Teknologi dan Inovasi Prasejarah yang Dorong Revolusi Sejarah Peradaban

Siswanto, BBC

Selasa, 18 Januari 2022 | 12:53 WIB
Teknologi dan Inovasi Prasejarah yang Dorong Revolusi Sejarah Peradaban
BBC

Suara.com - Selama beberapa juta tahun pertama evolusi manusia, teknologi berkembang lambat.

Sekitar tiga juta tahun lalu, nenek moyang kita membuat kepingan batu yang ditajamkan. Dua juta tahun lalu, mereka membuat kapak tangan.

Satu juta tahun lalu, manusia primitif mulai mencoba memanfaatkan api.

Sampai kemudian era 500.000 tahun lalu. Mulai periode ini, teknologi berkembang pesat, seiring dengan penemuan dan pemanfaatan mata tombak, api, manik-manik, dan panah.

Revolusi teknologi bukan hasil karya satu orang. Inovasi muncul di kelompok-kelompok yang berbeda: Homo sapiens modern, sapiens primitif, dan bahkan di kelompok manusia Neanderthal. Inovasi ini kemudian menyebar.

Baca juga:

Banyak temuan-temuan penting ini terjadi secara unik: sekali saja. Ditemukan satu kali, lalu dibagikan ke yang lain.

Ini menunjukkan segelintir orang cerdas menemukan temuan-temuan besar.

Ujung tombak

baca juga

Sekitar 500.000 tahun lalu di kawasan Afrika bagian selatan, Homo sapiens primitif mengikatkan bilah batu yang runcing di ujung tombak kayu. Dan terciptalah ujung tombak.

Ini adalah temuan revolusioner dan tercatat sebagai alat komposit pertama dalam sejarah, alat yang menggabungkan dua komponen.

Penggunaan tombak dengan ujung batu runcing menyebar. Pada 300.000 tahun lalu, mata tombak diketahui digunakan di kawasan Afrika bagian timur dan Timur Tengah, kemudian pada 250.000 tahun lalu digunakan oleh manusia Neanderthal di Eropa.

Pola ini mengisyaratkan, ujung tombak menyebar secara gradual dari satu kelompok ke kelompok lain, dari Afrika ke Eropa.

Membuat api

Sekitar 400.000 tahun yang lalu, nenek moyang manusia di Afrika, Timur Tengah, dan Eropa sudah memanfaatkan api.

Ini terjadi pada periode yang bersamaan, bukan acak, yang menunjukkan satu kelompok menemukan cara membuat api, kemudian cara ini tersebar dengan cepat.

Baca juga:

Menjaga api agar tetap menyala relatif mudah. Yang sulit adalah bagaimana membuat api, dan ini mungkin kendala terbesar ketika itu.

Besar kemungkinan, pemanfaatan api menjadi meluas dengan penemuan metode fire-drill, yaitu memutar batang kayu ke kayu lain berkali-kali untuk memicu percikan api. Metode ini masih dipakai hingga saat ini.

Yang menarik, bukti tertua pemanfaatan api secara reguler ditemukan di Eropa, yang ketika itu banyak didiami oleh manusia Neanderthal.

Ini bukan mengejutkan karena ukuran otak mereka sama dengan otak kita. Mereka hidup di musim dingin yang panjang di Eropa. Mereka jauh lebih perlu api dibandingkan Homo sapiens di Afrika, yang hidup di kawasan yang lebih hangat.

Kapak

Di kawasan Afrika bagian tengah, sekitar 270.000 tahun yang lalu, kapak tangan mulai menghilang, digantikan dengan kapak seperti yang kita lihat sekarang.

Analisis terhadap guratan pada kapak yang ditemukan menunjukkan, kapak ini diikatkan pada pegangan kayu, membuatnya jauh lebih fungsional dan lebih bertenaga.

Kapak model ini dengan cepat menyebar dari Afrika, dibawa oleh manusia modern ke Semenanjung Arab, Australia, dan akhirnya merambah ke Eropa.

Perhiasan

Manik-manik tertua yang pernah ditemukan berusia 140.000 tahun.

Perhiasan yang ditemukan di Maroko ini berupa kulit siput yang dilubangi, kemudian ditata dan disatukan dengan benang.

Pada periode tersebut, Afrika bagian utara didiami oleh Homo sapiens, jadi disimpulkan manik-manik ini bukan dibuat oleh manusia modern.

Manik-manik kemudian muncul di Eropa sekitar 115.000 hingga 120.000 tahun yang lalu. Diketahui manusia Neanderthal mengenakan manik-manik.

Manusia modern di kawasan Afrika bagian selatan mengenakan perhiasan ini mulai sekitar 70.000 tahun yang lalu.

Busur dan anak panah

Anak panah mulai dipakai di Afrika selatan sekitar 70.000 tahun yang lalu, kemungkinan oleh nenek moyang orang-orang Bushmen, yang tinggal di kawasan ini selama 200.000 tahun.

Manusia modern di Afrika timur mulai mengadopsi busur 48.000 tahun yang lalu.

Delapan ribu tahun kemudian, busur dipakai oleh orang-orang di Eropa dan akhirnya menyebar ke Alaska dan Amerika 12.000 tahun yang lalu.

Manusia Neanderthal tak pernah mengadopsi busur dan anak panah.

Namun, jika mencermati garis waktu, ada kemungkinan Homo sapiens memakai panah untuk menghadapi orang-orang Neanderthal.

Bertukar teknologi

Bagaimana teknologi ini menyebar?

Kecil kemungkinannya orang-orang di zaman prasejarah melalukan perjalanan jauh melalui darat.

Orang-orang Afrika tidak bertemu langsung dengan orang-orang Neanderthal dari Eropa dan sebaliknya.

Yang terjadi adalah, teknologi dan juga gagasan membaur dan berpindah dari satu kelompok manusia ke kelompok atau suku lain, ke suku lainnya lagi, menjadikannya seperti alur yang menhubungkan Homo sapiens modern di Afrika selatan ke Afrika utara dan Afrika timur, dan kemudian sampai ke manusia Neanderthal di Eropa.

Konflik juga bisa memicu transfer teknologi: orang-orang mencuri atau merampas peralatan dan senjata milik kelompok atau suku lain.

Warga asli Amerika misalnya, memakai kuda setelah merampas binatang ini dari orang-orang Spanyol.

Yang lebih sering terjadi adalah, perpindahan atau pertukaran teknologi terjadi secara damai dan alamiah. Mudah dan aman.

Bahkan dewasa ini pun, para pemburu-pengumpul yang tak punya uang, melalukan barter dengan menukar madu untuk mendapatkan mata panah dari besi, seperti yang dilakukan anggota suku Hadzabe di Tanzania, Afrika.

Baca juga:

Arkeologi menunjukkan perdagangan model ini sudah lama dilakukan.

Manik-manik yang terbuat dari kulit telur burung unta yang berusia 30.000 tahun ditemukan 300 kilometer jauhnya dari tempat manik-manik ini berasal.

Sekitar 200.000 hingga 300.000 tahun yang lalu, Homo sapiens di Afrika timur menggunakan peralatan berbahan batu obsidian yang diperoleh dari tempat yang jauhnya 50 hingga 150 kilometer, lebih jauh dari pengembaraan suku-suku pemburu-pengumpul modern.

Yang juga tak boleh kita lupakan adalah sifat manusia yang murah hati.

Alat dipertukarkan atau diberikan sebagai hadiah.

Hasil kerja tunggal

Ada banyak konflik di masa lalu -- seperti yang terjadi di era sekarang -- tetapi suku-suku juga bisa hidup damai dan harmonis, ditandai dengan perjanjian, perkawinan, dan persahabatan.

Dalam konteks ini, teknologi dengan mudah berpindah dari satu suku ke suku lain.

Pola yang terlihat di sini adalah: penemuan tunggal kemudian menyebar ke tempat-tempat lain.

Contohnya: busur dan anak panah. Besar kemungkinan panah ditemukan oleh orang-orang suku Bushmen yang cerdas. Kemudian menyebar dan diadopsi oleh orang-orang di Amerika, Eropa, Asia, dan Australia.

Panah punya peran penting dalam sejarah peradaban selama ribuan tahun karena ikut menentukan kelangsungan orang, suku, bahkan kekaisaran.

Ada inovasi yang ditemukan berulang, seperti metode pertanian, sistem kalender, piramida, matematika, dan cara menulis.

Namun ada juga yang ditemukan sekali sebelum kemudian dipakai secara luas, seperti panah atau serbuk senjata, mesin cetak, dan kompas.

Ada pula segelintir orang yang punya besar mendorong adopsi teknologi secara besar-besaran.

Mereka di antaranya adalah Steve Jobs, Thomas Edison, Nikola Tesla, Wright Bersaudara, James Watt, dan Archimedes.

Apa yang terjadi masa prasejarah berulang di era modern: satu orang bisa mengubah perjalanan sejarah.

*Artikel asli bisa dibaca di laman The Conversation: How a handful of prehistoric geniuses launched humanity's technological revolution.

Nicholas R. Longrich adalah guru besar ilmu paleontologi dan evolusi biologi Universitas Bath, Inggris

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Nobar Piala Dunia 2026 BRI Berkesan: Hangat dan Penuh Kebersamaan, Dari Medan Sampai Jakarta

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:35 WIB

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

Tim 9 Kejagung Diperingatkan Transparan Dan Jangan Main-main Usut Kasus Febrie Adriansyah

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:30 WIB

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Cara Memilih Cushion yang Cocok untuk Kulit Berminyak: Anti Longsor, Wajah Bebas Kilap

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:17 WIB

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Google DeepMind Hidupkan Gol Legendaris Pel dengan AI, Bukti Teknologi Bisa Merekonstruksi Sejarah

Tekno | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:07 WIB

Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata

Sandwich Generation: Tanggung Jawab yang Tak Terlihat, Beban yang Nyata

Your Say | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:02 WIB

3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar

3 Motor yang Tetap Setia Pakai Fitur 'Purba' Meski Mulai Hilang di Matic Anyar

Otomotif | Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:59 WIB

Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?

Harga Rp24 Ribuan, Apakah Serum Anti Aging Viva Bagus Menurut Pengguna?

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 08:06 WIB

Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG

Banjir Keluhan Mitra hingga Ancaman Gebok Nasional, BGN Buka Suara Tata Kelola MBG

News | Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:24 WIB

Parfum Mykonos Monaco Royale Tahan Berapa Jam? Ini Ulasan dari Pengguna

Parfum Mykonos Monaco Royale Tahan Berapa Jam? Ini Ulasan dari Pengguna

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 07:05 WIB

3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri

3 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 18 Juli 2026, Rezeki dan Peluang Menghampiri

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:30 WIB

Terkini

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

BRI Wellness Experience Perkuat Gaya Hidup Sehat Lewat Kolaborasi Dengan Plataran Indonesia

Sumut | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:52 WIB

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Spanyol Punya Cara Sendiri Redam Lionel Messi, Luis de la Fuente Tolak Man-to-Man Marking

Bola | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:50 WIB

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

BRI Hadirkan Pengalaman Wellness Seru yang Padukan Alam, Komunitas, dan Teknologi

Banten | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:48 WIB

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota

Jakarta | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:44 WIB

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Promo Cashback Hingga Diskon 35 % Ramaikan BRI Wellness Experience

Malang | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:39 WIB

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

BRI Wellness Experience Angkat Potensi Sports and Wellness Tourism Indonesia

Bisnis | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:35 WIB

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Bahlil Ungkap Alasan IAS Jadi Calon Tunggal, Sekaligus Singgung Appi yang Absen

Sulsel | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:31 WIB

Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf

Cekcok Dua Anggota DPRD Riau Berujung Bentrok, Golkar Pusat Minta Maaf

Riau | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:24 WIB

Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok

Bedak Tabur Viva Face Powder untuk Kulit Sawo Matang No Berapa? Ini Pilihan Shade yang Paling Cocok

Lifestyle | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:15 WIB

Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Bahlil soal Antrean BBM di Sumatera: Bukan Minyak Habis, tapi Sopir Tangki Mogok

Sulsel | Sabtu, 18 Juli 2026 | 20:06 WIB

×