Penipuan Asmara Online: Saya Serahkan Rp5,8 Miliar kepada Pria

Siswanto | BBC | Suara.com

Selasa, 09 November 2021 | 15:53 WIB
Penipuan Asmara Online: Saya Serahkan Rp5,8 Miliar kepada Pria
BBC

Suara.com - Nama-nama di tulisan ini diubah untuk melindungi identitas.

Pada Mei 2019, Sophia* mulai berkomunikasi dengan Aaron* melalui situs kencan.

Sophia berangan-angan berumah tangga dan menikah. Aaron mengatakan hal serupa. Keduanya berbicara lebih dalam, dan hubungan mereka berjalan cepat.

Sophia tidak pernah menduga di kemudian hari, dia tidak hanya gagal punya pasangan tetapi juga menanggung utang 300.000 (sekitar Rp5,8 miliar), setelah menyerahkan uang kepada pria yang dikenalnya.

Ia menceritakan pengalamannya itu kepada BBC Asian Network di Inggris, dan mengatakan ia adalah korban "penipuan asmara", dan menghendaki aplikasi kencan menempuh langkah lebih ketat untuk mencegah praktik itu.

'Kredit rumah palsu'

Sophia, dan lelaki yang dianggapnya sebagai pasangannya itu, mulai membicarakan rencana membeli rumah bersama - sekali pun belum pernah bertemu langsung.

Melihat ke belakang, Sophia merasa ia diberitahu "banyak kebohongan" tentang masa depan mereka.

Dikatakannya pria itu membuat dokumen kredit rumah palsu dan surat elektronik palsu dari pengacara. Ia menjual mimpi, dan pada dasarnya Sophia percaya saja.

Sophia mengirim uang dalam jumlah besar kepada Aaron sebagaimana diminta sebagai bagian dari rencana masa depan untuk membeli rumah.

"Saya mengambil kredit dan menarik tabungan yang totalnya sekitar 50.000-60.000.

"Lalu saya meminjam uang banyak dari keluarga dan teman-teman."

Secara keseluruhan, Sophia mengaku telah mengirim sekitar 300.000 (sekitar Rp5,8 miliar) kepada pria tersebut.

Baca juga:

Sophia bukanlah korban penipuan asmara satu-satunya di Inggris.

Menurut UK Finance, asosiasi sektor perbankan dan keuangan Inggris, terjadi 20% peningkatan transfer bank yang ada kaitannya dengan penipuan asmara antara 2019 hingga 2020.

Ketika si pria meminta lagi uang 50.000 (setara dengan Rp967 juta), Sophia memutuskan untuk mempertanyakan hal yang dialaminya.

Ia menghubungi bank yang ia yakini menyimpan rekening bersama atas namanya dan atas nama Aaron. Bank memberitahu nama Sophia tidak tercantum di rekening.

"Saya merasa tanah yang saya pijak ambles. Saya tidak percaya. Saya merasa bagai mengalami mimpi buruk sekali," ungkapnya.

"Kita melihat ada cerita, membaca cerita, kita mendengar cerita orang lain, tapi kita merasa kita tidak akan mengalaminya.

"Tapi itu benar-benar terjadi, karena adanya siksaan emosional yang tidak kita sadari bahwa kita sedang mengalaminya."

'Hubungi polisi'

Sophia mulai menyelidiki pria yang dianggap sebagai pasangannya ini, dan mencari tahu apakah ia benar-benar bekerja di tempat yang ia ceritakan.

"Mereka mengatakan tak ada nama itu yang bekerja di sini.

"Sebenarnya pegawai bank Barclays lah yang mengatakan, 'Anda harus mengakhiri percakapan ini dan segera menghubungi polisi'."

Dan itulah yang dilakukan Sophia. Kepolisian Thames Valley yang mencakup wilayah tempat tinggal Sophia, mengatakan kepada BBC pihaknya melakukan penyelidikan dugaan penipuan asmara.

Kasus itu dilaporkan ke kepolisian melalui skema rujukan dari Action Fraud pada Januari 2020.

Hingga kini belum ada orang yang ditangkap, tetapi proses penyelidikan masih berlangsung.

Kepolisian tidak membantah dan tidak pula mengukuhkan identitas terduga maupun korban dalam kasus ini.

Dua tahun kemudian, Sophia merasa berada dalam kondisi jauh lebih baik.

Kajian baru-baru ini yang dilakukan ombudsman keuangan memihak orang seperti Sophia.

Artinya, berdasarkan kode Contingent Reimbursement Model [CRM] Sophia adalah korban dari hal yang disebut authorised push scam atau penipuan transfer dana, sehingga bank secara hukum diwajibkan mengganti uang Sophia.

Proses mengembalikan uang dari bank tidak mudah bagi Sophia.

"Mereka dengan cepat menolak saya dan mengecilkan hati saya dan mengatakan 'bukan, ini bukan penipuan, Anda tahu orangnya'.

Walaupun akhirnya Sophia mendapat ganti dari bank-bank lain, Nationwide Building Society adalah satu-satunya bank yang tidak mengembalikan dana seketika.

Nationwide mengatakan kepada BBC: "Penilaian awal kami pada saat nasabah mengajukan klaim adalah masalah tersebut adalah urusan perdata antara pihak-pihak terkait."

Namun seiring dengan penanganan kasus di tingkat ombudsman dan muncul kejelasan, lanjut Nationwide, bank mengikuti rekomendasi ombudsman dan membayar penuh dana nasabah ditambah dengan ganti rugi bunga.

'Trauma emosional'

Selama proses ini, Sophia mengalami gangguan mental.

"Saya terpaksa mengambil cuti darurat selama satu minggu karena pikiran saya ada di mana-mana... trauma emosional dan kepedihan yang saya rasakan melihat mata keluarga saya."

Sekarang, Sophia senang sudah bisa keluar dari periode yang dipenuhi dengan stres.

"Hutang-hutang saya lunas, pinjaman kredit saya lunas, semua keuarga dan teman saya kembali.

"Saya kekurangan uang, tapi sekarang saya bisa meneruskan hidup saya."

Namun ia tidak ingin pengalamannya sia-sia. Ia ingin lebih banyak warga waspada akan bahaya mempercayai orang-orang yang dikenal melalui aplikasi kencan.

"Tidak ada konfirmasi. Tidak ada CRB (surat keterangan kelakuan baik), tidak ada pengecekan kebenaran tempat kerja."

Sophia juga berharap mereka yang mengalami situasi serupa mengtahui hak-hak mereka ketika berhadapan dengan bank.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dating Apps dan Kesepian di Tengah Keramaian Kota

Dating Apps dan Kesepian di Tengah Keramaian Kota

Your Say | Senin, 26 Januari 2026 | 11:07 WIB

Lelah Geser Kanan-Kiri? Gen Z Jakarta Kembali ke Biro Jodoh 'CV' di Mal

Lelah Geser Kanan-Kiri? Gen Z Jakarta Kembali ke Biro Jodoh 'CV' di Mal

News | Senin, 05 Januari 2026 | 15:25 WIB

5 Rekomendasi Aplikasi Kencan Terbaik, Zohran Mamdani dan Istrinya Bertemu di Hinge

5 Rekomendasi Aplikasi Kencan Terbaik, Zohran Mamdani dan Istrinya Bertemu di Hinge

Lifestyle | Sabtu, 08 November 2025 | 12:54 WIB

Kronologi Klien MiChat di Sidrap Habisi Wanita Karena Ditolak Minta 'Jatah Kedua'

Kronologi Klien MiChat di Sidrap Habisi Wanita Karena Ditolak Minta 'Jatah Kedua'

News | Selasa, 16 September 2025 | 14:23 WIB

4 Dampak Negatif Kecanduan Aplikasi Kencan, Awas Gampang Overthinking!

4 Dampak Negatif Kecanduan Aplikasi Kencan, Awas Gampang Overthinking!

Your Say | Selasa, 22 April 2025 | 17:24 WIB

Aplikasi Kencan, Solusi Baru Gen Z Atasi Kesepian?

Aplikasi Kencan, Solusi Baru Gen Z Atasi Kesepian?

Your Say | Senin, 07 April 2025 | 06:50 WIB

Jadi Model Gadungan, Pria Ini Berhasil Tipu 500 Wanita Lewat Aplikasi Kencan

Jadi Model Gadungan, Pria Ini Berhasil Tipu 500 Wanita Lewat Aplikasi Kencan

News | Jum'at, 21 Februari 2025 | 20:05 WIB

5 Manfaat Menggunakan Aplikasi Kencan, Tak Perlu Ragu dan Takut

5 Manfaat Menggunakan Aplikasi Kencan, Tak Perlu Ragu dan Takut

Lifestyle | Rabu, 05 Februari 2025 | 16:45 WIB

Abidzar Sebut Aplikasi Kencan Cuma buat Orang Hopeless, Tanggapan Ariel Tatum Dipuji Elegan

Abidzar Sebut Aplikasi Kencan Cuma buat Orang Hopeless, Tanggapan Ariel Tatum Dipuji Elegan

Lifestyle | Senin, 03 Februari 2025 | 14:17 WIB

Modus Baru! Model Amerika Gadungan Peras 700 Wanita di Aplikasi Kencan

Modus Baru! Model Amerika Gadungan Peras 700 Wanita di Aplikasi Kencan

News | Sabtu, 04 Januari 2025 | 18:13 WIB

Terkini

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

Nama Teddy hingga Maruli Diseret, Saiful Mujani Kritik Kebijakan Presiden Perluas Peran TNI di Sipil

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:37 WIB

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

AS Siapkan Opsi Serangan Baru ke Iran, Targetkan Selat Hormuz hingga Infrastruktur Militer

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!

Kasus Firli Bahuri Jalan di Tempat: Kejati Kembalikan SPDP Gara-gara Polisi Lewati Batas Waktu!

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:33 WIB

Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang

Janda 69 Tahun Tewas Usai Jadi Korban Penipuan Asmara Online, Duit Rp 20 Miliar Hilang

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:24 WIB

PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim

PN Jakpus Bereaksi Usai Hakim Kasus Korupsi Chromebook Rp2,1 T Dilaporkan Tim Nadiem Makarim

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:16 WIB

Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi

Mencekam! Saksi Ungkap Detik-detik 2 PRT Terkapar di Benhil: Bawa Tas Pakaian dan Sabun Mandi

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:12 WIB

Media Arab Bongkar Tentara Israel Menjarah Rumah-rumah di Lebanon dalam Skala Besar

Media Arab Bongkar Tentara Israel Menjarah Rumah-rumah di Lebanon dalam Skala Besar

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:01 WIB

KPK Klaim Punya Wewenang untuk Usulkan Batasan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik

KPK Klaim Punya Wewenang untuk Usulkan Batasan Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik

News | Jum'at, 24 April 2026 | 14:00 WIB

Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI: Bahas Strategi Pertahanan dan Izin Lintas Udara

Menhan Sjafrie Kumpulkan Purnawirawan TNI: Bahas Strategi Pertahanan dan Izin Lintas Udara

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:54 WIB

Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan

Strategi Baru MA Lawan Korupsi: Gandeng KPK untuk Gembleng 200 Pimpinan Pengadilan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 13:48 WIB