Penguin Langka dari Antartika Tersasar 3.000 Kilometer ke Selandia Baru

Siswanto, BBC

Selasa, 16 November 2021 | 13:01 WIB
Penguin Langka dari Antartika Tersasar 3.000 Kilometer ke Selandia Baru
BBC

Suara.com - Seekor penguin tersasar ke Selandia Baru, sekitar 3.000 kilometer dari habitatnya di Kutub Selatan.

Penguin jenis Adlie (Pygoscelis adeliae) ini pertama kali ditemukan oleh Harry Singh saat dia dan istrinya sedang berjalan-jalan di pantai kawasan Birdlings Flat, 45 kilometer sebelah selatan Kota Christchurch.

"Pertama saya mengira itu boneka. Tapi tiba-tiba penguin tersebut menggerakkan kepalanya, baru saya menyadari itu penguin sungguhan," kata Harry kepada BBC.

Penguin tersebut belakangan dinamai Pingu oleh para warga setempat.

Keberadaan Pingu sendiri terbilang langka karena selama ini hanya ada tiga penampakan penguin jenis Adlie yang tercatat di Selandia Baru.

Baca juga:

Saat ditemukan di pantai, Pingu tampak tersesat dan sendirian sebagaimana terlihat dalam tayangan rekaman video yang diunggah Harry Singh ke Facebook.

"Dia tidak bergerak selama satu jam ... dan [terlihat] keletihan," ujar Singh.

Karena penguin itu tidak berenang ke laut, Singh khawatir hewan tersebut bisa menjadi target binatang predator di pantai. Singh lantas memanggil para penyelamat penguin.

baca juga

"Kami tidak mau penguin itu berada di dalam perut anjing atau kucing," cetusnya.

Singh akhirnya dapat menghubungi Thomas Stracke, sosok yang merawat penguin di sebelah selatan Selandia Baru selama 10 tahun.

Stracke terkejut ketika mendapati bahwa penguin itu jenis Adlie, spesies yang hanya hidup di kawasan Antartika.

Stracke, bersama seorang dokter hewan, kemudian menyelamatkan Pingu.

Bobot tubuh kurang dan dehidrasi

Serangkaian tes darah yang dilakukan terhadap Pingu menunjukkan bobot tubuh penguin tersebut sedikit kurang dan mengalami dehidrasi. Pingu lalu diberikan cairan dan makanan melalui selang khusus.

Begitu kondisinya segar bugar, Pingu akan dilepaskan ke sebuah pantai di Semenanjung Banks yang tidak ada anjing berkeliaran.

Penemuan penguin Adlie di Selandia Baru hanya tercatat tiga kali. Dua peristiwa sebelumnya terjadi pada 1993 dan 1962.

Para pakar berpendapat bahwa ada pertanda buruk jika masyarakat Selandia Baru semakin sering menyaksikan penguin Adlie di masa mendatang.

"Menurut saya, jika kita mulai kedatangan penguin Adlie setiap tahun, sesuatu berubah di laut yang kita perlu pahami," papar Profesor Philip Seddon, guru besar zoologi di Universitas Otago kepada The Guardian.

"Lebih banyak kajian akan memberikan kita pemahaman lebih banyak ke mana penguin pergi, apa yang mereka lakukan, tren populasinya seperti apa. Intinya mereka akan memberitahu kita mengenai kesehatan ekosistem bahari secara umum," ujar Seddon.

Reportase oleh wartawan BBC, Zubaidah Abdul Jalil

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Viral Video Suporter di Antartika Rayakan Kemenangan Argentina ke Final Piala Dunia 2026

Bola | Jum'at, 17 Juli 2026 | 06:51 WIB

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Mengejar Koruptor Tak Perlu ke Antartika! Cukup Penegakan Hukum Konsisten

Your Say | Senin, 13 Juli 2026 | 07:30 WIB

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Dulunya Hutan Tropis Kini Benua Es, Bagaimana Antartika Terbentuk?

Tekno | Jum'at, 10 Juli 2026 | 16:06 WIB

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

Nanoplastik ditemukan di Antartika: Bagaimana bisa Sampai ke Sana?

News | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:29 WIB

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

Alarm Bumi! Antartika Mulai Mencair dari Bawah, Ilmuwan Ungkap Ancaman Besar

News | Kamis, 30 April 2026 | 07:43 WIB

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun

Tekno | Senin, 06 Oktober 2025 | 18:48 WIB

Es Antartika Terus Menyusut, Ilmuwan Bongkar Faktor Tersembunyi

Es Antartika Terus Menyusut, Ilmuwan Bongkar Faktor Tersembunyi

Your Say | Jum'at, 12 September 2025 | 13:53 WIB

Jejak Manusia di Antartika: Lonjakan Wisata dan Riset Picu Percepatan Pencairan Es

Jejak Manusia di Antartika: Lonjakan Wisata dan Riset Picu Percepatan Pencairan Es

Your Say | Selasa, 26 Agustus 2025 | 15:33 WIB

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

Benarkah Daratan Antartika Menghijau: Apa yang Mesti Kita Tahu?

News | Senin, 30 Juni 2025 | 16:05 WIB

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Bagaimana Serangga Asli Antartika Melawan Dingin

Tekno | Sabtu, 15 Februari 2025 | 21:00 WIB

Terkini

Kreator Jun Maeda Idap Kanker, Pilih Perawatan Paliatif demi Terus Berkarya

Kreator Jun Maeda Idap Kanker, Pilih Perawatan Paliatif demi Terus Berkarya

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:30 WIB

Respons Polemik Ijazah Gibran, PKS Tugaskan Fraksi DPR Jajaki Langkah Politik di Senayan

Respons Polemik Ijazah Gibran, PKS Tugaskan Fraksi DPR Jajaki Langkah Politik di Senayan

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:21 WIB

Marak Perundungan Anak, DPR Usul UU Khusus Tapi KPAI Beri Catatan Ini

Marak Perundungan Anak, DPR Usul UU Khusus Tapi KPAI Beri Catatan Ini

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Budaya Produktivitas & Tekanan Hidup Selalu Cepat: Bolehkah Kita Melambat?

Budaya Produktivitas & Tekanan Hidup Selalu Cepat: Bolehkah Kita Melambat?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Paket Serum dan Moisturizer Lokal Murah Under Rp50 Ribu, Cek 3 Rekomendasinya

Paket Serum dan Moisturizer Lokal Murah Under Rp50 Ribu, Cek 3 Rekomendasinya

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Kritik Pusham UII: Punya Kementerian HAM tapi Kasus HAM Berat Mandek!

Kritik Pusham UII: Punya Kementerian HAM tapi Kasus HAM Berat Mandek!

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

Asap Picu ISPA, Ruang Rawat RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh Penuh

News | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:17 WIB

Gaji Naik, Gaya Hidup Ikut Melonjak: Mengapa Kita Sulit Menambah Tabungan?

Gaji Naik, Gaya Hidup Ikut Melonjak: Mengapa Kita Sulit Menambah Tabungan?

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:15 WIB

Sinopsis Motherland, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch dan Eisaya Hosuwan

Sinopsis Motherland, Drama Thailand Terbaru Pon Nawasch dan Eisaya Hosuwan

Your Say | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:15 WIB

5 Parfum Scarlett untuk Pria yang Wanginya Tahan Lama, Bisa Awet hingga 16 Jam

5 Parfum Scarlett untuk Pria yang Wanginya Tahan Lama, Bisa Awet hingga 16 Jam

Lifestyle | Selasa, 20 Oktober 2026 | 14:15 WIB

×