Kamp Pengungsian Rohingya Kebakaran, 5 Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal

Reza Gunadha | Rima Suliastini | Suara.com

Selasa, 11 Januari 2022 | 13:26 WIB
Kamp Pengungsian Rohingya Kebakaran, 5 Ribu Orang Kehilangan Tempat Tinggal
Kamp pengungsian Rohingya terbakar. (AFP)

Suara.com - Sebuah kamp pengungsian Rohingya di Bangladesh terbakar pada Minggu (9/1/2022). Hal ini membuat ribuan orang kehilangan tempat tinggal.

Menyadur Al Jazeera Selasa (11/1/2022) kebakaran yang terjadi di jaringan kamp distrik perbatasan Cox's Bazar ini merupakan tempat tinggal bagi 850 ribu pengungsi yang lolos dari genosida 2017.

“Sekitar 1.200 rumah hangus terbakar,” kata Kamran Hossain, juru bicara Batalyon Polisi Bersenjata, yang mengepalai keamanan di kamp tersebut, pada Minggu.

Api berasal di Kamp 16 dan menjalar melalui tempat perlindungan yang terbuat dari bambu dan terpal, menyebabkan lebih dari 5.000 orang kehilangan tempat tinggal, katanya.

Kondisi kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh pasca insiden kebakaran.[Anadolu Agency]
Kondisi kamp pengungsi Rohingya di Bangladesh pasca insiden kebakaran.[Anadolu Agency]

“Api mulai menyala pada pukul 16:40 dan bisa dikendalikan sekitar pukul 18:30,” katanya kepada kantor berita AFP.

Mohammed Shamsud Douza, pejabat pemerintah Bangladesh yang bertanggung jawab atas pengungsi, mengatakan pekerja darurat telah mengendalikan api. "Penyebab kebakaran belum dapat dipastikan," tambahnya.

Pada bulan Maret tahun lalu, 15 orang tewas dan sekitar 50 ribu orang kehilangan tempat tinggal di Bangladesh setelah kebakaran besar menghancurkan rumah-rumah Rohingya di pemukiman pengungsi terbesar di dunia.

Kobaran api lain mengoyak pusat perawatan COVID-19 untuk pengungsi di kamp pengungsian lain di distrik itu Minggu lalu, tidak menimbulkan korban jiwa.

Kamp pengungsian Rohingya terbakar. (AFP)
Kamp pengungsian Rohingya terbakar. (AFP)

Bangladesh menerima pengungsi yang melarikan diri melintasi perbatasan dari Myanmar, tapi hanya sedikit yang berhasil menemukan rumah permanen bagi mereka.

Selama bertahun-tahun, pengungsi Rohingya dari Myanmar berlayar ke Malaysia, Thailand, dan Indonesia untuk mencari perlindungan.

Bulan lalu, Indonesia mengizinkan sebuah kapal terdampar yang penuh dengan pengungsi Rohingya untuk berlabuh setelah ada seruan dari organisasi bantuan yang mengizinkan kapal tersebut mencari perlindungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Anak Tewas dalam Kebakaran Apartemen di New York, Total 19 Korban Jiwa

9 Anak Tewas dalam Kebakaran Apartemen di New York, Total 19 Korban Jiwa

Jogja | Senin, 10 Januari 2022 | 10:15 WIB

Kebakaran Hebat Melanda Sebuah Gudang di Sanggau

Kebakaran Hebat Melanda Sebuah Gudang di Sanggau

Kalbar | Minggu, 09 Januari 2022 | 11:09 WIB

Pria Nonton Kebakaran Dilempar Ember, Netizen Terpingkal

Pria Nonton Kebakaran Dilempar Ember, Netizen Terpingkal

Bogor | Sabtu, 08 Januari 2022 | 16:07 WIB

Terkini

Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani

Dinilai Terlalu Provokatif, Mabes Polri Didesak Usut Dugaan Makar dari Pernyataan Saiful Mujani

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:54 WIB

27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?

27 Psikiater Analisis Kondisi Mental Donald Trump, Apa Hasilnya?

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:48 WIB

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

KontraS Ragukan Motif Dendam Pribadi dalam Kasus Andrie Yunus, Soroti Dugaan Putus Rantai Komando

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:46 WIB

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

Ironi Ketua Ombudsman Hery Susanto: Jadi Tersangka Kejagung, Padahal Baru Seminggu Dilantik Prabowo

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:41 WIB

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

Skandal Suaka LGBT, Warga Pakistan dan Bangladesh Ngaku Gay Demi Jadi Warga Negara Inggris

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:39 WIB

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

Studi Ungkap Cukai RI Gagal Bikin Rokok Mahal

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:38 WIB

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

Terungkap! Begini Modus Ketua Ombudsman 'Atur' Kebijakan Demi Muluskan Bisnis Tambang PT TSHI

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:30 WIB

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

13 Ribu SPPG Sudah Bersertifikat, yang Bandel Terancam Disetop Sementara

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:27 WIB

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

Serangan Drone Rusia di Odesa dan Kyiv Tewaskan 12 Warga Sipil, Termasuk Anak Kecil

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:24 WIB

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

Tanggul Jakarta Digerogoti Ikan Sapu-Sapu, Pramono Gelar Operasi Besar-besaran Besok

News | Kamis, 16 April 2026 | 14:23 WIB