Menteri Kesehatan Jerman Ajak Warganya Tidak Pilih-pilih Vaksin

Reza Gunadha, Rima Suliastini

Selasa, 23 November 2021 | 20:04 WIB
Menteri Kesehatan Jerman Ajak Warganya Tidak Pilih-pilih Vaksin
Ilustrasi vaksin COVID-19. (unsplash/@dimitrihou)

Suara.com - Menteri Kesehatan Jerman, Jens Spahn mengajak warganya untuk tidak pilih-pilih vaksin virus corona. Seruan ini muncul kala warganya lebih memilih vaksin BioNTech-Pfizer ketimbang Moderna.

Menyadur Deutsch Welle Selasa (23/11/2021), Spahn mengatakan Moderna yang dikembangkan AS menggunakan teknologi mRNA inti yang sama dengan BioNTech-Pfizer jadi itu adalah vaksin yang baik, aman, dan sangat efektif.

"Beberapa dokter vaksinasi mengatakan BioNTech adalah Mercedes vaksin dan Moderna adalah Rolls-Royce," kata Spahn. "Ada cukup vaksin untuk semua vaksinasi yang akan datang," kata Spahn. "Dan kedua vaksin itu bekerja."

Vaksin BioNTech, yang dikembangkan di kota Mainz, Jerman, terbukti sangat populer di kalangan masyarakat Jerman.

Suntikan AstraZeneca tidak menggunakan mRNA dan belakangan vaksin itu terkait dengan pembekuan darah dan tidak direkomendasikan untuk orang yang lebih muda.

Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Pixabay)

Sejak kekhawatiran itu muncul, dan setelah perselisihan hukum dengan AstraZeneca setelah pengiriman yang dibatalkan, Uni Eropa semakin percaya pada vaksin mRNA.

Itu telah membuat kesepakatan dengan BioNTech-Pfizer untuk total hingga 2,4 miliar dosis hingga 2023 dan dengan Moderna hingga 460 juta suntikan.

Komentar Spahn muncul untuk membela pembatasan pengiriman mingguan vaksin BioNTech-Pfizer ke kantor dokter Jerman. Dia mengatakan kepada penyiar publik ZDF pada hari Minggu bahwa itu adalah "pertanyaan tentang jumlah yang tersedia."

Spahn menekankan bahwa orang Jerman harus divaksinasi, termasuk dengan suntikan booster jika suntikan pertama mereka lebih dari enam bulan yang lalu, untuk mengurangi risiko penyakit serius.

baca juga

Dia mengatakan prevalensi varian delta yang lebih menular membuat semakin sulit bagi orang yang tidak divaksinasi untuk menghindari infeksi.

"Seperti yang kadang-kadang dikatakan sinis, pada akhir musim dingin ini hampir semua orang di Jerman ... akan divaksinasi, sembuh atau meninggal," kata Spahn kepada wartawan di Berlin.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eropa Dilanda Lonjakan Covid-19, AS Ingatkan Warganya Tak Kunjungi Denmark Dan Jerman

Eropa Dilanda Lonjakan Covid-19, AS Ingatkan Warganya Tak Kunjungi Denmark Dan Jerman

News | Selasa, 23 November 2021 | 12:37 WIB

Covid-19 Melonjak, AS Peringatkan Warganya untuk Tidak Bepergian ke Jerman dan Denmark

Covid-19 Melonjak, AS Peringatkan Warganya untuk Tidak Bepergian ke Jerman dan Denmark

News | Selasa, 23 November 2021 | 10:25 WIB

Hotel di Bandung yang Bagus untuk Berbulan Madu, dari Suasana Jerman Selatan Hingga Desa

Hotel di Bandung yang Bagus untuk Berbulan Madu, dari Suasana Jerman Selatan Hingga Desa

Jabar | Senin, 22 November 2021 | 13:13 WIB

Terkini

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

Ribuan Pelayat Ayatollah Khamenei Kibarkan Bendera Merah, Serukan Balas Dendam

News | Senin, 06 Juli 2026 | 00:59 WIB

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

Bukan Kurang Bagus, Cak Imin: Brand Lokal Sulit Mendunia karena Pintu Tertutup

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 20:00 WIB

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

Gagal Kabur! Polisi Sikat 4 Remaja Pembawa Celurit Saat Bubarkan Tawuran di Cengkareng

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 19:10 WIB

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

Spesifikasi Pesawat Sukhoi Su-35 Milik Iran yang Disiapkan Oleh Rusia

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 18:03 WIB

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

Gunung Anak Krakatau Siaga, Badan Geologi: Isu Tsunami Hoaks, Warga Banten-Lampung Harap Tenang

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:55 WIB

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

LPDP Tambah 14 Kampus Top Dunia Khusus STEM, Ada NUS Hingga UCLA!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:50 WIB

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

Jangan Tertipu! Video Erupsi Anak Krakatau Itu Hoaks, Ini Radius Bahaya yang Sebenarnya

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 17:45 WIB

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

Teror Drone Granat Sasar Pengacara di Tangsel, Pelaku Beri Pesan: Ini Baru Permulaan!

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:58 WIB

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

'Emang Kenapa Kalo Gue Tampol?' Identitas Pria Arogan di Jagakarsa Terkuak, Polisi Buru Pelaku

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:50 WIB

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

Sengketa Lahan Berujung Teror! Rumah Advokat Sulardi Dilempar Molotov, Pelaku Terekam CCTV

News | Minggu, 05 Juli 2026 | 15:36 WIB

×