Gletser Besar di Antartika Meleleh Cepat dan Dapat Pecah Dalam 5-10 Tahun

Siswanto, BBC

Rabu, 15 Desember 2021 | 19:24 WIB
Gletser Besar di Antartika Meleleh Cepat dan Dapat Pecah Dalam 5-10 Tahun
BBC

Suara.com - Para ilmuwan memperingatkan perubahan dramatis di salah satu gletser terbesar di Antartika berpotensi terjadi dalam lima hingga 10 tahun ke depan.

Mereka mengatakan bagian depan Gletser Thwaites yang mengambang dan sampai sekarang relatif stabil bisa "pecah seperti kaca depan mobil".

Sekelompok peneliti dari AS dan Inggris saat ini terlibat dalam program penelitian yang intens di Thwaites karena kecepatan lelehan gletser itu.

Saat ini saja, Gletser Thwaites sudah membuang 50 miliar ton es ke laut setiap tahun.

BACA JUGA:

Ini tidak banyak berdampak pada permukaan laut global, namun ada cukup banyak es di hulu cekungan drainase gletser tersebut untuk menaikkan permukaan laut setinggi 65cm - jika semuanya mencair.

Skenario "kiamat" seperti itu mungkin tidak akan terjadi selama berabad-abad, tetapi tim peneliti mengatakan Thwaites sekarang merespons dunia yang memanas dengan cara yang sangat cepat.

"Akan ada perubahan dramatis di bagian depan gletser, mungkin dalam waktu kurang dari satu dekade. Sejumlah studi, baik yang dipublikasikan maupun yang belum dipublikasikan, menunjukkan ke arah itu," kata ahli glasiologi Prof Ted Scambos, koordinator utama AS untuk International Thwaites Glacier Collaboration (ITGC).

"Ini akan mempercepat pelelehan (Thwaites) dan secara efektif memperluas bagian berbahaya dari gletser," katanya kepada BBC News.

baca juga

Thwaites adalah gletser raksasa. Luasnya kira-kira seukuran Inggris, atau Florida, dan kecepatan arus keluarnya telah berlipat ganda dalam 30 tahun terakhir.

ITGC telah memastikan bagaimana ini terjadi, yaitu akibat menghangatnya air laut di bawah bagian depan Thwaites yang mengambang, dikenal sebagai bongkahan es, dan mencairkannya.

Air hangat menipis dan melemahkan es ini, sehingga mengalir lebih cepat dan mendorong zona tempat badan gletser utama mengambang.

Saat ini, tepi bongkahan es bagian timur tertahan di tempat oleh pegunungan bawah laut, yang berarti kecepatan alirannya hanya sepertiga dari yang teramati di bagian barat bongkahan es yang tidak tertahan seperti itu.

Tetapi tim ITGC mengatakan rak timur kemungkinan akan lepas dalam beberapa tahun ke depan yang akan menjadikannya tidak stabil. Dan bahkan jika ia bertahan, retakan yang terus terjadi pada bongkahan es hampir pasti akan memecah area tersebut.

Baca juga:

"Saya memvisualisasikannya agak mirip dengan jendela mobil di mana Anda memiliki beberapa retakan yang perlahan-lahan menyebar, dan kemudian tiba-tiba Anda melewati polisi tidur dan semuanya mulai pecah ke segala arah," jelas Dr Erin Pettit dari Oregon State University, AS.

Daerah yang terdampak amatlah kecil dalam konteks gletser secara keseluruhan, namun perubahan situasi ini dan artinya bagi nasib gletser di masa depanlah yang merupakan signifikansi sebenarnya.

Saat ini, bongkahan es bagian timur, yang memiliki lebar sekitar 40 km, bergerak dengan kecepatan 600m per tahun. Namun di masa depan mungkin kecepatan tersebut akan meningkat menjadi sekitar 2 km per tahun - sama dengan kecepatan saat ini yang tercatat di sektor barat selebar 80 km.

Didanai bersama oleh Yayasan Sains Nasional AS dan Dewan Penelitian Lingkungan Alam Inggris, proyek ITGC lima tahun menempatkan Thwaites di bawah pengawasan yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Setiap musim panas Antartika, tim ilmuwan menyelidiki perilaku gletser dengan segala cara yang mungkin. Dari satelit, di atas es, dan dari kapal di depan Thwaites.

Tim-tim itu sedang dalam perjalanan untuk musim baru penelitian sekarang, beberapa di antara mereka sedang menjalani karantina Covid sebelum turun ke lapangan.

Salah satu proyek untuk Tahun Baru akan melihat kapal selam kuning yang dinamakan "Boaty McBoatface" menyelam di bawah es mengambang Thwaites untuk mengumpulkan data tentang suhu air, arah arus, dan turbulensi - semua faktor yang mempengaruhi pelelehan.

Kendaraan tanpa awak itu akan melakukan misi yang berlangsung satu hingga empat hari, menavigasi jalannya sendiri melalui rongga di bawah bongkahan. Ini berisiko tinggi karena medan di dasar laut sangat kasar.

"Ini menakutkan. Kita mungkin tidak akan mendapatkan Boaty kembali," kata Dr Alex Phillips dari Pusat Oseanografi Nasional Inggris.

"Kami telah berusaha keras dalam setahun ke belakang untuk membuat kendaraan ini dapat menghindari tabrakan, untuk memastikan tidak menabrak dasar laut. Kami juga punya rencana cadangan di mana jika ia (kapal selam) menemui masalah, ia dapat menelusuri kembali langkah-langkahnya dan mundur ke tempat yang aman. "

Temuan ilmiah terbaru tentang Gletser Thwaites sedang dipresentasikan minggu ini di American Geophysical Union Fall Meeting di New Orleans.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

BRI Dorong Inklusi Keuangan Lewat Holding UMi yang Genap Berusia 5 Tahun

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Holding UMi Jadi Strategi BRI Perluas Akses Keuangan dan Pemberdayaan

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:41 WIB

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

33,8 Juta Debitur Dilayani, BRI Perkuat Peran dalam Holding UMi

Kaltim | Minggu, 13 September 2026 | 11:38 WIB

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Lima Tahun Holding UMi, BRI Bangun Ekosistem Keuangan Terintegrasi

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:36 WIB

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Apa Kandungan Moisturizer yang Harus Dihindari oleh Remaja? Ini 7 Jawabannya

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 11:35 WIB

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM

Sulsel | Minggu, 13 September 2026 | 11:33 WIB

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

5 Tahun Holding UMi, Sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM Dorong UMKM Bertumbuh

Jogja | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

A Wild Last Boss Appeared! Season 2 Ungkap Karakter Baru dan Jadwal Tayang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 11:30 WIB

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Lima Tahun Keberadaan Holding Ultra Mikro Mampu Mendorong UMKM Naik Kelas

Sumut | Minggu, 13 September 2026 | 11:29 WIB

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

Bukan Cuma Ekonomi, Prabowo Didorong Bawa Isu Kesehatan dan Bencana di KTT BRICS

News | Minggu, 13 September 2026 | 11:26 WIB

×