Vaksin Covid Kadaluwarsa: Nigeria Musnahkan Lebih dari Satu Juta Dosis

Siswanto | BBC | Suara.com

Sabtu, 25 Desember 2021 | 14:54 WIB
Vaksin Covid Kadaluwarsa: Nigeria Musnahkan Lebih dari Satu Juta Dosis
BBC

Suara.com - Nigeria - negara paling padat di Afrika - dengan cakupan vaksinasi hanya sekitar 5% menghancurkan lebih dari satu juta dosis vaksin AstraZeneca karena mendekati masa akhir pemakaian.

Cakupan vaksinasi rata-rata negara-negara lain di Afrika, termasuk Afrika Selatan mencapai 24%.

Penghancuran vaksin ini dilakukan setelah pemerintah mengklaim sebagian dosis vaksin yang disumbangkan negara-negara Barat hanya memiliki masa berlaku beberapa minggu lagi setelah tiba.

Para pejabat kesehatan dan wartawan Rabu (22/12) lalu menyaksikan truk-truk yang mengangkut ribuan boks berisi botol vaksin yang dibuang di tempat pembuangan sampah di ibu kota Abju, dan dihancurkan dan dikubur dengan menggunakan buldoser.

Vaksin ini tak bisa disalurkan tepat waktu, yang akhirnya membuat vaksin-vaksin tersebut kedaluwarsa pada bulan lalu.

Vaksin yang tak terpakai dan kedaluwarsa ini dibuat oleh AstraZeneca dan dikirim dari Eropa, kata beberapa sumber di Nigeria kepada Reuters.

Nigeria mendapatkan vaksin ini melalui skema berbagi vaksin COVAX, yang digalang oleh aliansi vaksin GAVI dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca juga:

Sumber ketiga mengatakan saat diterima, batas akhir pemakaian vaksin ini antara empat hingga enam pekan.

Ia mengatakan, otoritas kesehatan Nigeria "sudah berusaha menyalurkan vaksin-vaksin ini, namun gagal mengejar batas akhir".

Data menunjukkan, Nigeria -- setelah sempat kesulitan mendapatkan vaksin - menerima 700 juta dosis vaksin AstraZeneca dari Inggris bulan Agustus, dan 800 juta dari Kanada pada September, dan 500 juta dosis dari Prancis bulan Oktober.

Pada saat yang hampir bersamaan, Nigeria menerima empat juta dosis vaksin Moderna dan 3,6 juta dosis vaksin Pfizer dari Amerika Serikat.

Dalam kondisi ideal, vaksin AstraZeneca bisa bertahan setidaknya enam bulan.

Namun, Kementerian Kesehatan Nigeria mengatakan saat diterima vaksin ini "mendekati batas akhir penggunaan, yang menyebabkan komplikasi distribusi di lapangan".

"Kami tak punya waktu banyak, hanya sekitar beberapa pekan untuk menggunakan vaksin-vaksin ini, setelah dipotong dengan lamanya pengangkutan, pengecekan, dan pengiriman ke para pengguna," kata Osagie Ehanire, menteri kesehatan Nigeria.

Ia mengatakan vaksin datang beruntun, yang bisa menyebabkan antrean distribusi menjadi semakin panjang.

Pemerintah mengatakan vaksin-vaksin yang kedaluwarsa akan dihancurkan dan "sekarang dengan berat hati menolak vaksin yang mendekai batas akhir penggunaan atau yang tak bisa diterima tepat waktu".

Baca juga:

Nigeria bukan satu-satunya negara di Afrika yang menghadapi masalah vaksin dengan batas akhir penggunaan yang pendek.

Malawi dan Sudan Selatan juga memiliki masalah serupa.

Negara lain, seperti Republik Demokratik Kongo, memutuskan mengembalikan stok vaksin yang terpakai agar bisa dipakai oleh negara-negara lain.

Juli lalu, WHO mengatakan sekitar 450.000 dosis vaksin kedaluwarsa di delapan negara Afrika sebelum vaksin-vaksin ini disuntikkan ke warga. Penyebabnya, vaksin diterima dalam kondisi mendekati batas akhir pemakaian.

Di Eropa, sejumlah negara kesulitan memaksimalkan pemakaian vaksin.

Pada Januari, para pejabat di Inggris mengatakan vaksin yang dibuang sekitar 10%. Pada April, menteri kesehatan Prancis kepada media mengatakan, sekitar 25% vaksin AstraZeneca, 20% vaksin Moderna, dan 7% vaksin Pfizer terbuang, menurut data yang dikumpulkan Reuters.

WHO dan organisasi Pusat Kontrol dan Pencegahan Penyakit Afrika sudah menyerukan perubahan mekanisme pengiriman vaksin untuk mencegah pemborosan atau pembuangan vaksin.

Dalam pernyataan bersama, mereka mengatakan menetapkan rencana vaksinasi dengan batas akhir yang pendek membebani sistem kesehatan yang sudah kewalahan.

Mereka ingin semua sumbangan vaksin memiliki batas akhir pemakaian setidaknya 2,5 bulan saat tiba di negara penerima.

Mereka juga mendesak negara penerima diberi tahu akan ada sumbangan vaksin satu bulan sebelum vaksin-vaksin ini dikirim.

Di luar itu, mereka meminta pengiriman vaksin disertai pula dengan pasok penting lain, seperti jarum suntik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bikin Heboh Vaksin AstraZeneca Akui Timbulkan Efek Samping Langka

Bikin Heboh Vaksin AstraZeneca Akui Timbulkan Efek Samping Langka

Video | Sabtu, 04 Mei 2024 | 07:00 WIB

Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko

Penerima Vaksin AstraZeneca Alami Cedera Otak Permanen, Menkes: Benefit Lebih Besar dari Risiko

News | Jum'at, 03 Mei 2024 | 17:38 WIB

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Mengenal Thrombosis with Thrombocytopenia Syndrome, Efek Samping Vaksin Covid-19 AstraZeneca yang Heboh di Inggris

Health | Jum'at, 03 Mei 2024 | 13:57 WIB

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Heboh Vaksin AstraZeneca Beri Efek Samping Pembekuan Darah, Menkes Budi Gunadi Sadikin Buka Suara

Health | Kamis, 02 Mei 2024 | 12:47 WIB

Berikan Lebih Dari 40 Juta Dosis, Amerika Dorong Cakupan Vaksinasi Covid di Indonesia

Berikan Lebih Dari 40 Juta Dosis, Amerika Dorong Cakupan Vaksinasi Covid di Indonesia

News | Kamis, 27 Oktober 2022 | 10:16 WIB

Terpopuler Kesehatan: Vaksin Astrazeneca Cegah Kematian Covid-19, Skrining Cacar Monyet dengan Orientasi Seksual?

Terpopuler Kesehatan: Vaksin Astrazeneca Cegah Kematian Covid-19, Skrining Cacar Monyet dengan Orientasi Seksual?

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 20:57 WIB

Vaksin AstraZeneca Diperkirakan Telah Mencegah Lebih dari 93 Ribu Kematian di Indonesia

Vaksin AstraZeneca Diperkirakan Telah Mencegah Lebih dari 93 Ribu Kematian di Indonesia

Health | Rabu, 27 Juli 2022 | 16:14 WIB

Kabar Baik, Sudah 167,9 Juta Penduduk Indonesia yang Terima Vaksin Covid-19

Kabar Baik, Sudah 167,9 Juta Penduduk Indonesia yang Terima Vaksin Covid-19

Health | Jum'at, 10 Juni 2022 | 21:01 WIB

Terkini

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

Digeruduk Yakuza Mangenes, Pengasuh Ponpes Pekalongan Ditangkap usai Diduga Cabuli 25 Santri

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 22:54 WIB

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

Iduladha 1447 H, Kemensos Salurkan 295 Ekor Hewan Kurban ke Berbagai Wilayah Indonesia

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:56 WIB

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

Bukan Cuma Pagar Canggih, Gang Haji Jeni Kini Punya 'Smart Geprek' Pengubah Sampah Jadi Cuan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:43 WIB

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

Gedung Putih Bangun Arena Baku Pukul untuk Rayakan HUT ke-250 AS dan Ulang Tahun Trump

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:29 WIB

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

Alarm Bahaya! Ratusan Siswa di 26 Provinsi Terpapar Radikalisme Lewat Medsos dan Game Online

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 20:00 WIB

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

Ketua MUI Soal Sapi Kurban Prabowo Pakai APBN: Sah Secara Syar'i

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:44 WIB

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

DPR Murka! Skandal Riset Palsu WNI di Denmark Hancurkan Marwah Akademisi RI

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 19:30 WIB

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

Sapi Kurban Pak Suardi 'Ngambek' Saat Mau Dipotong, Damkar DKI Sampai Turun Tangan

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:40 WIB

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

Tipu-Tipu 'Paranormal Sakti' di Duren Sawit, Motor Korban Raib Usai Ritual Paku

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:34 WIB

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

Vila dan Homestay Wajib Punya NIB Mulai 1 Agustus, yang Ilegal Bakal Dicoret dari Aplikasi

News | Rabu, 27 Mei 2026 | 18:27 WIB