Karena Kritik Pidato Jokowi, Greenpeace Dilaporkan ke Polda Metro

Erick Tanjung, Novian Ardiansyah

Minggu, 14 November 2021 | 16:07 WIB
Karena Kritik Pidato Jokowi, Greenpeace Dilaporkan ke Polda Metro
Ilustrasi--Aktivis Greenpeace Indonesia berujuk rasa samberi membawa "Monster Oligarki" di depan gedung DPR. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Ketua Greenpeace Indonesia Leonard Simanjuntak dan pemilik akun Twitter Kiki Taufik dilaporkan ke Polda Metro Jaya atas tuduhan dugaan penyebaran berita bohong dan ujaran kebencian atas nama antar golongan (SARA). Pelapornya adalah Husin Shahab yang mengatasnamakan dirinya sebagai Sekjen Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH).

Laporan itu dibuat di Polda Metro Jaya pada 9 November 2021 dengan nomor laporan LP/B/5623/XI/2021/SPKT/POLDA METRO JAYA.

Dalam keterangannya, Husin merasa dirugikan atas informasi yang dia anggap menyesatkan di situs Greepeace.org. Husin menilai data yang disampaikan Greenpeace Indonesia terkait deforestasi tidak sesuai dengan fakta.

Menurut Husin data milik Greenpeace tidak sesuai dengan data yang selama ini disampaikan pemerintahan Presiden Jokowi.

"Justru selama pemerintahan Jokowi yang berusaha untuk menekan peningkatan deforestasi dari tahun ke tahun dan tidak terjadi kebakaran hutan", kata Husin dalam keterangannya, Minggu (14/11/2021).

Husin tidak hanya melaporkan, ia turut mengajak warganet untuk boikot Greenpeace Indonesia. Ajakan itu ia samapaikan dalam cuitan di akun Twitter pribadi dengan tagar #BoikotGreenpeaceID.

#BoikotGreenpeaceID diduga memberikan informasi menyesatkan, bohong itu!" ujar Husin.

Husin menyoroti kritik Greenpeace Indonesia atas pidato Presiden Jokowi di Konferensi COP26, Glasgow. Greenpeace Indonesia dianggap oleh Husin telah memutarbalikan fakta atas pernyataan Jokowi bahwa laju deforestasi turun signifikan terendah dalam 20 tahun terakhir.

"Greenpeace dalam hal ini malah memutar balikkan fakta dengan menyebut bahwa Deforestasi di Indonesia justru meningkat dari yang sebelumnya 2,45 juta ha (2003-2011) menjadi 4,8 juta ha (2011-2019). Disitu letak kebohongan dari Greenpeace," kata Husin.

baca juga

Menurut dia, Greenpeace membeberkan secara grafis dari tahun ke tahun kebijakan pemerintahan. Namun, kata dia, 2,45 juta hektar (2003-2011) adalah kebijakan SBY.

"Kemudian pada tahun 2011-2019 menjadi 4,8 juta hektar akan terlihat jelas di grafik tersebut penurunannya. Kenapa Greenpeace malah bilang meningkat? Bohong itukan? Jika sudah berbohong di muka publik dan menimbulkan keonaran harus dilaporkan agar tidak menyesatkan masyarakat serta untuk mencegah kegaduhan yang lebih besar," tutur Husin.

Berdasarkan hal itu, Husin melaporkan Greenpeace Indonesia atas dugaan menyebarkan berita bohong sebagaimana Pasal 14 & 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan atas dugaan ujaran kebencian atas nama antar golongan (sesuai Pasal 28 (2) Juncto Pasal 45A (2) UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 ke Polda Metro Jaya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Selain Pelat Nomor Khusus, Polisi Bidik Knalpot Bising Dalam Operasi Zebra Jaya 2021

Selain Pelat Nomor Khusus, Polisi Bidik Knalpot Bising Dalam Operasi Zebra Jaya 2021

Jakarta | Sabtu, 13 November 2021 | 07:05 WIB

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya Mulai 14 hingga 28 November 2021

Polda Metro Jaya Gelar Operasi Zebra Jaya Mulai 14 hingga 28 November 2021

News | Jum'at, 12 November 2021 | 18:45 WIB

Catat! Pelat Nomor Khusus RFS hingga RFQ jadi Target Polisi Selama Operasi Zebra Jaya

Catat! Pelat Nomor Khusus RFS hingga RFQ jadi Target Polisi Selama Operasi Zebra Jaya

News | Jum'at, 12 November 2021 | 18:16 WIB

Terkini

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Tak Mau Turun Kasta, BEI Pede Indonesia Selamat dari Ancaman MSCI

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:35 WIB

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Ramai Dikritik Soal Acara Deklarasi Sumpah Pemuda, Raffi Ahmad Buka Suara

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:30 WIB

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

In This Economy, Jadi Tentara Bayaran Rusia Diimingi Gaji Selangit Pulang Tinggal Nama

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:00 WIB

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Ketika Nonton Film Bareng Jadi Cara Baru Membangun Kedekatan di Dunia Kerja

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:47 WIB

×