Perjalanan Hidup Eks Pecandu Heroin hingga Jadi Penjaga Istana Buckingham

Siswanto, BBC

Kamis, 06 Januari 2022 | 12:09 WIB
Perjalanan Hidup Eks Pecandu Heroin hingga Jadi Penjaga Istana Buckingham
BBC

Suara.com - Paul Boggie dulu sempat tidak memiliki harapan setelah bertahun-tahun menjadi pecandu heroin. Namun setelah berhasil mengubah jalan hidupnya, Paul bergabung ke Angkatan Darat Inggris dan ditugaskan menjaga Istana Buckingham di London.

Paul mulai menghisap heroin pada usia 18 tahun ketika obat terlarang itu tiba di perkebunan Craigentinny, tempat dia tinggal di Edinburgh, Skotlandia.

Paul saat itu kesal karena berselisih dengan teman-temannya. Ketika salah satu temannya menawarkan heroin, dia tidak menolak.

"Mereka semua berdesakan di mobil Fiesta kecil dan saya melihat kilatan kertas timah, tapi saya tidak tahu apa itu," ujar Paul mengenang momen tersebut.

"Salah satu dari mereka keluar dan memberi tahu saya bahwa mereka menghisap heroin. Mereka tidak menggunakan jarum, sendok atau ikat pinggang.

Baca juga:

"Ketika saya masuk ke mobil, baunya mengerikan, seperti ikan busuk. Seperti itulah bau asap heroin," tuturnya.

Tak lama setelahnya, Paul memiliki tunggakan utang sebesar 16.000 pound (sekitar Rp310 juta). Dia menggunakan slip gajinya untuk mengambil pinjaman.

Meskipun menggunakan heroin setiap hari, termasuk di toilet kantornya, Paul tetap menjalankan pekerjaannya sebagai kurir surat.

baca juga

"Saya masih bisa beraktivitas normal. Saya tidak terlihat seperti stereotip yang dilekatkan pada pecandu heroin. Obat itu tidak berdampak buruk pada tubuh saya," ujarnya.

Paul mampu menyembunyikan kenyataan bahwa dia pengguna narkotika dari atasan dan keluarganya. Dia berbohong bahwa matanya yang memerah setelah menghisap heroin disebabkan oleh alergi.

"Saya tidak mengira saya kecanduan, saya tidak menganggapnya serius," kata Paul, yang kini berusia 42 tahun dan tinggal di Fife, sebuah kota kecil di Skotlandia.

Namun pada suatu ketika, razia kepolisian membuatnya tidak dapat membeli heroin selama delapan jam. Saat itu dia merasakan dampak yang begitu buruk.

"Saya ingat ketika saya akhirnya mendapatkan obat itu lagi, saya merasa luar biasa, semua rasa sakit fisik, menggigil dan hidung dan mata berair semua hilang," ujarnya.

"Tapi kemudian saya berpikir, 'Oh tidak, saya pikir saya baru saja menandatangani surat kematian saya'.

"Ini adalah kesadaran bahwa saya berada dalam bahaya besar karena saya sangat mencintai heroin dan saya tidak ingin berhenti. Saya ingat, saya yakin saat itu saya pasti kecanduan," tuturnya.

Seiring berlalunya waktu, keterikatannya dengan heroin mulai memicu dampak negatif.

Paul kehilangan pekerjaannya dan mulai terlihat tidak sehat. Suasana hatinya tidak karuan. Dan saat itu pula, banyak orang mulai menyadari kondisinya.

Bobot tubuh Paul susut hingga mencapai 50 kilogram. Berat badannya tidak ideal untuk seseorang dengan tinggi 172 sentimeter.

Paul berkata, saat itu dia menunggu untuk mati.

"Saya menyerah pada hidup, saya hanya fokus untuk mendapatkan heroin. Saya berkubang dalam mengasihani diri sendiri dan heroin mengambil semuanya.

"Untungnya orang tua saya selalu membiarkan saya tinggal di rumah mereka walau saya tidur di tangga.

"Anda tidak merasakan sakit atau dingin karena Anda bahagia di mana pun Anda berada saat menggunakan heroin," kata Paul.

Paul sempat 13 kali mencoba berhenti menggunakan heroin, tapi kecanduan itu selalu kambuh. Dia akhirnya mengikuti penyuluhan yang diselenggarakan lembaga amal Cyrenians untuk para tunawisma.

"Saya meletakkan semua obat-obatan dan heroin di atas meja, di samping teh susu yang saya gunakan untuk menelan obat itu, tapi saya melewati semua kegundahan itu," ujarnya.

"Saya menempelkan hidung saya ke cermin di kamar saya dan hanya bertanya pada diri sendiri ' Apa yang kamu inginkan?'

"Saya melihat diri saya dan berkata 'Jangan pernah meminta heroin lagi karena kamu tidak mendapatkannya'. Begitulah," kata Paul.

Sejak saat itu, dia benar-benar meninggalkan heroin.

Beberapa tahun kemudian, berat badannya kembali normal dan dia mendapatkan pekerjaan di swalayan Morrisons.

Saat itu Paul memutuskan untuk melamar menjadi anggota Scots Guard, sebuah resimen Angkatan Darat Inggris yang bertugas menjaga Istana Kerajaan Inggris. Pada waktu itu, usia Paul 30 tahun.

Enam bulan setelah bergabung dengan Angkatan Darat, dia ditugaskan menjaga Istana Buckingham.

"Saya sudah lepas dari narkotik tapi masih merasa ada sesuatu yang hilang dalam hidup saya," kata Paul.

"Ketika saya bergabung dengan Scots Guard, saya merasa sangat bangga dengan apa yang telah saya capai.

"Saya ingat berpikir, 'Wow, beberapa tahun yang lalu saya adalah seorang pecandu heroin di Lochend dan sekarang saya menjaga istana," tuturnya.

Setelah lima tahun di berdinas di Scots Guard, Paul diminta menjalani pelatihan militer lain. Dia diagendakan berdinas di Afghanistan. Namun pada pelatihan itu dia jatuh dari truk. Punggungnya patah.

Atas alasan medis, Paul dipulangkan dan batal bertugas ke Afganistan. Dia diberi resep obat penghilang rasa sakit untuk tulang belakangnya yang hancur. Namun kemudian dia sangat bergantung pada obat itu.

Pada masa karantina wilayah akibat pandemi Covid-19, Paul mulai menulis buku berjudul Heroin to Hero. Seluruh hasil penjualan buku itu dia sumbangkan untuk tunawisma.

Buku itu berisi kenangannya lepas dari heroin, yang memungkinkannya berhenti meminum obat penghilang rasa sakit.

"Saya hanya memilih untuk hidup dengan rasa sakit sekarang daripada minum pil."

Sekarang Paul kerap berbicara di banyak sekolah untuk mengampanyekan dampak buruk narkotika. Dia juga menyediakan diri untuk sesi konseling bagi narapidana di penjara. Semuanya dia lakukan secara gratis.

"Narkotika itu buruk, kecanduan itu mengerikan," ujarnya.

"Sulit untuk menghentikan kecanduan. Anda akhirnya menerima nasib Anda dan Anda bisa berakhir mati seperti banyak teman saya," kata Paul.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:18 WIB

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

Harga Minyak Dunia Turun, Pemerintah Jelaskan Alasan Pertamax Belum Ikut Murah

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:10 WIB

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

Sony Sonjaya Ungkap Peran Nanik S Deyang Dalam Perkara Dugaan Korupsi MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 22:02 WIB

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

Sony Sonjaya 'Bernyanyi', Dugaan Pengadaan CCTV Rp300 Miliar Muncul di Kasus MBG

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:57 WIB

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

Jadi Korban Hanania Grup, Uang Muka Haji Plus Davina Karamoy 10.000 USD Terancam Hangus

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:43 WIB

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

Kursi Dirut PLN Digoyang Isu Reshuffle, Danantara Beri Sinyal RUPSLB Digelar!

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:38 WIB

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

Hotel Sultan Dieksekusi, Dasco Minta Kemensetneg Akomodir Nasib Para Karyawan

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:24 WIB

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

KPK Tegaskan Tak Hentikan Penyelidikan Kasus MBG Meski Kejagung Sudah Tetapkan Tersangka

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:17 WIB

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

Usai 10 Jam Diperiksa, Sony Sonjaya Keluar dengan Kepala Tegak Tanpa Sepatah Kata

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 21:01 WIB

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

Direksi Baru BEI Langsung Temui DPR, Reformasi Pasar Modal dan Integritas Jadi Prioritas

News | Kamis, 18 Juni 2026 | 20:50 WIB