkotika Diciduk Polisi

News | Minggu, 27 September 2026 | 13:34 WIB

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Melampaui DNA Salmon: Mengenal DNA Ikan Trout, Tren Baru Rahasia Kulit Glowing Minim 'Downtime'

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:32 WIB

9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu

9 Bedak Padat dan Tabur Terbaik di Indomaret di Bawah 50 Ribu

Lifestyle | Minggu, 27 September 2026 | 13:25 WIB

15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke

15 Kode Redeem FF Terbaru 27 September 2026, Lengkap Trik Jitu Dapatkan Bundle Sasuke

Tekno | Minggu, 27 September 2026 | 13:23 WIB

5 Brightening Moisturizer di Bawah 50 Ribu, Wajah Kusam Jadi Lebih Glowing!

5 Brightening Moisturizer di Bawah 50 Ribu, Wajah Kusam Jadi Lebih Glowing!

Your Say | Minggu, 27 September 2026 | 13:20 WIB

Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter

Harga Bensin Eceran di Gorontalo Utara Naik Ugal-ugalan Rp16.650 per Liter

Sulsel | Minggu, 27 September 2026 | 13:19 WIB

MBG Bumil dan Balita Harus Diawasi dari Pemilihan Bahan hingga Dikonsumsi

MBG Bumil dan Balita Harus Diawasi dari Pemilihan Bahan hingga Dikonsumsi

News | Minggu, 27 September 2026 | 13:18 WIB

×