facebook

Telkom Ambil Alih Saham Sigma Tata Sadaya dan Inbreng Hyperscale Data Center

Fabiola Febrinastri
Telkom Ambil Alih Saham Sigma Tata Sadaya dan Inbreng Hyperscale Data Center
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi (tengah) bersama Direktur STS Andreuw Th.A.F. (kiri) dan Vice President Strategic Investment Digital Telco Telkom Yusuf Wibisono usai penandatanganan Akta Pengambilalihan Saham PT Sigma Tata Sadaya & Akta Inbreng Tanah, Bangunan, & Perangkat Hyperscale Data Center di Jakarta, Senin (27/12/2021). (Dok: Telkom)

Aksi korporasi ini sebagai salah satu langkah penting dalam upaya transformasi perusahaan.

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat bisnis data center (DC) melalui anak usahanya, PT Sigma Tata Sadaya (STS), dengan melakukan penyertaan modal dalam bentuk cash dan non-cash berupa aset (inbreng) tanah, bangunan, dan perangkat Hyperscale Data Center (HDC).

Hal ini ditandai dengan penandatanganan Akta Pengambilalihan Saham PT STS & Akta Inbreng Tanah, Bangunan, dan Perangkat HDC yang masih dalam tahap kontruksi antara Telkom dengan STS, pada akhir tahun 2021, Senin (27/12/2021), yang dilakukan secara hybrid dengan protokol kesehatan yang ketat.

Hadir secara fisik dalam acara tersebut. Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi dan Direktur STS Andreuw Th.A.F. Sedangkan melalui video conference, hadir Direktur Network & IT Solution Telkom Herlan Wijanarko dan Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Telkom Heri Supriadi menyampaikan, konsolidasi data center ke dalam satu entitas (Data Center Co.) yang langsung berada di bawah Telkom merupakan bentuk keseriusan perusahaan dalam mengelola aset data center dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi pelanggan.

Baca Juga: Inovasi My I-Pond Raih Penghargaan Best Of The Best dalam Anugerah Innovillage 2021

Sementara itu, Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya dalam kesempatan sebelumnya menyampaikan, aksi korporasi ini sebagai salah satu langkah penting dalam upaya transformasi perusahaan. Dengan langkah ini, diharapkan TelkomGroup dapat lebih fokus dalam peningkatan kapabilitas dan value bisnis data center yang lebih optimal di masa mendatang.

“Data center merupakan bisnis yang dibutuhkan untuk mendukung perkembangan ekonomi digital, e-commerce yang diproyeksikan akan terus berekspansi, sehingga kami meyakini kebutuhan data center akan terus mencatatkan pertumbuhan positif,” tambah Budi.

Sementara itu, Direktur Network & IT Solution Telkom, Herlan Wijanarko menyampaikan,  saat ini STS siap berperan sebagai entitas Data Center Co. TelkomGroup melalui aset HDC yang merupakan modal utama untuk menarik calon pelanggan.

Dengan kapasitas total HDC yang dibangun secara bertahap sebesar 75MW, dan ke depannya akan dikonsolidasikan juga dengan seluruh data center di TelkomGroup, diharapkan dapat meraih market secara masif dengan dukungan jaringan fiber optic triplehoming terkuat yang dimiliki oleh TelkomGroup.

Setelah transaksi ini, STS resmi menjadi anak perusahaan yang langsung berada di bawah Telkom (direct subsidiary), dengan kapasitas dan kemampuan melayani pelanggan yang lebih luas. STS yang dicita-citakan sebagai New DC Company dari TelkomGroup dinakhodai oleh Andreuw Th.A.F, yang telah lama memiliki pengalaman di industri data center dengan standar Internasional di Telin Singapura.

Baca Juga: Tarif Layanan Internet Broadband di Indonesia, Mastel: Bukan yang Termahal

Kesuksesannya dalam membangun Data Center Telin-3 dengan standar Tier-III dan Tier-IV ready di Jurong, Singapura dan memimpin Telin Singaporeakan diimplementasikan di Tanah Air. Hal ini menjadi salah satu langkah TelkomGroup melalui STS untuk memberikan value terbaik bagi para stakeholder, serta untuk mengukuhkan diri sebagai perusahaan digital telco pilihan utama untuk memajukan masyarakat.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar