Virus Corona: Apakah Varian Omicron Memang Sangat Berbahaya?

Siswanto, BBC

Kamis, 02 Desember 2021 | 10:49 WIB
Virus Corona: Apakah Varian Omicron Memang Sangat Berbahaya?
BBC

Suara.com - Penemuan Omicron, varian baru virus corona (SARS-CoV-2) di Afrika Selatan, kembali memicu banyak negara mengambil langkah cepat, antara lain dengan menutup perbatasan, dengan harapan menekan penyebaran varian tersebut.

Sejumlah negara telah melarang perjalanan udara dari dan ke Afrika Selatan dan para pakar mengisyarakatkan bahwa Omicron adalah "varian virus corona yang paling mengkhawatirkan sejauh ini".

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri menggolongkannya sebagai variant of concern atau varian yang diwaspadai.

Tetapi, dengan data yang tersedia, apakah kita bisa menyimpulkan bahwa pernyataan-pernyataan tersebut bisa diterima? Apakah pernyataan tersebut didasarkan pada bukti atau opini? Kapan kita bisa menggolongkan varian baru sebagai variant of concern?

Apa konsekuensinya bagi strategi menghadapi pandemi?

Baca juga:

Sekuens gemonik varian Omicron (galur B.1.1.529 dalam sistem PANGO, atau galur 21K pada NextStrain) menunjukkan 55 mutasi jika dibandingkan dengan virus asli yang ditemukan di Wuhan, China.

Dari mutasi-mutasi ini, 32 di antaranya terkait dengan paku protein, yang berperan dalam infeksi sel dan respons kekebalan.

Sebagian besar mutasi ini sebelumnya telah dideteksi pada virus yang digolongkan variants of concern (VOCs) maupun variants of interest (VOIs), misalnya mutasi N501Y yang ditemukan pada varian Alpha, Beta, dan Gamma.

baca juga

Kemudian mutasi T95I, T478K, dan G142D yang ditemukan di Delta.

Akumulasi mutasi bersama efek-efeknya yang telah diketahui, sudah menarik perhatian dan kewaspadaan. Namun, beragam eksperimen yang memadai belum dilakukan guna melihat efek-efek mutasi tersebut manakala mereka ditemukan secara bersamaan.

Efek dua mutasi tidak selalu berkaitan dan interaksi keduanya (epistasias dalam istilah teknis) bisa positif (meningkatkan efek satu sama lain) dan bisa pula negatif (mengurangi efeknya).

Sampai kita mendapat hasil laboratorium, epidemiologis,dan data pemantauan genomik yang memperlihatkan tingkat penularan lebih tinggi atau kemungkinan lolos dari respons kekebalan lebih besar, tidak beralasan meningkatkan taraf kewaspadaan.

Alasan WHO mengumumkan varian Omicron menjadi VOC adalah varian itu mungkin berkaitan dengan meningkatnya risiko penularan--meski belum ada informasi publik mengenai data klinis yang menyokong klaim ini.

Baca juga:

Surveilans genomik Afrika Selatan

Tanda merah langsung dibubuhkan karena cepatnya peningkatan kasus yang disebabkan oleh varian ini di Afrika Selatan.

Sebenarnya tidak mencengangkan varian baru tersebut dideteksi di negara ini, karena Afrika Selatan dikenal sebagai salah satu negara dengan surveilans genomik virus corona terbaik dan juga karena tingkat vaksinasinya lebih baik dibandingkan negara-negara di Afrika.

Berkat surveilans mereka, sekuens virus yang menjadi penyebab wabah Covid-19 di Provinsi Gauteng dengan cepat bisa didapatkan, ketika tingkat infeksinya bisa dikatakan rendah, sekitar 10 kasus per 100.000 orang.

Jika sumber utama kekhawatiran adalah tingkat penyebaran, bukan berarti kita bisa menarik nafas lega.

Sekali lagi, kita harus bertanya, bagaimana virus dengan begitu banyak mutasi bisa muncul. Tidak ada jawaban yang pasti, tapi kecurigaan kita adalah, ia berevolusi pada seorang pasien yang sistem kekebalannya lemah dan terinfeksi dalam jangka waktu lama.

Setelah itu, virus ini menular ke orang-orang lain melalui pola mata rantai yang tidak kita ketahui untuk sementara ini.

Apa yang bisa kita lakukan dalam menghadapi varian baru?

Saat ini, "senjata" yang kita punya tetap sama: vaksinasi, memakai masker, jaga jarak, dan membuka ventilasi pada ruangan tertutup.

Upaya-upaya ini diharapkan mengurangi paparan virus semaksimal mungkin dan secara bersamaan kita menambah jumlah orang yang divaksin di semua negara.

Harapan lain adalah, usaha ini membatasi kemungkinan adanya mutasi-mutasi baru virus corona.

Meski kita berpikiran bahwa setelah varian Delta mungkin sulit bagi virus corona "melahirkan" varian baru yang masuk dalam daftar perhatian (variant of concern, VOC), varian Omicron membuat kita semua terhenyak.

Terlepas dari apakah nantinya Omicron menimbulkan dampak-dampak serius yang menjustifikasi keputusan WHO menggolongkannya sebagai VOC, jelas bahwa evolusi virus corona mungkin akan melahirkan kejutan.

Semakin cepat kita memotong kemungkinan-kemungkinan tersebut, makin baik kita semua.

* Fernando Gonzlez Candelas adalah Profesor bidang genetika. Dia menjabat Ketua Unit Riset Gabungan "Infeksi dan Kesehatan Masyarakat" FISABIO-Universitat de Valncia. Artikel yang dia tulis diterbitkan The Conversation.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Kenali Virus Corona Varian Nimbus: Penularan, Gejala, hingga Pengobatan Covid-19 Terbaru

Health | Kamis, 12 Juni 2025 | 20:45 WIB

Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?

Alert! Kasus Covid-19 Indonesia Naik Lagi, Vaksin Masih Gratis?

Health | Senin, 11 Desember 2023 | 11:54 WIB

7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain

7 Gejala Omicron Kraken, Paling Cepat Menular Dibanding Varian Lain

Health | Kamis, 12 Januari 2023 | 06:40 WIB

6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!

6 Gejala Omicron BF.7 yang Banyak Dikeluhkan, Varian Sudah Masuk Indonesia!

News | Jum'at, 30 Desember 2022 | 21:45 WIB

Covid-19 Subvarian Omicron BN.1 Masuk Jakarta, 24 Orang Sudah Terpapar

Covid-19 Subvarian Omicron BN.1 Masuk Jakarta, 24 Orang Sudah Terpapar

News | Jum'at, 09 Desember 2022 | 19:34 WIB

Omicron XBB Merebak, Kemenkes Minta Seluruh Provinsi di Indonesia Batasi Izin Konser

Omicron XBB Merebak, Kemenkes Minta Seluruh Provinsi di Indonesia Batasi Izin Konser

Health | Kamis, 10 November 2022 | 19:10 WIB

Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Apa Itu Omicron XBB dan Gejalanya?

Jadi Penyebab Lonjakan Kasus Covid-19, Apa Itu Omicron XBB dan Gejalanya?

News | Kamis, 10 November 2022 | 13:51 WIB

Covid-19 Jenis XBB Masuk Indonesia: Siapa Saja yang Rentan Terinfeksi dan Bagaimana Cara Penularannya?

Covid-19 Jenis XBB Masuk Indonesia: Siapa Saja yang Rentan Terinfeksi dan Bagaimana Cara Penularannya?

Health | Jum'at, 04 November 2022 | 12:57 WIB

Heboh Infeksi Covid-19 Varian XBB Tidak Terdeteksi Lewat Antigen, Satgas IDI Beberkan Faktanya

Heboh Infeksi Covid-19 Varian XBB Tidak Terdeteksi Lewat Antigen, Satgas IDI Beberkan Faktanya

Health | Kamis, 03 November 2022 | 06:10 WIB

Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19

Waspada Varian Omicron XBB! Rentan Menginfeksi Orang yang Belum Pernah Sakit Covid-19

Health | Kamis, 03 November 2022 | 15:05 WIB

Terkini

Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa

Muktamar ke-35 NU Teguhkan Taawun, Kemandirian Umat dan Persatuan Bangsa

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 21:01 WIB

Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!

Bonus Pulsa Telkomsel Rp17 Ribu Khusus Transaksi via BRImo, Klaim Sekarang!

Bri | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:55 WIB

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

Pos Polisi Slipi Dirusak Massa, Warga Palmerah Rasakan Pedihnya Gas Air Mata

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur

Buka Muktamar ke-35 NU, Prabowo Subianto: Saya Tak Ikut Campur

Jatim | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Terungkap, Revaldo Fifaldi Terjerat Narkoba Lagi Usai Bertemu Residivis di Tempat Rehab

Terungkap, Revaldo Fifaldi Terjerat Narkoba Lagi Usai Bertemu Residivis di Tempat Rehab

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:48 WIB

OCBC Hadirkan Fitur Wealth Management, Dukung Nasabah Wujudkan Tujuan Finansial

OCBC Hadirkan Fitur Wealth Management, Dukung Nasabah Wujudkan Tujuan Finansial

Bisnis | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Demo DPR Memanas, Simak Penyesuaian 21 Rute Transjakarta Malam Ini

Demo DPR Memanas, Simak Penyesuaian 21 Rute Transjakarta Malam Ini

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:42 WIB

Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Penggeledahan Emas dan Uang Dinyatakan Sah

Hakim Tolak Praperadilan Febrie Adriansyah, Penggeledahan Emas dan Uang Dinyatakan Sah

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:39 WIB

Update KRL Malam Ini: Rute Rangkasbitung Direkayasa Akibat Massa Aksi DPR di Jalur Rel

Update KRL Malam Ini: Rute Rangkasbitung Direkayasa Akibat Massa Aksi DPR di Jalur Rel

News | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:31 WIB

6 Sunscreen Indomaret untuk Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah sesuai Review

6 Sunscreen Indomaret untuk Flek Hitam dan Mencerahkan Wajah sesuai Review

Lifestyle | Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:20 WIB

×