alexametrics

Tahlilan Bisa Menyebabkan Mayit Kena Azab Kubur, Benarkah? Ini Jawaban Gus Baha

Dany Garjito
Tahlilan Bisa Menyebabkan Mayit Kena Azab Kubur, Benarkah? Ini Jawaban Gus Baha
Tahlilan Bisa Menyebabkan Mayit Kena Azab Kubur, Benarkah? Ini Jawaban Gus Baha. Ilustrasi tahlilan. [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Apakah tahlilan bisa menyebabkan mayit terkena azab kubur? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Suara.com - Masyarakat Islam yang tinggal di Indonesia, khususnya di Jawa pasti tidak asing dengan tahlilan. Tahlilan merupakan salah satu tradisi yang kerap dilaksanakan oleh masyarakat dengan membaca bacaan doa dan dzikir kepada Allah SWT. Lalu ada pertanyaan, apakah tahlilan bisa menyebabkan mayit terkena azab kubur? Simak ulasan selengkapnya berikut ini.

Menyadur dari NU Online, tahlilan merupakan kegiatan membaca ayat Al-Quran dengan kalimat thayyibah (tasbih, tahmid, tahlil dan takbir) di mana bacaan tersebut dikhususkan kepada seseorang yang telah meninggal.

Meski demikian, tahlilan masih diperdebatkan hukum pelaksanaannya. Sebagian ada yang mengatakan tahlilan adalah bid’ah yang tidak dijalankan di zaman Rasulullah SAW dan sebagian ada yang berpendapat bahwa tahlilan adalah bid’ah yang idhofiyah.

Dilansir dari laman Darul Faqih, bid’ah idhofiyah merupakana perbuatan yang secara umum memiliki dalil baik dalam Al-Quran, sunnah, Ijma’ dan metode istidlal yang diakui ulama namun terkait cara dan aturannya tidak dapat dijelaskan secara rinci.

Baca Juga: Gus Baha: Akhir Zaman Sedikit Ulama, Banyak Penceramah

Dalam kanal YouTube Kalam – Kajian Islam yang diunggah pada 2 November 2021, Gus Baha menjawab mengenai apakah tahlilan bisa menyebabkan mayit terkena azab kubur.

Menurut Gus Baha dalam ceramahnya, tahlilan memiliki perbedaan pendapat di kalangan ulama dalam hal tahlilan kepada orang yang telah meninggal. Dilansir dari NU Online, ulama mazhab Hanafi, sebagian mazhab Maliki, mazhab Syafi’i, dan ulama mazhab Hanbali menegaskan, menghadiahkan pahala bacaan Al-Qur’an serta kalimat thayyibah kepada mayit hukumnya boleh, dan pahalanya sampai kepada sang mayit.

Gus Baha juga menuturkan bahwa perbedaan pendapat ini tidak boleh menghalangi seseorang untuk melakukan kebaikan terhadap sesama. Gus Baha juga menceritakan dilarang bagi orang yang berbeda pendapat mengatakan kepada orang lain kafir.

Dengan demikian tahlilan diperbolehkan dalam Islam dan mayoritas ulama telah memperbolehkannya. Ulama berpedoman melalui hadist riwayat Aisyah adhiyallahu anha sebagaimana seseorang mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, “Hai Rasulullah. Sesungguhnya ibuku meninggal dalam keadaan tiba-tiba, dan belum berwasiat. Saya rasa seandainya sebelum meninggal dia sempat berbicara, dia akan bersedekah. Apakah dia mendapatkan pahala jika saya bersedekah untuknya?” Rasul bersabda: “Ya.”

Demikian adalah informasi mengenai tahlilan sebagai sedekah kepada mayit. Semoga informasi berikut ini dapat menambah wawasan seputar tahlilan. 

Baca Juga: Ceramah Gus Baha: Solusi untuk Orang yang Banyak Utang dan Tidak Bisa Melunasi

Kontributor : Muhammad Zuhdi Hidayat

Komentar