- Anggota Komisi I DPR RI mendesak Kemlu RI mengambil langkah taktis amankan WNI terdampak kerusuhan di Meksiko.
- DPR meminta penguatan koordinasi diplomatik regional, termasuk KBRI Washington D.C., untuk kontinjensi.
- Amelia Anggraini menyoroti dampak kerusuhan Meksiko terhadap peningkatan risiko jaringan narkotika internasional ke Indonesia.
Suara.com - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Amelia Anggraini, meminta Pemerintah Indonesia memberikan perhatian serius terhadap eskalasi kerusuhan yang tengah terjadi di Meksiko.
Menurutnya, situasi tersebut bukan sekadar persoalan domestik Meksiko, melainkan dinamika keamanan kawasan yang memiliki implikasi lintas negara, termasuk terhadap keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) dan ketahanan nasional.
Amelia mendesak Kementerian Luar Negeri (Kemlu RI) untuk segera mengambil langkah taktis guna menjamin keamanan WNI yang berada di wilayah terdampak.
Ia menekankan pentingnya pemetaan persebaran WNI dan penyediaan jalur evakuasi jika situasi memburuk.
“Sistem komunikasi krisis harus aktif selama 24 jam dengan koordinasi erat bersama otoritas keamanan setempat,” ujar Amelia kepada wartawan di Jakarta, Rabu (25/2/2026).
Lebih lanjut, ia menyarankan agar koordinasi diplomatik diperkuat tidak hanya di Meksiko, tetapi juga melibatkan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington D.C. serta perwakilan RI di negara-negara Amerika Tengah dan Utara lainnya. Langkah ini dinilai krusial untuk menyusun skenario kontinjensi regional.
“Pendekatan ini penting untuk memastikan skenario kontinjensi regional apabila diperlukan relokasi atau bantuan lintas yurisdiksi,” tambahnya.
Selain faktor keselamatan warga, Amelia juga menyoroti dimensi keamanan nasional terkait jaringan narkotika internasional.
Merujuk pada data Badan Narkotika Nasional (BNN), kerusuhan dan kematian figur kunci kartel di Meksiko sering kali memicu perpecahan kelompok yang justru berbahaya bagi pasar internasional, termasuk Indonesia.
Baca Juga: Komisi III DPR RI Sayangkan Guru Honorer di Probolinggo Dipidanakan karena Rangkap Jabatan
“Situasi seperti ini justru dapat membuka celah baru distribusi narkotika ke pasar-pasar yang sudah teridentifikasi, termasuk Indonesia,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa fragmentasi kelompok kartel akibat perebutan kekuasaan internal berpotensi menciptakan jalur-jalur penyelundupan baru. Oleh karena itu, Amelia meminta pemerintah memperkuat kerja sama intelijen internasional dan memperketat pengawasan di pintu-pintu masuk strategis tanah air.
Amelia menekankan bahwa ancaman terhadap kedaulatan negara saat ini tidak selalu berbentuk konflik bersenjata, melainkan kejahatan transnasional yang bergerak dinamis.
“Negara harus hadir secara proaktif, bukan reaktif, baik dalam melindungi warga negaranya maupun dalam menjaga kedaulatan dari ancaman narkotika yang bersifat lintas batas,” ujarnya.
Lebih lanjut, Amelia berharap pemerintah segera merespons situasi ini dengan basis analisis risiko yang komprehensif.
“Keamanan WNI dan ketahanan nasional harus dipastikan berjalan beriringan melalui respons yang cepat, terkoordinasi, dan berbasis pada analisis risiko yang komprehensif,” pungkasnya.