Tim LaporCovid-19: Tunda Vaksin Booster Sebelum Kelompok Rentan Capai Target

Jum'at, 17 Desember 2021 | 17:24 WIB
Tim LaporCovid-19: Tunda Vaksin Booster Sebelum Kelompok Rentan Capai Target
Ilustrasi vaksinasi Covid-19. [Istimewa]

Suara.com - Tim Koalisi Warga LaporCovid-19 meminta rencana penyuntikan vaksin dosis ketiga atau booster di Indonesia yang rencananya dimulai awal 2022 ditunda terlebih dahulu.

Co-Founder LaporCovid-19 Irma Hidayana menjelaskan, masih banyak kelompok rentan seperti kelompok lanjut usia atau lansia, masyarakat adat, dan kaum difabel yang belum divaksin.

"Ancaman paling dekat saat ini adalah vaksin booster yang rencananya tidak dibagikan secara gratis. Ini sangat berbahaya karena masih banyak lansia dan kelompok masyarakat rentan lainnya seperti masyarkat adat, kaum disabilitas dan sebagainya yang belum mendapatkan dosis satu dan dosis dua," kata Irma dalam Catatan Akhir Tahun 2021 LBH Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Dia menegaskan bahwa capaian vaksinasi secara nasional yang saat ini sudah mencapai 72,14 persen untuk dosis pertama dan 50,91 persen untuk dosis kedua bukan jaminan kekebalan kelompok atau herd immunity di Indonesia akan tercapai.

"Cakupan vaksinasi Indonesia cukup besar itu selalu dibanggakan oleh pemerintah. Padahal WHO sudah mengingatkan capaian yang besar itu bukan jaminan bahwa pelaksanaan program vaksinasi itu efektif melindungi warganya harus dilihat siapa dulu yang divaksin," jelasnya.

Cakupan vaksinasi yang tinggi tersebut menurutnya belum merata karena kelompok lansia yang divaksin dosis pertama baru 59,14 persen dan dosis kedua 38,47 persen.

"Tapi kita melihat yang divaksin bukan kelompok rentan, tapi banyak selebgram atau artis yang justru divaksin duluan," ungkapnya.

"Vaksin booster seharusnya tidak dilakukan dulu apabila vaksin dosis satu dan dosis dua belum diterima kelompok rentan ini," lanjut Irma.

Padahal seharusnya kelompok rentan inilah yang harus segera divaksinasi karena mereka memiliki tingkat kesakitan yang lebih tinggi jika terinfeksi Covid-19, terlebih dengan munculnya varian Omicron.

Baca Juga: LaporCovid-19: Banyak Pasien Covid Terlilit Utang Berobat Karena Tak Ditanggung Negara

"Ini tantangan yang harus segera diselesaikan secepat mungkin sebelum badai omicron benar-benar menyapu kembali indonesia," tutup Irma.

Diketahui, Pemerintah telah menyuntikkan 149,617,605 dosis (71.84 persen) vaksin pertama dan 105,558,259 dosis (50.68 persen) vaksin kedua kepada masyarakat yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Kelompok lansia yang sudah divaksin dosis pertama baru sebanyak 12.745.677 orang atau 59,14 persen dan dosis kedua baru sebanyak 8.292.187 orang atau 38,47 persen, dari total 21.553.118 target lansia yang harus divaksinasi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI