Elektabilitas Demokrat dan AHY Moncer, Kemenangan Melawan Moeldoko Disorot

Aprilo Ade Wismoyo

Rabu, 08 Desember 2021 | 09:32 WIB
Elektabilitas Demokrat dan AHY Moncer, Kemenangan Melawan Moeldoko Disorot
Ketum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). [tangkapan layar Instagram]

Suara.com - Elektabilitas Partai Demokrat di bawah kepemimpinan Agus harimurti Yudhoyono (AHY) disebut terus mengalami tren kenaikan berdasarkan hasil survei dari dua lembaga yaitu Indikator Politik Indonesia dan Polmatrix.

Melansir Wartaekonomi.co.id -- jaringan Suara.com, Kepala Balitbang DPP Partai Demokrat Tomi Satryatomo menyebut dua hasil survei itu tidak bisa dilepaskan dari kepemimpinan AHY.

Tak hanya itu, kemenangan AHY atas Moeldoko yang berupaya merebut Partai Demokrat secara inkonstitusional dinilai jadi faktor lain yang menyebabkan naiknya elektabilitas.

"Ini bukan hanya menunjukkan AHY mampu mengikuti lika-liku hukum. Tapi, juga kemampuan politik AHY untuk merangkul elemen-elemen kekuasaan lainnya," ujar Tomi kepada wartawan, Selasa (7/12/2021). 

Tomi menambahkan, elektabilitas yang bagus ini muncul karena dukungan publik terhadap Demokrat dan AHY terkait kisruh melawan Moeldoko.

Figur AHY juga dinilai punya kemampuan untuk melakukan lobi politik dan memperlihatkan kualitas kepemimpinan. 

"Semua setuju bahwa tindakan Moeldoko keliru dan mencoreng demokrasi," jelas Tomi.

Menurutnya, melawan Moeldoko merupakan ujian bagi AHY sebagai seorang pemimpin partai. Namun, putusan pengadilan yang memenangkan AHY jadi acuan publik menaruh simpati. 

"Kemenangan AHY di ranah politik dan hukum inilah yang meyakinkan publik bahwa AHY memiliki kemampuan kepemimpinan yang menjanjikan, yang dibutuhkan untuk membawa bangsa ini menjadi lebih baik," tutur Tomi.

baca juga
Ketum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (tangkapan layar/video)
Ketum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (tangkapan layar/video)

Sebelumnya, diketahui bahwa survei Indikator menunjukkan tren elektabilitas Demokrat terus naik dari 4,6 persen pada Januari 2020. Kenaikan ini dengan rincian 5,6 persen (September 2020), 5,4 persen (Januari 2021), 7,5 persen (April 2021), 9 persen (Juli 2021) hingga 10 persen (Des 2021). 

Dengan elektabilitas 10 persen per Desember 2021, Demokrat moncer dan berada di urutan keempat setelah PDI-P (26,4 persen), Gerindra (15,2 persen), dan Golkar (10,6 persen). 

Survei Indikator diselanggarakan periode 2 hingga 6 November 2021, melibatkan 2.020 responden dengan toleransi kesalahan 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Merujuk hasil survei Polmatrix, tren elektabilitas Demokrat cenderung naik sejak Mei dengan 3,8 persen. Rincian kenaikan itu seperti 3,7 persen (Sep 2020), 7,5 persen (Desember 2020), 8,1 persen (April 2021), 11,3 persen (Agustus 2021) dan 9 persen (Desember 2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

PPKM Level 3 Dibatalkan, KSP Moeldoko Pastikan Tetap Ada Pembatasan

PPKM Level 3 Dibatalkan, KSP Moeldoko Pastikan Tetap Ada Pembatasan

Surakarta | Selasa, 07 Desember 2021 | 22:00 WIB

PPKM Level 3 Dibatalkan, Moeldoko: Tetap Ada Pembatasan!

PPKM Level 3 Dibatalkan, Moeldoko: Tetap Ada Pembatasan!

Surakarta | Selasa, 07 Desember 2021 | 17:00 WIB

PPKM Level 3 Nataru Batal, Anak Buah AHY: Pemerintah Jangan Plin plan Kayak Dulu-dulu

PPKM Level 3 Nataru Batal, Anak Buah AHY: Pemerintah Jangan Plin plan Kayak Dulu-dulu

News | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:46 WIB

Kepala KSP Moeldoko Sebut PPKM Level 3 Batal Karena Kebijakan Presiden Jokowi

Kepala KSP Moeldoko Sebut PPKM Level 3 Batal Karena Kebijakan Presiden Jokowi

Sulsel | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:43 WIB

Demokrat Klaim Elektabilitas AHY Naik, Tomi: Untuk Membawa Bangsa ini Menjadi Lebih Baik

Demokrat Klaim Elektabilitas AHY Naik, Tomi: Untuk Membawa Bangsa ini Menjadi Lebih Baik

Bekaci | Selasa, 07 Desember 2021 | 15:22 WIB

PPKM Level 3 Serentak Batal, Moeldoko Ungkap Kebijakan Gas-Rem Jokowi

PPKM Level 3 Serentak Batal, Moeldoko Ungkap Kebijakan Gas-Rem Jokowi

Riau | Selasa, 07 Desember 2021 | 14:50 WIB

Terkini

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 09:03 WIB

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:55 WIB

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM

News | Jum'at, 26 Juni 2026 | 07:38 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:44 WIB

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:43 WIB

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:28 WIB

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 21:26 WIB