alexametrics

Menko Muhadjir ke Umat Kristiani: Jangan Terjadi Covid-19 Gelombang Ketiga saat Nataru

Agung Sandy Lesmana | Ria Rizki Nirmala Sari
Menko Muhadjir ke Umat Kristiani: Jangan Terjadi Covid-19 Gelombang Ketiga saat Nataru
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy saat hadiri perayaan HUT ke-160 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Sopo Del Tower Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021) malam. Pesan Menko Muhadjir ke Umat Kristiani: Jangan sampai Terjadi Covid-19 Gelombang Ketiga.(Dok. Humas Kemenko PMK)

"Tentu saja, kita tidak ingin Indonesia yang sudah mengakhiri gelombang kedua ini akan terjadi gelombang ketiga hanya gara-gara kita tidak waspada..."

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengajak umat kristiani untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran Covid-19 jelang libur Hari Natal 2021 dan Tahun Baru (Nataru)2022. Meskipun jumlah kasusnya sudah landai, namun pandemi Covid-19 di Tanah Air belum sepenuhnya usai.

"Saya berpesan, marilah kita betul-betul meningkatkan kewaspadaan yang sangat tinggi," kata Muhadjir dalam sambutannya pada perayaan HUT ke-160 Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) di Sopo Del Tower Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/11/2021) malam.

Masyarakat diminta waspada karena berkaca dari pengalaman sebelumnya. Muhadjir menyebut jumlah kasus Covid-19 sempat melonjak akibat pergerakan masyarakat yang tinggi di masa libur nataru.

"Tentu saja, kita tidak ingin Indonesia yang sudah mengakhiri gelombang kedua ini akan terjadi gelombang ketiga hanya gara-gara kita tidak waspada dan tidak menaruh perhatian yang tinggi dalam upaya menangani wabah Covid-19," tuturnya.

Baca Juga: Pasien Positif Covid-19 di RSD Wisma Atlet Kemayoran Bertambah jadi 208 Orang

PPKM Level 3

Sebagaimana diketahui, sebagai langkah antisipatif dan peningkatan kewaspadaan dalam penanganan Covid-19 di masa libur nataru, pemerintah telah meneken kebijakan PPKM level 3 di seluruh wilayah Indonesia yang mulai berlaku pada tanggal 24 Desember - 2 Januari mendatang.

Dalam kebijakan tersebut terdapat pengetatan aturan dalam hal pergerakan orang untuk mencegah meluasnya penularan Covid-19. Selain itu, terdapat fokus pengawasan di tiga tempat, yaitu di Gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan, dan destinasi wisata lokal.

Muhadjir menilai organisasi keagamaan HKBP dapat berperan membantu pemerintah dalam mendukung penanganan Covid-19 selama penerapan PPKM level 3 di masa libur Nataru.

Caranya adalah dengan mensosialisasikan dan mengimbau seluruh anggota jemaatnya yang tersebar di seluruh Indonesia agar tidak berpergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak primer, dan pada saat ibadah perayaan Natal tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga: Kasus Aktif Covid-19 di Penajam Paser Utara Tinggal 3 Orang

"Saya yakin kita semua sadar bahwa ini semua kita lakukan demi bangsa dan negara ini," tandasnya.

Komentar