alexametrics

Helikopter Militer yang Ditumpangi Kepala Pertahanan India Jatuh, Tewaskan 4 Orang

Reza Gunadha | Rima Suliastini
Helikopter Militer yang Ditumpangi Kepala Pertahanan India Jatuh, Tewaskan 4 Orang
Helikopter militer India yang ditumpangi Kepala Pertahanan jatuh. (Twitter/@AakashHassan)

Belum diketahui apakah Kepala Pertahanan India, Jenderal Bipin Rawat salah satu di antara korban tewas.

Suara.com - Helikopter militer yang membawa kepala pertahanan India, Bipin Rawat jatuh di negara bagian selatan pada hari ini, Rabu (8/12/2021).

Menyadur The Independent, kecelakaan ini menewaskan sedikitnya empat orang dan belum diketahui apakah Jenderal Rawat, 63 salah satu di antaranya.

“Helikopter Mi-17V5 IAF, dengan CDS Gen Bipin Rawat di dalamnya, mengalami kecelakaan hari ini di dekat Coonoor, Tamil Nadu.”

"Penyelidikan telah diperintahkan untuk memastikan penyebab kecelakaan itu," cuitan resmi Angkatan Udara India di Twitter.

Baca Juga: Kesal Tak Kunjung Diperbaiki, Warga India Bikin Pemujaan untuk Jalan Berlubang

Helikopter itu dilaporkan mengangkut 14 penumpang termasuk Chief of Defence Jenderal Rawat dan istrinya Madhulika Rawat.

Angkatan Udara India mengonfirmasi Jenderal Rawat ada di dalam helikopter saat itu dan telah terbang ke Sulur pada Rabu pagi.

Kecelakaan itu terjadi di distrik Nilgiris di negara bagian Tamil Nadu, tak lama setelah helikopter itu lepas landas dari pangkalan militer di Sulur.

Sedikitnya empat orang dilaporkan tewas dan tiga lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Umum Coonoor, yang terletak sekitar 7 km dari lokasi kecelakaan.

Ini bukan kecelakaan helikopter pertama yang melibatkan Jenderal Rawat — dia selamat dari insiden pada tahun 2015 ketika helikopternya jatuh di negara bagian Nagaland di timur laut.

Baca Juga: Tuntut Perbaikan, Warga Kota Bengaluru India Gelar Upacara di Lubang Jalan

Jenderal Rawat adalah pejabat paling senior di militer India, serta penasihat Kementerian Pertahanan. Dia sebelumnya menjabat kepala tentara India.

Dia ditunjuk sebagai CDS pertama India oleh pemerintah Perdana Menteri Narendra Modi pada tahun 2019 — sebuah posisi yang dibuat dengan tujuan untuk mengintegrasikan tentara, angkatan laut dan angkatan udara.

Komentar