facebook

Gedung Cyber Kuningan Kebakaran, Wagub DKI: Lantai 2 Tak Ada Data-data Pemerintah

Agung Sandy Lesmana | Fakhri Fuadi Muflih
Gedung Cyber Kuningan Kebakaran, Wagub DKI: Lantai 2 Tak Ada Data-data Pemerintah
Kebakaran Gedung Cyber di Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Kamis (2/12/2021) siang. Gedung Cyber Kuningan Kebakaran, Wagub DKI: Lantai 2 Tak Ada Data-data Pemerintah. [Instagram@humasjakfire]

"Di lantai 2 ini tidak ada data-data pemerintah," kata Riza.

Suara.com - Kebakaran di gedung Cyber, Kuningan Barat, Jakarta Selatan pada Kamis (2/12/2021) menjadi sorotan. Pasalnya, tempat itu mengerjakan pengoperasian jaringan dan server banyak perusahaan termasuk pemerintahan.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria memastikan data pemerintah yang disimpan dalam server di gedung tersebut aman. Ia sudah melakukan peninjauan ke lokasi malam setelah kejadian.

"Memang di gedung ini ada, tapi alhamdulillah yang terbakar tidak ada. Data-data pemerintah sejauh ini aman," ujar Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (3/12/2021).

Riza mengatakan data pemerintah yang disimpan di gedung ini ada di lantai lainnya yang aman dari si jago merah.

Baca Juga: Pengelola Gedung Cyber 1 Sebut 2 Korban Tewas Tak Sadar Ada Bunyi Alarm Saat Kebakaran

"Di lantai 2 ini tidak ada data-data pemerintah," kata Riza.

Politisi Gerindra itu menyebut data yang terdampak adalah milik perusahaan swasta. Namun, ia meyakini hal ini akan diperbaiki secepatnya.

"Memang ada data-data pihak swasta. Tapi insya Allah sudah ada yang mengatasinya," kata dia.

Sudah Beroperasi

Manager pengelola Gedung Cyber 1, Dwi Anggodo, mengatakan kekininan gedung telah beroperasi normal. Hanya saja, titik kebakaran, yakni pada lantai dua, belum beroperasi hingga kini.

Baca Juga: Lantai 2 Gedung Cyber Belum Beroperasi Normal, Karyawan Ngantor Naik Tangga Darurat

“Kantor selain yang terdampak lantai 2 itu sudah beroperasi normal," kata Dwi.

Dwi menambahkan, ruang server yang berada di lantai dua hingga kini juga belum pulih. Ihwal data-data, kata Dwi, setiap perusahaan memiliki perlindungan dan pencadangan menggunakan Disaster Recovery Center (DRC).

“Iya belum (pulih). Tapi setiap perusahaan yang menempatkan server di situ kan punya DRC (Disaster Recovery Center). Ada beberapa perusahaan server yang sudah beroperasi seperti semula,” papar Dwi.

Dwi menyampaikan, hingga kini lift belum dapat dioperasikan. Untuk operasional kerja para pegawai, pihak pengelola telah menyiapkan tangga darurat.

Dua Orang Tewas

Sebelumnya, Seto (18), korban tewas dalam peristiwa kebakaran Gedung Cyber  ternyata sempat terjebak di dalam ruangan selama 20 menit. Seto ditemukan di dekat tangga saat dievakuasi petugas pemadam kebakaran.

Seto tercatat sebagai warga Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Ia bukan karyawan di Gedung Cyber I, namun hanya visitor.

"Meninggal diselamatkan petugas damkar menyisir sehingga ditemukan korban itu setelah ditemukan dievakuasi. Ditemukan dekat tangga," kata Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Kota Jakarta Selatan, Herbert Plider Lomba Gaol saat dikonfirmasi, Kamis (12/2/2021).

Herbert menegaskan kalau korban meninggal dunia bukan karena terbakar api. Akan tetapi korban menghirup asap yang mengepul di dalam ruangan.

Sementara itu, korban lainnya bernama Muhammad Redzuan Khadafi berusia 17 tahun meninggal dunia saat tengah dilarikan ke RSUD Mampang, Jakarta Selatan.

Untuk peristiwa kali ini, pihak pemadam kebakaran menerjunkan 22 unit mobil pemadam kebakaran dan 100 personel untuk memadamkan api yang berada di lantai 2.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar