Gegara Sekjen Kemensos Anggap Sinis Anggota DPR, Risma Pasang Badan: Bukan Salah Kopral, yang Ada Salah Jenderal

Dwi Bowo Raharjo, Novian Ardiansyah

Rabu, 19 Januari 2022 | 13:59 WIB
Gegara Sekjen Kemensos Anggap Sinis Anggota DPR, Risma Pasang Badan: Bukan Salah Kopral, yang Ada Salah Jenderal
Menteri Sosial Tri Rismaharini pasang badan atas kesalahan Sekjen Kemensos Harry Hikmat terhadap Komisi VIII DPR RI. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Menteri Sosial Tri Rismaharini pasang badan atas kesalahan Sekjen Kemensos Harry Hikmat terhadap Komisi VIII DPR RI.

Risma memandang kesalahan atas ucapan Harry yang menganggap pimpinan Komisi VIII bersikap sinis merupakan tanggung jawab dirinya sebagai menteri.

Risma sendiri sebelumnya sudah meminta maaf kepada jajaran Komisi VIII DPR saat rapat di ruang komisi.

"Nggak (gini) saya adalah pemimpinnya, saya selalu sampaikan bahwa tidak ada salah kopral, yang ada salah jenderal, nah aku jenderalnya di situ, jadi aku lah yang minta maaf," kata Risma usai rapat di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (19/1/2022).

Risma sendiri mengaku tidak tahu menahu ihwal kejadian awal. Diketahui masalah muncul akibat komunikasi via WhatsApp antara Harry dengan Ace. Namun Risma berujar tidak tahu detail isi percakapan tersebut.

"Aku juga nggka tahu tuh, ndak tahu serius aku ndak tahu," ujar Risma.

Sementara itu, Ace sendiri di dalam ruang rapat sudah bersedia menunjukkan isi percakan WhatsApp itu kepada Risma.

"Kalau perlu saya Buka Bu, WA-nya, apa perlu saya buka? Buat saya cukup ketua," ujar Ace.

Sekjen Diusir, Risma Minta Maaf

baca juga

Jajaran Komisi VIII DPR RI kompak meminta Sekjen Kementerian Sosial Harry Hikmat untuk keluar ruang rapat. Harry diusir perkara komunikasi yang ia lakukan kepada Wakil Ketua Komisi VII dari Fraksi GolkarAce Hasan Syadzily dianggap kelewat batas atau offside.

Awalnya usulan mengusir Harry datang dari Anggota Komisi VIII Fraksi Golkar Ali Ridha. Ia menegaskan sikapnya itu bukan untuk membela Ace sebagai rekan satu fraksi, melainkan membela Ace sebagai pimpinan Komisi VIII.

"Jadi pimpinan apa yang tadi diceritakan saya harus perjelas bahwa ada komunikasi buruk yang dilakukan oleh saudara sekjen kepada pimpinan kami Ace Hasan Syadzilu yang menurut saya itu offside," kata Ali di ruang rapat Komisi VIII DPR, Rabu (19/1/2022).

Karena itu Ali mengusulkan Harry untuk meninggalkan ruangan agar rapat dapat dilanjutkan. Sebab diketahui rapat memang belum dimulai, lantaran seluruh anggota Komisi VIII terlebih dahulu menyampaikan unek-unek mereka atas perlakuan Harry kepada Ace yang dinilai tidak pantas.

"Saya usulkan bahwa kalau rapat ini akan dilanjutkan saya minta saudara sekjen untuk meninggalkan ini. Atau kalau rapat ini masih dilanjutkan dengan keberatan pak sekjen maka saya yang akan keluar dari ruangan ini," kata Ali.

Mendengar itu, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto menampung usulan Ali. Yandri mempersilakan anggota lain menyampaikan pandangan. Dalam pandangan itu, perwakilan sejumlah fraksi kompak menyetujui usulan Ali.

"Komisi VIII dengan solidatirasnya teman-teman mungkjn izin pak sekjen ya ini juga keinginan semua teman-teman, off dulu di pertemuan ini," kata Wakil Ketua Komisi VIII dari PDIP Diah Pitaloka.

Dari tanggapan yang disampaikan Diah, diketahui komunikasi yang dipermasalakan Komisi VIII menyangkut Skejen Kemensos Harry dengan pimpinan Komisi VIII Ace Hasan itu terjadi di WhatsApp.

"Ini kan persoalannya komunikasi ya. Memang kita juga perlu lebih intens forum-forum komunikasi langsung. Karena kalau WA itu biasnya luar biasa tinggi ya. Karena itu kata kita gak tahu masing maisng situasinya lagi bagaimna ya," kata Diah.

Sementara itu, Ace menjelaskan lebih detail terkait awal mula permasalahan terjadi, yakni saat Mensos Risma berkunjung ke dapil Ace tapi ia tidak mengetahui informasi itu. Padahal bagi Ace hal itu penting untuk kemudian melakukan fungsi pengawasan mengingat Risma sebagai menteri sosial merupakan mitra dari Komisi VIII.

Informasi kunjungan Risan itu yang ternyata tidak disampaikan Sekjen Harry. Sebab terkait jadwal Risma yang mengatur adalah Sekjen Kemensos.

"Saya terus terang saja ketika Ibu ke dapil saya, lalu tidak memberitahu kami, padahal kesempatan kita bersama setiap kali ke dapil kita setidaknya diberitahu dan itu yang ngatur adalah sekjen," kata Ace.

Diakui Ace, Sekjen Harry sendiri sudah meminta maaf atas kejadian itu. Namun yang jadi permasalahan setelah minta maaf Harry masih terus berbicara, bahkan menganggap sikap Ace sinis.

Menanggpi anggapan Harry, Ace menegaskan dirinya tidak bersikap sinis. Melainkan hanya bertugas sebagai anggota DPR untuk melakukan fungsi pengawasan

"Sekjen memang waktu itu telah minta maaf, tapi setelah itu nyerocos bu, bilang apa yang kami lakukan itu sinis, bahwa saya diundang oleh Kemensos ndak pernah datang. Apa urusannya bicara seperti itu," kata Ace.

Mendengar Ace, Risma kemudian memotong untuk meminta maaf. Namun pimlinan rapat meminta Risma tidak menyela apa yang sedang disamlaikan Ace.

"Kami mohon maaf sekali Pak Ace, mohon maaf sekali," ujar Risma

"Jangan dipotong bu," pinta Yandri.

Ace sendiri menegaskan tidak memiliki permasalhan dengan Risma. Begitu juga dengan Yandri. Ia menegaskan bahwa permasalahan yang dibahas bukan antara Ace sebagai personal dengan Harry, melainkan antara Komisi VIII dengan mitra.

"Jadi bu menteri, Ini bukan lagi masalah Pak Sekjen dan Pak Ace, ini masalah Komisi VIII," kata Yandri.

"Saya sangat paham, makanya tadi kan saya pun siap satu per satu melakukan duduk di depan dan itu akan saya lakukan dengan pak sekjen. Saya minta pak sekjen ikut," kata Risma.

Pimpinan rapat Yandri lantas menerima usulan para anggota agar Harry dapat meninggalkan ruangan agar rapat bisa segera dilanjutkan.

"Saya kira gak perlu diperpanjang lagi, dan bu menteri gak usah memperpanjang lagi supaya enak semua. Tarpi pak sekjen sebaiknya meninggalkan tempat dulu bu kalau enggak gak mungkin ini berlanjut bu," ujar Yandri.

Risma sendiri juga meminta Sekjen Harry untuk minta maaf, walaupun akhirnya harus keluar dari ruang rapat sebagaimana permintaan Komisi VIII.

"Nanti pak sekjen harus minta maaf, kalaupun pak sekjen harus keluar, tapi Pak sekjen harus minta maaf. Baik pribadi ataupun unit saya minta maaf," ucap Risma.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sekjen Kemensos Diusir dari Ruangan, Mensos Risma Potong Pembicaraan Pimpinan Rapat di DPR untuk Minta Maaf

Sekjen Kemensos Diusir dari Ruangan, Mensos Risma Potong Pembicaraan Pimpinan Rapat di DPR untuk Minta Maaf

News | Rabu, 19 Januari 2022 | 13:20 WIB

Beri Dukungan Moril, Mensos Kunjungi Anak-anak yang Berjuang Melawan Sakit  di Rumah Singgah

Beri Dukungan Moril, Mensos Kunjungi Anak-anak yang Berjuang Melawan Sakit di Rumah Singgah

News | Rabu, 19 Januari 2022 | 12:12 WIB

Beras Bantuan Ketua DPR RI Puan Maharani Dibagikan di Kota Bitung

Beras Bantuan Ketua DPR RI Puan Maharani Dibagikan di Kota Bitung

Sulsel | Selasa, 18 Januari 2022 | 20:17 WIB

Terkini

Disokong China, Ini Kabar Terbaru Proyek Megah Bendungan Jenelata Gowa Rp4,15 Triliun

Disokong China, Ini Kabar Terbaru Proyek Megah Bendungan Jenelata Gowa Rp4,15 Triliun

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 09:06 WIB

351 Warga Keracunan MBG di Purworejo! DPR Desak BGN Audit Total Standar Keamanan

351 Warga Keracunan MBG di Purworejo! DPR Desak BGN Audit Total Standar Keamanan

News | Rabu, 23 September 2026 | 09:02 WIB

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Harga Emas Pegadaian Hari Ini Stagnan, Saatnya Borong atau Tahan Dulu?

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:56 WIB

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

PI Migas Sengkang Naik Jadi 10 Persen, Pemprov Sulsel dan Wajo Dapat 'Durian Runtuh'

Sulsel | Rabu, 23 September 2026 | 08:47 WIB

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lebih dari Sekadar Ilmu, Pengalaman Ini Mengajarkan Generasi Muda Arti Kepedulian

Lifestyle | Rabu, 23 September 2026 | 08:42 WIB

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis Vape di Tengah Isu Narkoba, APVI Minta Penindakan Tepat Sasaran

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 08:38 WIB

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

Tuding GMNI Underbow PKI, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Dilaporkan ke Bareskrim!

News | Rabu, 23 September 2026 | 08:37 WIB

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Bagaimana Cara Menghitung Volume Tabung Jika Hanya Diketahui Keliling Alas dan Tingginya?

Tekno | Rabu, 23 September 2026 | 08:35 WIB

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Shin Oishinbo Resmi Diproduksi, Anime Kuliner Legendaris Kembali

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 08:30 WIB

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Raih Juara II MTQ Nasional 2026, Bocah asal Siak Dapat Hadiah Umrah

Riau | Rabu, 23 September 2026 | 08:26 WIB

×