Penyederhanaan Surat Suara, KPU Berharap Bisa Tekan Anggaran Pemilu 2024

Chandra Iswinarno | Ria Rizki Nirmala Sari | Suara.com

Sabtu, 20 November 2021 | 15:22 WIB
Penyederhanaan Surat Suara, KPU Berharap Bisa Tekan Anggaran Pemilu 2024
Ilustrasi surat suara pemilu. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Suara.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI menggelar simulasi penggunaan satu hingga tiga lembar surat suara untuk pemilihan legislatif (pileg) dan pemilihan presiden (pilpres) 2024.

Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi berharap ,upaya tersebut dapat mengurangi biaya produksi surat dan kotak suara. Gagasan untuk mengurangi jumlah surat suara itu muncul pascapenyelenggaraan Pilkada 2019.

Pramono menyebut, pada perhelatan pesta demokrasi tersebut surat suara yang digunakan berjumlah lima lembar. Dia mengemukakan, jika surat suara dalam pemilu 2024 berjumlah lima lembar, maka anggaran yang harus disediakan juga harus mencukup kebutuhan.

"Kalau lima surat suara yang kita pergunakan maka otomatis anggaran yang dikeluarkan untuk memproduksi lima surat suara juga distribusinya," kata Pramono dalam acara simulasi Pemilu 2019 di Kantor KPU Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Kota Manado pada Sabtu (20/11/2021).

Karena itu, KPU berupaya meminimalisasi besarnya biaya produksi maupun distribusi surat dan kotak suara. KPU kini tengah mencoba menggunakan 1, 2 dan 3 lembar surat suara.

Pramono juga mengemukakan, nantinya Pemilu 2024 menggunakan tiga surat suara, maka KPU bisa menghemat sekitar 40 persen biaya produksi dan distribusi surat suara serta kotak suara.

"Apalagi kalau kita memutuskan desainnya menjadi dua surat suara kita bisa efisiensi 60 persen biaya produksi surat suara dan kotak suara," ucapnya.

Selain itu, penyederhanaan jumlah surat suara juga diharapkan KPU membuat para pemilih menjadi nyaman saat melakukan pencoblosan.

"Itu kan jelas lebih nyaman bagi pemilih, 5 surat suara kan terlalu banyak untuk pemilih."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPU Tak Ingin Kejadian Pemilu 2019 Terulang Lagi Pada Pemilu 2024

KPU Tak Ingin Kejadian Pemilu 2019 Terulang Lagi Pada Pemilu 2024

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:39 WIB

KPU Cari Masukan untuk Penyederhanaan Desain Surat Suara Pemilu 2024

KPU Cari Masukan untuk Penyederhanaan Desain Surat Suara Pemilu 2024

News | Sabtu, 20 November 2021 | 12:00 WIB

Desain Surat Suara Disederhanakan Supaya Permudah Pemilu 2024

Desain Surat Suara Disederhanakan Supaya Permudah Pemilu 2024

News | Sabtu, 20 November 2021 | 11:30 WIB

Terkini

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

Misteri Kematian Dokter Internship dr. Myta, Kemenkes Didesak Lakukan Investigasi Menyeluruh

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 22:14 WIB

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

Hubungan Memanas, Militer Iran Klaim Miliki Bukti AS Siapkan Konflik Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

Arief Pramuhanto Disebut Korban Kriminalisasi Terberat, Pengacara: Tak Ada Aliran Dana

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 21:23 WIB

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

Skandal Chromebook, Prof Suparji: Langkah JPU Tuntut Penjara Ibrahim Arief Tepat

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:40 WIB

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

Sentil 'Akal-akalan' Aplikator, Driver Ojol: Potongan Terasa 30 Persen, Berharap pada Perpres Baru

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 20:05 WIB

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

May Day 2026, Menaker Yassierli Tegaskan Negara Komitmen Lindungi Pekerja hingga ke Tengah Laut

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 19:21 WIB

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

Tak Ditemui Pemerintah karena Demo di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Bubarkan Diri Janji Balik Lagi

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

Tak Puas Sampaikan Aspirasi di Patung Kuda, Massa Mahasiswa Sempat Bakar Ban Coba Terobos Barikade

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 18:21 WIB

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:33 WIB

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 17:25 WIB