Kurangi Polusi Udara, YLKI: Kendaraan di DKI Harusnya Tak Pakai BBM Premium

Erick Tanjung

Rabu, 29 Desember 2021 | 21:26 WIB
Kurangi Polusi Udara, YLKI: Kendaraan di DKI Harusnya Tak Pakai BBM Premium
Ilustrasi--Polusi udara dari kendaraan di Jalan Thamrin Jakarta. [Suara.com/Adrian Mahakam]

Suara.com - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI menyatakan kendaraan di DKI Jakarta sudah seharusnya tidak memakai bahan bakar minyak/BBM jenis premium untuk mengurangi polusi udara di Ibu Kota.

"Kalau sekarang ada wacana hapus premium, Jakarta memang harusnya sudah tidak pakai premium, harusnya sudah pakai pertamax atau bahkan pertamax turbo dengan emisi lebih rendah," kata Ketua YLKI Tulus Abadi dalam diskusi publik soal layanan transportasi di Jakarta, Rabu (29/12/2021).

Menurut dia, tingkat polusi udara dapat diperparah dengan penggunaan BBM murah seperti premium karena memiliki kadar emisi gas buang lebih tinggi. Meski begitu, lanjut dia, untuk mengurangi polusi udara, solusi yang relevan adalah beralih dari menggunakan transportasi pribadi ke angkutan publik atau angkutan massal.

Untuk itu, ia mendorong badan usaha bidang jasa transportasi di Jakarta di antaranya TransJakarta melakukan inovasi layanan kepada konsumen baik pra perjalanan, selama perjalanan hingga setelah perjalanan.

"Apalagi sekarang semua didorong integrasi tarif, moda, MRT, LRT jadi positif untuk menata transportasi dan konsumen harus dimanjakan berbagai pelayanan," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah mendorong penggunaan bensin RON 90 sebagai bahan bakar minyak ramah lingkungan karena Indonesia kini memasuki masa transisi energi.

"Kita memasuki masa transisi, premium RON 88 akan digantikan dengan pertalite RON 90, sebelum akhirnya kita akan menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan," kata Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Soerjaningsih dalam keterangan yang di Jakarta, Rabu (22/12).

Ia menjelaskan premium RON 88 saat ini hanya digunakan oleh tujuh negara saja dengan volume yang digunakan pun sangat kecil dan masyarakat mulai sadar menggunakan bahan bakar minyak dengan kualitas yang lebih baik.

Pemerintah, kata dia, sedang menyusun peta jalan bahan bakar minyak ramah lingkungan dengan rencana pertalite juga akan digantikan dengan bahan bakar yang kualitasnya lebih baik.

baca juga

"Dengan roadmap ini, ada tata waktu nantinya kita akan menggunakan BBM ramah lingkungan. Ada masa di mana pertalite harus dry, harus shifting dari pertalite ke pertamax," ujarnya.

Pemerintah akan berusaha meredam gejolak yang timbul di masyarakat terkait proses shifting pertalite ke pertamax.

Perubahan dari premium ke pertalite diperkirakan mampu menurunkan kadar emisi karbon dioksida sebesar 14 persen. Adapun perubahan dari pertalite ke pertamax akan menurunkan kembali emisi karbon dioksida sebesar 27 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kendaraan di Jakarta Sudah Tak Pantas Pakai Premium, Harus Beralih ke Pertamax

Kendaraan di Jakarta Sudah Tak Pantas Pakai Premium, Harus Beralih ke Pertamax

Otomotif | Rabu, 29 Desember 2021 | 20:46 WIB

Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM di DIY Selama Natal, Capai 20.655 KL/hari

Pertamina Catat Kenaikan Konsumsi BBM di DIY Selama Natal, Capai 20.655 KL/hari

Jogja | Rabu, 29 Desember 2021 | 17:29 WIB

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Nataru Meskipun Permintaan Naik

Pertamina Pastikan Stok BBM Aman Jelang Nataru Meskipun Permintaan Naik

Batam | Rabu, 29 Desember 2021 | 19:00 WIB

Terkini

IMI Kabupaten Bogor Targetkan Juara Umum Porprov XV Jabar 2026

IMI Kabupaten Bogor Targetkan Juara Umum Porprov XV Jabar 2026

Jabar | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:25 WIB

Viral Jajan di Wisata Cibodas, Beli Mie Rebus dan Nasi Goreng Bayar Hampir Seperempat Juta

Viral Jajan di Wisata Cibodas, Beli Mie Rebus dan Nasi Goreng Bayar Hampir Seperempat Juta

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:23 WIB

Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Sekda Jateng Bakal Tindak Tegas ASN Terlibat Judi Online

Jawa Tengah | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Cara Eksfoliasi Leher Agar Tidak Belang Pakai Glycolic Acid, Ini 3 Rekomendasi Tonernya

Cara Eksfoliasi Leher Agar Tidak Belang Pakai Glycolic Acid, Ini 3 Rekomendasi Tonernya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:22 WIB

Suzuki Pamerkan Deretan Mobil Hybrid Unggulan di GIIAS Makassar 2026

Suzuki Pamerkan Deretan Mobil Hybrid Unggulan di GIIAS Makassar 2026

Otomotif | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3

Jenna Ortega Beber Rencana Hiatus Usai Perilisan Serial Wednesday 3

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:20 WIB

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Berhenti Meromantisasi Kemiskinan! Rakyat Bukan Peserta Lomba Bertahan Hidup

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:19 WIB

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:18 WIB

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Pemegang Saham Setujui Demutualisasi Bursa, Danantara Siap Genggam Pasar Modal Indonesia?

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

OC Kaligis Kritisi RUU Perampasan Aset: Sarat Inkonsistensi dan Bisa Jadi 'Hukuman Tanpa Vonis'

News | Rabu, 28 Oktober 2026 | 14:16 WIB

×