alexametrics

Gus Baha: Akhir Zaman Sedikit Ulama, Banyak Penceramah

Dany Garjito
Gus Baha: Akhir Zaman Sedikit Ulama, Banyak Penceramah
Ilustrasi salat/berdoa di masjid. (Elements Envato)

Gus Baha menyampaikan tentang kehidupan akhir zaman sedikit ulama, banyan penceramah. Berikut ini ulasan selengkapnya.

Suara.com - Salah satu fenomena yang terjadi di akhir zaman adalah semakin sedikit ulama, semakin banyak penceramah. Menjamurnya perhatian manusia terhadap hafalan Al-Quran, dan bagusnya bacaan. Ada pun bagaimana menggali memahami hukum, syariat, hikmah, dan menjalankannya, kurang mendapatkan perhatian. Serta banyaknya para penceramah, bahkan dadakan, tapi semakin sedikitnya ahli fiqih dan ulama. Intinya adalah hilangnya keseimbangan lah yang dicela, adapun membaca Al-Quran dan menghafalnya adalah hal yang mulia.

Melansir tayangan di kanal YouTube Kalam Kajian Islam yang diunggah pada 7 November 2021, Gus Baha menyampaikan tentang kehidupan akhir zaman sedikit ulama, banyan penceramah. Berikut ini ulasan selengkapnya. 

Gus Baha mengisahkan suatu riwayat yang yang mengatakan zaman akhir itu "tukang pidato banyak, tapi ulamanya sedikit". Itu artinya, agama yang sampai ke masyarakat menjadi nampak versi luarnya saja.

“Rata-rata ulama itu nggak ahli ceramah, sebab tidak bisa ngelucu. Yang ceramahnya lucu tapi cara menyebarkan agama entah benar atau tidak, wong tidak pernah belajar (sinau). Lha sehari 3 kali ceramah, lalu belajarnya kapan?” tutur Gus Baha. 

Baca Juga: Ceramah Gus Baha: Solusi untuk Orang yang Banyak Utang dan Tidak Bisa Melunasi

Gus Baha mengungkapkan bahwa dirinya tidak habis pikir jika ada penceramah yang sehari mengisi ceramah hingga 3 kali, lalu kapan waktu muthola’ah-nya (menelaah kitab-kitab agama)?

“Saya tidak pernah datang (ceramah) pengajian, meskipun tetangga saya sendiri yang mengundang. Banyak yang sudah tahu soal ini,” ungkap Gus Baha. 

Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an LP3IA di Kragan, Narukan, Rembang itu mengungkapkan bahwa tujuannya adalah untuk menjelaskan kekhasan yang dimiliki ulama sebagai ahli ilmu.

Menurut Gus Baha, tugas ulama adalah mengajar, tidak perlu pidato. Kalau niat mengaji, bisa mengaji kitab-kitab kuning, dan lainnya.

"Yang mau ceramah ya silakan ceramah. Tapi, semoga lekas taubat kalau ajarannya salah", terang Gus Baha tentang ciri-ciri fenomena di akhir zaman. 

Baca Juga: Viral Video Istri Ustaz Naik Moge ke Mal, Tuai Cibiran Warganet

Rasulullah SAW bersabda:

"Sungguh, saat ini kalian hidup di mana banyak fuqaha (ahli fiqih), sedikit khuthaba (penceramah, tukang pidato, orator), banyak yang memberi, dan sedikit peminta-minta. Setelah kalian, akan datang zaman sedikit ahli fiqihnya, banyak penceramahnya, orang yang memberi sedikit, sedangkan yang meminta-minta banyak. Saat itu manusia lebih mementingkan ilmu dibanding amal", (HR. Ath Thabarani dalam Mu’jam al Kabir, nomor 3111).

Kontributor : Rishna Maulina Pratama

Komentar