Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Ahli Sebut Briptu Fikri Alami Luka Akibat Benda Tumpul

Dwi Bowo Raharjo, Yosea Arga Pramudita

Selasa, 04 Januari 2022 | 15:30 WIB
Sidang Unlawful Killing Laskar FPI, Ahli Sebut Briptu Fikri Alami Luka Akibat Benda Tumpul
Sidang lanjutan kasus unlawful killing Laskar FPI atas terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (4/1/2022). (Suara.com/Yosea Arga)

Suara.com - Sidang lanjutan kasus unlawful killing Laskar FPI atas terdakwa Briptu Fikri Ramadhan dan Ipda M. Yusmin Ohorella, kembali berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Selasa (4/1/2022). Kali ini, agenda persidangan adalah pemeriksaan ahli dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Total ada enam ahli yang dihadirkan JPU dan memberikan keterangan di ruang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Salah satunya adalah dr. Novia Theodor Sitorus selaku ahli kedokteran Visum et Repretum dari Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

Novia merupakan sosok yang melakukan visum terhadap terdakwa Fikri Ramadhan usai aksi perebutan senjata di dalam mobil yang menewaskan empat anggota Laskar FPI.

Sebagaimana diketahui, keempat anggota Laskar FPI itu hendak di bawa ke Mapolda Metro Jaya dari rest area KM. 50 pada 7 Desember 2020 dini hari.

Novia mengatakan, dirinya melakukan pemeriksaan visum terhadap Fikri pada hari yang sama, tepatnya pada pukul 11.00 WIB. Saat itu, Fikri datang ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati ditemani oleh pihak penyidik.

Dalam pemeriksaan itu, mula-mula Novia melakukan tanya jawab guna mengetahui riwayat kejadian yang dialami oleh Fikri. Setelahnya, dia melakukan pemeriksaan fisik dan luka-luka yang dialami oleh Fikri.

Dalam pemeriksaan itu, Novia turut didampingi oleh dokter forensik. Hasilnya, tim menemukan kesimpulan jika Fikri mengalami beberapa luka lecet dan lebam akibat benda tumpul.

"Saat itu saya menemukan beberapa luka lecet dan luka lebam yang saat itu disimpulkan sebagai akibat dari benda tumpul," ucap Novia.

Atas jawaban itu, Jaksa bertanya pada Novia mengenai detail luka yang dialami Fikri dengan merujuk pada hasil pemeriksaan. Kata Novia, luka lebam itu berada di pipi dan luka lecet pada bagian leher dan tangan Fikri Ramadhan.

baca juga

"Selain luka lecet dan memar tadi, itu ditemukan di mana?"

"Luka lebam itu didaerah pipi, luka lecet di daerah leher sama tangan."

Tidak sampai situ, jaksa juga bertanya mengenai kondisi fisik Fikri ketika menjalami pemeriksaan Visum et Repretun tersebut. Dalam kesaksiannya, Novia menyatakan jika dalam pemeriksaan, Fikri dalam kesadaran penuh dan tanda-tanda vital dalam keadaan normal.

"Kemudian pada saat kondisi fisik terdakwa bagaimana pada saat itu? Apakah kondisi fiusknya lemah? Pemeriksan tensi dan lain-lain itu bagaimana?"

"Saat itu kesadarannya sadar penuh, tanda-tanda vital dalam keadaan normal."

Novia juga turut menjelaskan soal proses tanya jawab dengan Fikri yang dilakukan guna mengetahui riwayat kejadian yang dialami. Saat itu, kepada Novia, Fikri bercerita jika dirinya dipukul berkali-kali pada bagian wajah dan dicakar berkali-kali pada bagian leher dan tangan.

"Apa yang saudara dengar dari terdakwa pada saat itu sehingga minta VeR?"

"Saat itu korban (Fikri) mengatakan bahwa korban ditonjok berkali-kali di daerah wajah lalu dicakar di daerah lengan dan leher."

"Pada saat itu, diterangkan mengapa terdakwa mengalami pemukulan. Apakah dijelaskan?"

Hanya saja, Novia tidak bisa mengingat secara pasti dengan alasan kejadian telah lama terjadi. Dia cuma menjawab, "Kalau tidak salah, saat itu korban mengatakan sedang dalam proses penangkapan tersangka."

Lebih lanjut, Novia menyampaikan jika hasil pemeriksaan Visum et Repretum bisa disimpulkan jika Fikri mengalami luka yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul. Total, ada tiga titik yang menjadi bagian dari luka Fikri, yakni wajah, leher dan lengan.

"Kesimpulan saya, bahwa luka-luka yang dialami korban adalah luka yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul."

Usai jaksa bertanya, kini giliran kuasa hukum Fikri Ramadhan yang mencoba meminta jawaban lebih rinci soal pemeriksaan Visum et Repretum kepada Novia. Kepada Novia, kuasa hukum bertanya soal kategori kekerasan tumpul yang bisa mengakibatkan luka-luka.

"Tadi disebutkan kekerasan tumpul, boleh dijelaskan Kekerasan tumpul itu apa?"

"Kekerasan yang disebabkan oleh benda-bemda yang permukaannya tumpul. Contohnya bisa batang pohon, kayu, yang permukaannya tumpul."

"Apakah kepalan tangan bisa disebut benda tumpul?"

"Kalau permukaannya tumpul, bisa disebutkan benda tumpul."

Keterangan Fikri

Pada sidang tanggal 7 Desember 2021 lalu, Fikri sempat memperagakan peristiwa saat dirinya diserang hingga senjatanya direbut di dalam mobil. Saat itu, dia bersaksi jika dia sempat mengintrogasi empat anggota Laskar FPI yang telah berada di mobil milik kepolisian.

Rencananya, keempat anggota Laskar FPI itu hendak di bawa ke Mapolda Metro Jaya dari rest area KM. 50. Di dalam mobil tersebut, terdakwa Ipda M Yusmin Ohorella dan almarhum Ipda Elwira berada pada kursi depan bagian mobil.

Sementara, Fikri duduk di kursi tengah dengan satu anggota Laskar FPI, tiga sisanya berada di kursi paling belakang.

Situasi saat itu, keempat anggota Laskar FPI dalam posisi tidak diborgol. Fikri, yang tengah mengintrogasi para anggota Laskar FPI tiba-tiba mendapatkan serangan.

Dia dicekik dari belakang oleh salah satu anggota Laskar FPI, bahkan dia dijambak dan dipukul oleh anggota Laskar FPI lainnya. Sementara itu, satu orang yang duduk disamping Fikri berupaya merebut senjata.

Fikri mengklaim saat itu dirinya tidak bisa bernafas ketika satu anggota Laskar FPI mencekik dirinya. Sontak Fikri berteriak dengan maksud agar dua koleganya dapat memberikan bantuan.

"Saya berteriak: 'Bang senjata saya Bang, senjata saya'. Karena pada saat dicekik kedua tangan saya menarik tangan dia (anggota Laskar)," ujar Fikri.

Fikri melanjutkan, kejadian tersebut berlangsung cukup cepat, sehingga tidak dapat melihat hal tersebut secara sepotong-potong. Dalam peristiwa itu, saat lehernya tercekik, Fikri terus berupaya melakukan perlawanan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jadi Target Setelah 6 Pengawal Rizieq Dibunuh, Munarman: Mereka Habisi Saya Secara Fisik

Jadi Target Setelah 6 Pengawal Rizieq Dibunuh, Munarman: Mereka Habisi Saya Secara Fisik

News | Rabu, 15 Desember 2021 | 11:14 WIB

Hakim Cuti, Sidang Unlawful Killing Laskar FPI Ditunda Pekan Depan

Hakim Cuti, Sidang Unlawful Killing Laskar FPI Ditunda Pekan Depan

News | Selasa, 14 Desember 2021 | 09:05 WIB

Ketum FPI Baru KH Qurthubi dan Sobri Lubis Ziarah ke Makam Syuhada di Megamendung

Ketum FPI Baru KH Qurthubi dan Sobri Lubis Ziarah ke Makam Syuhada di Megamendung

Bogor | Sabtu, 11 Desember 2021 | 16:58 WIB

Pesan Habib Rizieq Shihab: Usut Tuntas Otak Pembantaian Para Syuhada

Pesan Habib Rizieq Shihab: Usut Tuntas Otak Pembantaian Para Syuhada

Bogor | Kamis, 09 Desember 2021 | 08:47 WIB

Terkini

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Puluhan Siswa MTsN 2 Kisaran Diduga Keracunan Usai Santap MBG

Sumut | Senin, 14 September 2026 | 21:53 WIB

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Toilet Terminal Bubulak Dikeluhkan Sopir dan Pedagang, Jauh hingga Berbayar

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 21:47 WIB

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

Dugaan Pelecehan di Klub SCBD, Pengacara Korban Curiga Betrand Peto Dalam Pengaruh Zat Tertentu

News | Senin, 14 September 2026 | 21:38 WIB

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Kabut Asap, Penderita ISPA di Pekanbaru Melonjak Capai 400 Orang per Hari

Riau | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Operasi SAR 8 Korban Hilang di Gunung Anak Krakatau Diperpanjang hingga 17 September

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:37 WIB

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Tak Hanya Obat, Aktivitas Kreatif Bisa Bantu Jaga Kesejahteraan Psikologis Pasien Kanker

Health | Senin, 14 September 2026 | 21:35 WIB

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Temuan Jasad Pria di Pulau Enggano, Polisi Uji Match DNA dengan Keluarga Jurnalis Hilang

Banten | Senin, 14 September 2026 | 21:30 WIB

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

Dubes RI Soroti Potensi Energi Surya Indonesia, Bisa Jadi Salah Satu yang Terbesar di Dunia

News | Senin, 14 September 2026 | 21:23 WIB

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Pertamina NRE Dorong Pengembangan Bioetanol Berbasis Multi-Feedstock dan Multi-Generation

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 21:22 WIB

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Catat Tanggalnya! Diskon 20% Kuliner Korea Palgakdo Khusus Nasabah BRI

Bri | Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB

×