alexametrics
abcaustralia

Varian Omicron Terdeteksi di Australia, Sejumlah Kebijakan Baru Diambil

Siswanto | ABC
Varian Omicron Terdeteksi di Australia, Sejumlah Kebijakan Baru Diambil
Ilustrasi covid-19 (pixabay.com)

Dua orang yang tiba di Sydneydari Afrika selatan Sabtu kemarin (27/11) telah dinyatakan positif varian Omicron dan kini berada di akomodasi kesehatan khusus.

Suara.com - Dua orang yang tiba di Sydney dari Afrika selatan Sabtu kemarin (27/11) telah dinyatakan positif varian Omicron dan kini berada di akomodasi kesehatan khusus.

Mereka adalah kasus pertama dari varian baru yang tercatat di Australia.

Sementara itu Otoritas kesehatan negara bagian New South Wales (NSW) sedang melakukan pengurutan genom untuk menentukan apakah dua orang yang tiba di Sydney dari Afrika selatan pada Minggu malam (28/11) memiliki varian Omicron COVID-19.

Keduanya sedang dikarantina dengan hasil pengurutan genom mereka diharapkan keluar malam ini.

Baca Juga: Hal-hal yang Sejauh Ini Perlu Diketahui tentang Varian Baru Omicron

Menteri Utama NSW, Premier Dominic Perrottet, mengatakan dalam 24 jam terakhir ada 141 orang yang tiba di Sydney dari Afrika Selatan dan negara-negara yang menjadi perhatian khusus karena pertama kali mendeteksi varian Omicron

Mereka telah dibawa ke fasilitas karantina dan harus tinggal di sana selama dua minggu.

Kawasan Australia Utara mencatat kasus varian Omicron pertamanya dari satu orang berusia 30 tahunan yang tiba di Darwin dari penerbangan asal Johannesburg, Afrika Selatan.

Pria tersebut langsung dibawa ke tempat karantina di Howard Springs, Kawasan Australia Utara.

Langkah pencegahan penyebaran

Tapi tiap-tiap negara bagian di Australia telah mengambil langkah yang berbeda untuk menangani varian Omicron. 

Baca Juga: Temukan Omicron, Afsel Kecewa Merasa Dihukum Banyak Negara, Bukan Dipuji

Di NSW dan Victoria, semua penumpang penerbangan internasional yang tiba di Sydney dan Melbourne dari negara mana pun harus dites dan melakukan isolasi mandiri selama 72 jam.

Sementara Australia Selatan telah kembali memberlakukan wajib karantina selama 14 hari untuk semua penumpang internasional.

Sejak pengumuman WHO soal varian baru akhir pekan kemarin, Pemerintah Australia telah melarang semua orang yang bukan berstatus warga negara atau penduduk tetap (PR) Australia dari negara-negara ini memasuki Australia.

Sementara hingga saat ini para ilmuwan di seluruh dunia terus bekerja untuk menemukan apakah varian Omicron lebih menular daripada jenis COVID lainnya dan apakah varian ini lebih kuat terhadap vaksin.

Perdana Menteri Australia, Scott Morisson mengatakan pemerintahannya tidak berencana untuk memperkenalkan kembali karantina hotel bagi mereka yang tiba dari perjalanan internasional. 

Pertimbangkan percepat 'booster'

Senin (29/11) hari ini ini, Kepala Petugas Medis Australia Paul Kelly mengatakan dia belum akan berspekulasi apakah Australia kemungkinan harus menutup perbatasan internasionalnya lagi atau tidak.

Tapi ia mengatakan Pemerintah Australia sedang mengerjakan pendekatan dengan "risiko berimbang".

Menteri Kesehatan Australia, Greg Hunt telah meminta panel ahli imunisasi pemerintah untuk meninjau ulang jadwal suntikan 'booster' COVID-19, setelah Omicron terdeteksi di Australia.

Saran terkini dari Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI) dalah bahwa suntikan dosis ketiga diberikan enam bulan setelah seseorang menerima dosis kedua.

Greg mengatakan pasokan vaksin Australia sudah siap jika kemudian ATAGI merekomendasikan suntikan 'booster' bisa diberikan lebih cepat dari jadwal semula.

"Kami akan, seperti biasa, mengizinkan ATAGI untuk bertindak secara independen dan terus mengikuti saran mereka," kata Greg.

"Tapi kami siap dengan pasokan. Kami sudah menjadi salah satu negara paling awal di dunia, setelah Israel, yang memiliki program booster untuk semua warga.

"Jika mereka merekomendasikan perubahan, kami akan mengikuti perubahan itu."

Ia mengatakan, sejauh  ini sudah ada 415.000 warga Australia yang menerima suntikan 'booster', dari 500.000 warga yang memenuhi syarat.

Greg mengatakan Pemerintah Australia tidak akan ragu untuk mengambil tindakan tambahan jika diperlukan dengan tujuan membuat Australia "tetap buka dengan aman".

"Kami berada dalam posisi yang sangat berbeda dari posisi kami pada 1 Februari 2020," kata Greg.

"Kita adalah salah satu negara dengan tingkat vaksinasi tertinggi, salah satu yang paling baru divaksinasi, dan salah satu yang pertama memulai program booster untuk seluruh warga dari seluruh dunia."

Dia juga meminta warga agar tetap tenang, karena menurut bukti awal menunjukkan gejala yang disebabkan oleh varian Omicron tampaknya tidak terlalu parah.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News.

Komentar