Ketua Seruni Serukan Lawan Imperialisme di Tiap Negara Termasuk Indonesia

Agung Sandy Lesmana, Mohammad Fadil Djailani

Minggu, 07 November 2021 | 15:40 WIB
Ketua Seruni Serukan Lawan Imperialisme di Tiap Negara Termasuk Indonesia
Ketua Seruni Serukan Lawan Imperialisme di Tiap Negara Termasuk Indonesia. Ketua Seruni, Helda Khasmy saat ikut berunjuk rasa bersama aktivis lingkungan hidup di KTT COP26, Glasgow. (dok. Seruni).

Suara.com - Ketua Serikat Perempuan Indonesia (Seruni), Helda Khasmy mengatakan sejak revolusi industri Inggris pada 1770, kaum kapitalis dengan kapitalismenya menjadi corong bagi peradaban dalam menaklukan alam. Menurutnya, hingga akhir abad ke-19, bukan hanya alam yang ingin ditaklukkan dan dihancurkan di bawah kapitalisme, tetapi semua negara dan rakyat yang lemah pun ingin ditundukkan dan dijajah.

"Pada awal abad ke-20 sistem kapitalisme telah mati, terus membusuk dan karena itu yang tersisa sekarang adalah imperialisme," kata Helda dalam keterangan persnya, Minggu (7/11/2021).

Dia bilang kerusakan alam dan manusia di bawah monopoli kapitalisme berlangsung cepat dan tidak pernah terlihat sebelumnya. Termasuk alam yang rusak karena perang dunia 1 dan perang dunia 2 sebagai dampak radiasi nuklir yang tidak sebanding dengan pencemaran karbon dan metana — negosiasi soal itu saat ini sengaja dibuat berlarut-larut.

Dirinya juga bilang imperialisme memaksa warga Indonesia hidup di bawah sistem semi-koloni dan semi-feodal.  Kekuatan imperialisme membentuk 1% (orang kaya), (sistem) membuat kita jadi kaki tangan dan mendukung mereka mendapatkan 46% tanah dan modal terbaik negara kepulauan terbesar di dunia.

"Yang pada akhirnya, banyak dari kita miskin akibat krisis berkepanjangan dan yang akan terus memburuk," katanya.

"Kita juga jadi salah satu negara yang paling terancam oleh perubahan iklim, tapi juga jadi harapan untuk menangani perubahan iklim karena jumlah penduduk serta adanya hutan tropis, lahan gambut dan rawa-rawa," tambahnya.

Helda yang juga hadir dalam acara Konferensi Perubahan Iklim PBB ke-26 (COP 26 UNFCCC) di Glasgow, Skotlandia, United Kingdom beberapa waktu lalu, di mana Presiden Joko Widodo juga hadir secara lantang menyuarakan hal ini.

"Kami datang ke sini untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan pada manusia dan alam yang telah Anda buat selama ratusan tahun. Berkat keringat dan darah nenek moyang sampai anak cucu kami,  AS, Eropa sampai Jepang dapat jadi negara adidaya, sementara kami selalu tersiksa," katanya.

Dia bilang dirinya datang untuk menuntut hak yang telah dirampas, alam yang sudah hilang dan petani kami hidup hanya dengan 50 ribu sehari.

baca juga

"Dulu kalian mengajarkan kami untuk memakai batu bara saat kami cuma pakai kayu bakar. Kalian meminta kami memasak dengan kompor minyak saat kami memakai kayu bakar. Anda meminta kami untuk berhenti menggunakan minyak tanah untuk memasak dan beralih ke gas, Anda meminta pemerintah kami mencabut subsidi bahan bakar minyak. Gas yang kalian bawa itu mengandung metana. Apa lagi yang harus kami bakar utk masak, menyalakan mesin mobil dan speda motor — yang gas nya juga kalian ekspor," pungkasnya.  

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pidato Presiden Jokowi di KTT COP26, FPR Sebut 'Tuan Tanah dan Borjuis Besar'

Pidato Presiden Jokowi di KTT COP26, FPR Sebut 'Tuan Tanah dan Borjuis Besar'

Bekaci | Minggu, 07 November 2021 | 12:10 WIB

Soroti Pidato di KTT COP26, FPR Sebut Jokowi Tak Malu Mengemis ke Imperialis

Soroti Pidato di KTT COP26, FPR Sebut Jokowi Tak Malu Mengemis ke Imperialis

News | Minggu, 07 November 2021 | 11:26 WIB

Tuntut Keadilan Iklim ke Jokowi, Aliansi Sipil Gelar Sidang Tandingan KTT COP 26

Tuntut Keadilan Iklim ke Jokowi, Aliansi Sipil Gelar Sidang Tandingan KTT COP 26

News | Jum'at, 05 November 2021 | 16:41 WIB

Respons Sikap Jokowi di KTT COP26, Seruni: Promosi Palsu, Rakyat Tuntut Keadilan Iklim

Respons Sikap Jokowi di KTT COP26, Seruni: Promosi Palsu, Rakyat Tuntut Keadilan Iklim

News | Kamis, 04 November 2021 | 20:57 WIB

Terkini

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Membangun Desa dari Manusianya: Kisah Bli Nyoman dan Desa Sejahtera Astra Les

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:25 WIB

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Horor Digital di Kampus Surabaya: Saat AI Disalahgunakan untuk 'Menelanjangi' Harga Diri Mahasiswi

Jatim | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:24 WIB

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Standar Baru Industri Mobil Bekas Focus Motor Hadir di Kawasan Bintaro

Otomotif | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:15 WIB

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

Bukan Honor Nyanyi! Bebizie Terima Aliran Uang Tambang Terkait Kasus Rita Widyasari

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 16:04 WIB

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Hornet Diminta Dihapus dari App Store dan Play Store, Komdigi Ungkap Masalahnya

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Jangan Asal Timpa, Dokter Ungkap Cara Re-apply Saat Pakai Tinted Sunscreen

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:54 WIB

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Menelisik Garam Palungan Desa Les: Saat Warisan Leluhur Bertahan di Tengah Modernisasi

Your Say | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:50 WIB

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Sinyal HP Tumbang, 200 BTS Rusak: Begini Update Gempa NTT

Tekno | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:42 WIB

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

Data Sering Nyangkut, DPRD DKI Minta Mekanisme Sanggah Manual untuk Desil Warga

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:40 WIB

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Cara Pakai Tinted Sunscreen Yang Benar Ala dr Zie Untuk Samarkan Flek Hitam

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 15:28 WIB

×