Australia akan Donasikan Kelebihan Vaksin Pfizer dan Moderna ke Indonesia

Siswanto, ABC

Rabu, 17 November 2021 | 11:39 WIB
Australia akan Donasikan Kelebihan Vaksin Pfizer dan Moderna ke Indonesia
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pexels// Artem Podrez)

Suara.com - Pemerintah Australia akan mendonasikan kelebihan vaksin COVID-19 buatan Pfizer dan Moderna kawasan Indo-Pasifik serta negara lain yang sangat membutuhkan.

Selama pandemi Australia sebenarnya telah menjalankan program donasi vaksin AstraZeneca ke negara lain, termasuk ke Indonesia.

Badan amal dan kemanusiaan terus mendorong pemerintah mendonasikan kelebihan vaksin untuk membantu negara lain yang sangat membutuhkan.

Ketua Satgas Penanganan COVID Australia Letnan Jenderal John Frewen menjelaskan kepada ABC bahwa saat ini ada kelebihan persediaan vaksin yang bisa didonasikan.

Sebelumnya, Australia hanya mengirimvaksin AstraZeneca ke negara lain, sementara vaksin Pfizer dan Moderna dijadikan sebagai vaksin utama di dalam negeri.

Tapi sekarang ada surplus atau dosis berlebihvaksin mRNA di Australia, dansetelah 80 persen lebih populasi mendapat dosis ganda, pemerintah yakin bisa mulai mengirim Pfizer ke negara lain sambil tetap memastikan semua warganya mendapat suntikan.

Pemerintah juga ingin menghindari skandal yang terjadi di Inggris minggu ini, ketika 600.000 dosis vaksin menjadi kedaluwarsa dan terpaksa dimusnahkan begitu saja.

"Kami bekerja sama dengan Departemen Luar Negeri dan Perdagangan selama beberapa bulan ini dalampengiriman surplus vaksin AstraZeneca ke kawasan Indo-Pasifik," jelasnya.

baca juga

"Kami sedang menjajaki pengirimanvaksin mRNA berlebih melalui jalur yang sama untuk membantu negara sahabat dan mitra kita," tambahnya.

Letjen Frewen mengatakan sebanyak 7,2 juta dosis AstraZeneca telah disumbangkan ke negara lain. Hampir separuhnya, yaitu sebanyak3,5 juta dosis ke Indonesia dan 1 juta lainnya ke Fiji.

Australia diketahui akan menyumbangkan 20 juta vaksin COVID pada pertengahan 2022 dan secara bertahap akan ditingkatkanhingga 40 juta dosis pada awal 2023.

Beberapa negara di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, Malaysia dan Vietnam, telah mengalami wabah COVID yang menghancurkan, meskipun ketiga negara tersebut berhasil mengurangi jumlah kasus secara radikal dalam beberapa pekan terakhir.

Sementara itu, baru 1,7 persen dari 9 juta penduduk Papua Nugini yang telah divaksinasi lengkap. Layanan rumah sakit negara itu kini sedang kewalahan untuk mengatasi lonjakan kasus.

Bulan lalu, pemerintah Australia dikecam oleh pihak oposisi dan badan amal, karena tidak memperbarui kontrak dengan perusahaan biotek CSL untuk memproduksi vaksin AstraZeneca di Melbourne.

Penghentian kontrak pembuatan vaksin AstraZeneca ini dinilai tidak masuk akal karena pandemi COVID-19 masih terus berlangsung.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

Mahfud MD Ungguli Prabowo dan Gibran dalam Studi Kepemimpinan SMRC

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:54 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Koalisi Pers Sumsel Desak Dirintelkam Kombes Tony Dicopot Usai Wartawan Dikeroyok saat Liput Demo

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:44 WIB

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Tempe Tak Hanya Jadi Lauk, Kini Dikembangkan Menjadi Camilan Tinggi Protein

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:42 WIB

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Sokoguru Policy Series Jadi Wadah Kolaborasi untuk Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:39 WIB

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

Kabut Asap Ganggu Aktivitas Masyarakat Sumut, Gubsu Bobby Siapkan Modifikasi Cuaca

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 21:38 WIB

×