Ahli Virologi Prediksi Banyak Orang Berpotensi Terinfeksi Omicron

Siswanto, Deutsche Welle

Sabtu, 01 Januari 2022 | 13:49 WIB
Ahli Virologi Prediksi Banyak Orang Berpotensi Terinfeksi Omicron
DW

Suara.com - Ahli virus yang pertama kali menemukan Omicron, Wolfgang Preiser, kepada DW mengatakan tentang peningkatan pesat kasus COVID-19. Dia memprediksi banyak orang akan terinfeksi varian baru tersebut.

Ahli virologi Afrika Selatan, Wolfgang Preiser, yang pertama kali menemukan varian Omicron, memperingatkan sifat virus tersebut yang sangat menular dalam sebuah wawancara dengan DW pada hari Kamis (30/12).

"Dengan varian ini, tidak mungkin untuk lolos dari infeksi," kata Preiser kepada DW.

Ahli virologi itu "sangat optimis" dengan penurunan drastis dalam jumlah kasus yang terdeteksi di Afrika Selatan, salah satu negara yang pertama kali dilanda varian Omicron.

"Mungkin Omicron sedikit kurang ganas dari strain sebelumnya," kata Preiser.

"Namun, kami masih melihat ada pasien meninggal karenanya," dia memperingatkan.

'Mustahil' lolos dari infeksi Omicron

Varian Omicron pertama kali ditemukan pada November lalu dan sejak saat itu memecahkan rekor jumlah infeksi di beberapa negara Eropa, termasuk Prancis di mana infeksi harian melampaui 200.000 kasus.

Laporan awal tentang varian tersebut menunjukkan bahwa Omicron memiliki efek yang lebih ringan daripada varian virus lainnya, para ilmuwan telah memperingatkan bahwa lonjakan kasus dapat dengan mudah membanjiri layanan kesehatan.

baca juga

"Ini bukan pertanyaan tentang virus flu biasa, mungkin bergerak ke arah itu dan bisa menjadi kabar baik," jelas Preiser.

"Namun, kabar buruknya adalah bahwa dengan varian ini hampir tidak mungkin untuk lolos dari infeksi," tambahnya.

"Kami telah melihat seberapa cepat penyebarannya dan seberapa cepat jumlahnya meningkat,” kata ahli virologi itu, seraya memperingatkan bahwa banyak pasien tidak menunjukkan gejala dan masih dapat membawa dan menularkan penyakit.

"Saya akan mengatakan bahwa selama beberapa bulan ke depan, mayoritas penduduk akan mendapatkannya (terinfeksi Omicron)," katanya kepada DW.

Mengikuti contoh Afrika Selatan Peningkatan kasus tajam yang terjadi di beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat, sama seperti yang terjadi di Afrika Selatan, kata Preiser, tetapi peningkatan kasus ini tidak disertai dengan meningkatkannya jumlah rawat inap.

"Kami sangat khawatir selama perayaan Natal, karena dimulai pada akhir November di sini, kami kemudian mencatat jumlah kasus parah yang dirawat di rumah sakit," kata Preiser kepada DW.

"Dan untungnya, jumlah infeksi kami telah mencapai puncaknya sehingga kami sekarang berada dalam tren penurunan yang jelas," tambahnya.

"Dan untungnya tingkat rawat inap kami turun secara signifikan, kami telah melihat jumlah kasus parah yang tidak banyak."

Namun, dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa kebanyakan orang di Afrika Selatan di beberapa daerah telah terinfeksi virus corona selama setahun terakhir dan mungkin sudah memiliki antibodi. (bh/ha)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Bank BSN Perluas Solusi Keuangan Syariah Berbasis Emas

Foto | Minggu, 20 September 2026 | 05:00 WIB

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

Surya Paloh Desak RUU Pemilu Dikebut: Jangan Tunggu Sampai Tahun Depan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:45 WIB

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Emil Audero Jadi Penyelamat Rayo Vallecano, 2 Kali Gagalkan Peluang Emas Osasuna

Bola | Sabtu, 19 September 2026 | 23:10 WIB

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

Korban Keracunan MBG Jadi Bahan Candaan, Pegawai SPPG Bantul Dipanggil BGN

News | Sabtu, 19 September 2026 | 23:00 WIB

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jateng Tembus 3 Besar Era Luthfi, Dubai Siapkan Rp5 T untuk Kilang Jepara, GSI: Ramah Investasi

Jawa Tengah | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Penipu Catut Nama Orderkuota, Sebar CS Palsu Lewat Google

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:38 WIB

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

Kronologis WNI Terancam Hukuman Mati di Malaysia: Negatif Narkoba, Tidak Punya Riwayat Kejahatan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:35 WIB

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

Buntut Presidential Threshold Dihapus, Surya Paloh Cium Wacana Syarat Capres Minimal Dukungan 2 Frak

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:29 WIB

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

RUU Perampasan Aset Didesak Publik, Surya Paloh Ingatkan Jangan Dipaksakan

News | Sabtu, 19 September 2026 | 22:15 WIB

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Harga Cabai Naik, Kemarau Panjang dan Jeda Panen Jadi Biang Kerok

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 22:05 WIB

×