Penyelidikan Ledakan Beirut Mandek, Keluarga: Hidup Ibu Saya Tak Berharga

Siswanto, BBC

Rabu, 24 November 2021 | 10:15 WIB
Penyelidikan Ledakan Beirut Mandek, Keluarga: Hidup Ibu Saya Tak Berharga
BBC

Suara.com - BBC mendapat informasi bahwa PBB berkali-kali mengabaikan permohonan dari keluarga korban ledakan di Pelabuhan Beirut, Lebanon, yang menyebabkan 219 orang meninggal dunia pada 4 Agustus 2020. Mereka mengirim surat untuk meminta informasi guna membantu penyelidikan resmi dalam peristiwa itu.

Di antara keluarga korban yang mencari keadilan itu adalah Ariana Papazian, sebagaimana dilaporkan oleh wartawan BBC untuk Timur Tengah, Anna Foster.

Baca juga:

Ketika Ariana, seorang warga Beirut, menggambarkan kematian ibunya Delia, ia menceritakannya dengan jelas dan tenang.

Ariana ingat semuanya. Suara, dan keheningan yang terjadi sesudahnya. Ia juga masih ingat bagaimana ia membelai rambut ibunya, dan kata-kata yang ia ucapkan ketika berusaha mati-matian untuk membangunkan ibunya.

Ariana baru berusia 16 tahun ketika terjadi ledakan, dan ia mencari jawaban mengapa sang ibu tercinta meninggal dunia.

"Saya merasa ibu tidak berarti apa-apa, hidup ibu saya tak ada harganya. Kesehatan saya sendiri tak punya artinya. Seperti kami bukan manusia."

Penyelidikan resmi tentang ledakan dahsyat itu seharusnya menguak kebenaran. Tetapi penyelidikan mandek.

Penyelidikan dihentikan beberapa kali karena para petinggi yang dipanggil untuk dimintai keterangan mengajukan komplain. Protes menentang ketua hakim, Tarek Bitar, sehingga menyebabkan bentrokan berakibat tujuh orang meninggal dunia.

baca juga

Sengketa itu memecah belah kabinet Lebanon, yang belum pernah mengadakan pertemuan selama satu bulan terakhir padahal negara itu memerlukan kepemimpinan kuat untuk bisa keluar dari krisis saat ini.

Kecaman dunia muncul terhadap kurangnya kemajuan itu. Namun organisasi yang seharusnya dapat membantu, yakni PBB, justru mengabaikan permintaan bantuan, menurut keterangan yang dihimpun PBB.

Satu pekan sesudah ledakan, PBB menyerukan "penyelidikan segera dan independen yang mewujudkan keadilan dan akuntabilitas".

Tetapi BBC mendapat informasi bahwa ketika para keluarga korban meninggal dunia meminta informasi guna membantu jalannya penyelidikan, PBB tidak membalas surat mereka.

Foto penting

Asosiasi Pengacara Beirut mewakili hampir 2.000 keluarga dan penyintas dalam penyelidikan ini. Ketuanya telah mengirimkan tiga surat berbeda yang ditujukan langsung kepada Sekjen PBB, Antonio Guterres, untuk meminta informasi khusus.

Ada dua hal yang diminta. Pertama, semua citra satelit yang dimiliki oleh anggota PBB pada hari ledakan.

Kedua, keterangan mengenai apakah Unifil (Pasukan Interim PBB di Lebanon) memeriksa MV Rhosus - kapal yang mengangkut barang yang menyebabkan ledakan - pada 2013, sebelum kapal tiba di Pelabuhan Beirut.

Peneliti organisasi Human Rights Watch di Lebanon, Aya Majzoub, menjelaskan mengapa citra satelit itu amat diperlukan.

"Sampai hari ini kami tidak tahu apa yang menyebabkan ledakan, kami tidak tahu apakah itu adalah ulah internasional, kami tidak tahu apakah ledakan disebabkan kelalain, kami tidak tahu sama sekali," jelasnya.

"Oleh karena itu, citra satelit pelabuhan pada hari itu sangat penting dalam upaya mencari jawaban atas berbagai pertanyaan mengapa terjadi ledakan."

Baca juga:

Pekan lalu Rusia mengatakan lembaga antariksa Roscosmos siap menyerahkan foto-foto dari lokasi ledakan, memenuhi permintaan Presiden Lebanon, Michel Aoun.

Surat pertama dari keluarga korban ledakan dikirim oleh Asosiasi Pengacara Beirut pada tanggal 26 Oktober 2020.

Selang tiga pekan berikutnya dikirim surat lanjutan dengan penekanan "sudah lebih dari 100 hari berlalu sejak ledakan, hingga sekarang tak satu pun anggota atau Unifil mengirim foto atau memberi informasi".

Surat ketiga tertanggal 17 Maret 2021, berbunyi: "Tujuh bulan telah berlalu sejak ledakan dan lima bulan sesudah surat kami, dan malangnya surat-surat kami tetap tidak dibalas dan tidak ditanggapi. Lebanon adalah anggota pendiri PBB dan sedang meminta bantuan."

'Kurang dukungan'

Ramzi Haykal, seorang pengacara senior di Lebanon dan anggota Asosiasi Pengacara Beirut, menyuarakan tekadnya.

"Saya beri tahu sesuatu ya, kami adalah pejuang" tegasnya. "Menurut hukum, kami adalah pejuang. Dan kami akan terus berjuang, karena kami bertanggung jawab atas 1.800 orang yang meminta kami mewakili mereka mencari keadilan."

Peneliti organisasi Human Rights Watch di Lebanon, Aya Majzoub memandang respons PBB itu tidak memadai.

"Saya yakin sekretaris jenderal dibanjiri surat dan permohonan, tetapi mengecewakan dengan kurangnya kerja sama dengan pihak berwenang Lebanon. Juga kurangnya penyelidikan internasional terhadap ledakan ini, ada banyak lagi yang dapat dilakukan oleh masyarakat internasional yang tidak dilakukannya sekarang."

Wartawan BBC untuk Timur Tengah, Anna Foster, meminta tanggapan PBB terkait surat-surat tersebut dan bertanya mengapa tak satu pun surat ditanggapi.

Kantor Sekjen PBB mengatakan organisasi dunia itu berkomitmen mendukung rakyat Lebanon dan telah memobilisasi membantu para korban.

Tetapi kantor Sekjen PBB tidak menjelaskan mengapa surat-surat itu diabaikan saja, meskipun informasi yang diminta amat diperlukan dalam penyelidikan dan dalam mengungkap kebenaran. Dikatakan kantor Sekjen PBB hanya memberikan perhatian pada surat-surat dari pejabat resmi.

Keluarga dan penyintas ledakan yakin mereka layak mendapat perlakuan lebih baik, dan juga yakin bahwa salah satu ledakan terbesar dalam sejarah itu seharusnya diselidiki sebagaimana mestinya.

Lihat juga:

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Viral Guru AI IELTS Mengamuk, Benarkah Kecerdasan Buatan Mulai Punya Perasaan?

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:49 WIB

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Bagaimana Langkah Mengurus Paspor yang Hilang atau Rusak Saat Sedang Berlibur di Luar Negeri?

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 09:34 WIB

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Bingung Cari Kerja? Job Fair Virtual Bekasi Tawarkan 1.313 Lowongan dari 45 Perusahaan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:54 WIB

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Bukan Soal Anti Asing, Ini Alasan Standar Halal Indonesia Bikin Negara Maju Ketar-ketir!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Shio Monyet Tanah Tahun Berapa? Ini Karakteristik, Peruntungan, dan Kecocokannya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:24 WIB

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Wisatawan Cerdas Wajib Tahu: 4 Alasan Hotel Jaringan Global Lebih Menguntungkan

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:15 WIB

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

Porprov Jateng XVII Berakhir, Estafet Tuan Rumah Beralih ke Kedu Raya

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

Penggeledahan Pondok Pesantren di Sukoharjo, Taj Yasin Pastikan Pendampingan Psikologis Anak-Anak

News | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:05 WIB

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Stop Scroll Medsos Seharian! Ini Terapi Paling Manjur Bebas dari Brain Fog

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 08:55 WIB

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

7 Ciri-Ciri Sunscreen yang Dipakai Tidak Cocok untuk Kulit Wajah

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 07:47 WIB

Terkini

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

5 Cara Elegan Menghadapi Anggota Kelompok yang Pasif, Bebas Drama dan Nggak Bikin Baper!

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:45 WIB

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Bukan Sekadar Gestur, Ini Pesan Mendalam di Balik Aksi Tiga Jari Saat Unjuk Rasa

Video | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:44 WIB

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

5 Sampo Kelapa Kaya Nutrisi untuk Rawat Keindahan Rambutmu

Your Say | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:40 WIB

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Revitalisasi RSUD dan Puskesmas Jadi Bukti Pemerintah Perkuat Akses Kesehatan Masyarakat

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:38 WIB

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Kejahatan Kosmetik di Sulawesi Utara Tertinggi Kedua Nasional

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:30 WIB

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

4 Pesona Surgawi Bhutan, Ada Proyek Pembangunan 108 Stupa dalam Sehari yang Bikin Takjub!

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:28 WIB

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Kiprah Heyzer Harsono, Sosok di Balik Samator Indo Gas dan Voli Nasional

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:26 WIB

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

10 Pelaku UMKM Difabel di Palu Terima Bantuan Modal Usaha

Sulsel | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Urutan Skincare Pasca Pico Laser agar Flek Hitam Tidak Menghitam Lagi

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:20 WIB

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Kenapa Deretan Musisi Mundur dari Rans Carnival Jogja? Ini Kronologinya

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 12:19 WIB

×