Kematian Akibat Overdosis Obat di AS Capai Rekor Selama Pandemi

Siswanto, BBC

Sabtu, 20 November 2021 | 15:12 WIB
Kematian Akibat Overdosis Obat di AS Capai Rekor Selama Pandemi
BBC

Suara.com - Lebih dari 100.000 warga Amerika meninggal dunia karena overdosis obat dalam periode satu tahun selama pandemi Covid-19.

Ini adalah angka kematian tahunan tertinggi akibat obat-obatan yang pernah tercatat di AS.

Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menunjukkan bahwa kematian akibat overdosis naik 28,5% selama 12 bulan yang berakhir April lalu.

Para ahli percaya bahwa overdosis kemungkinan besar melonjak akibat beban psikologis pandemi dan lebih banyak suplai opioid sintetis seperti fentanyl.

Overdosis meningkat di semua kecuali empat dari 50 negara bagian AS.

Baca juga:

Berdasarkan data dari sertifikat kematian, CDC memperkirakan bahwa 100.306 orang meninggal karena overdosis antara April 2020 dan April 2021, dibandingkan dengan 78.056 kematian yang dilaporkan tahun sebelumnya.

Katherine Keyes, pakar penyalahgunaan narkoba dan profesor epidemiologi di Columbia University, mengatakan kepada BBC bahwa kematian akibat overdosis memang meningkat "secara eksponensial" selama beberapa tahun terakhir, namun pandemi "membuat situasi semakin parah".

"Data-data yang tersedia menunjukkan bahwa lebih banyak orang yang mengonsumsi obat, yang kita tahu merupakan faktor risiko overdosis," jelasnya. "Ada juga penurunan akses ke layanan kesehatan yang dapat mendukung pencegahan, pengurangan bahaya, pengobatan, dan pemulihan overdosis."

baca juga

Jumlah kematian akibat obat-obatan di AS kini telah melampaui jumlah kematian akibat senjata api, kecelakaan mobil, dan flu.

Peningkatan tertinggi dalam kematian akibat overdosis tercatat di Vermont, tempat jumlah kematian naik 70% menjadi 209. Vermont diikuti oleh Virginia Barat (62%) dan Kentucky (55%).

Keyes mengatakan bahwa kemunculan opioid sintetis - terutama fentanyl - adalah "salah satu kontributor terbesar" terhadap peningkatan kematian akibat overdosis. Pengguna obat lain, seperti kokain atau metamfetamin, semakin sering dites positif untuk fentanyl.

"Ini semacam epidemi bergerak yang awalnya terkonsentrasi pada orang-orang yang sering menggunakan opioid seperti heroin, tetapi sekarang mulai menyebar ke orang-orang yang menggunakan obat lain juga," imbuhnya.

"Itu dengan cepat meningkatkan angka kematian akibat overdosis pada pengguna obat-obatan yang lebih luas."

Shannon Monnat, direktur Lerner Center for Public Health Promotion di Syracuse University, mengatakan bahwa kematian akibat overdosis adalah "tragedi Amerika, dan itu dapat dicegah".

"Bahkan setelah Covid berakhir, overdosis kemungkinan besar akan terus meningkat," katanya. "Kita harus menangkal krisis ini dari berbagai sisi."

Di antara solusi yang dapat dilakukan, katanya, adalah tes fentanyl dan lokasi konsumsi yang diawasi, di mana tempat para pengguna dapat dipantau serta terhubung ke layanan pemulihan dan perawatan kesehatan.

"Tetapi di luar semua itu, kita perlu menyadari bahwa peningkatan penyalahgunaan obat selama 20 hingga 30 tahun terakhir adalah gejala dari masalah sosial dan ekonomi yang jauh lebih besar," imbuh Monnat.

"Pada akhirnya, solusi untuk memerangi krisis overdosis obat hanya akan efektif jika ia mengatasi faktor sosial dan ekonomi jangka panjang yang mendasari krisis ini."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Hidden Gem Dekat Jakarta! 4 Tempat Wisata Paling Hits untuk Isi Liburan Akhir Pekan

Hidden Gem Dekat Jakarta! 4 Tempat Wisata Paling Hits untuk Isi Liburan Akhir Pekan

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:17 WIB

4 Day Cream Anti-Aging Martha Tilaar untuk Atasi Kerutan Usia 50 Tahun ke Atas

4 Day Cream Anti-Aging Martha Tilaar untuk Atasi Kerutan Usia 50 Tahun ke Atas

Lifestyle | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:15 WIB

Bentuk Apresiasi, SPX Express Beri Hadiah Umrah untuk 10 Kurir Berprestasi

Bentuk Apresiasi, SPX Express Beri Hadiah Umrah untuk 10 Kurir Berprestasi

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:13 WIB

Mengapa Botoh Pilkades Sulit Diberantas dan Bagaimana Mereka Merusak Demokrasi Desa?

Mengapa Botoh Pilkades Sulit Diberantas dan Bagaimana Mereka Merusak Demokrasi Desa?

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:12 WIB

Bukan dari Iklan! Media Lokal Yogyakarta Ini Bertahan Hidup Lewat Event dan Konten, Begini Taktiknya

Bukan dari Iklan! Media Lokal Yogyakarta Ini Bertahan Hidup Lewat Event dan Konten, Begini Taktiknya

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:06 WIB

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Rumor Naturalisasi Taisei Marukawa Bikin Lawan-lawan Timnas Indonesia Ketar-ketir

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 16:00 WIB

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

Peringatan Dini BMKG, 13 Kecamatan di Jakarta Berpotensi Diterpa Angin Kencang

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Belanja Dini Hari Tumbuh 40,5 Persen, Brand F&B Punya Peluang Menjangkau Konsumen di Luar Jam Sibuk

Tekno | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:58 WIB

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

Kapal Pengangkut 1,16 Ton Ketamine di Belawan Sudah Dipantau Aparat Sejak Agustus

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:56 WIB

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

AFC Dukung Infantino Kembali Pimpin FIFA, Padahal Sempat Berseteru soal Proyek Rp71,8 Triliun

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 15:55 WIB

×