facebook

Gempa Susulan Talaud Terjadi 9 Kali, BMKG Imbau Masyarakat Hindari Bangunan Retak

Erick Tanjung | Ummi Hadyah Saleh
Gempa Susulan Talaud Terjadi 9 Kali, BMKG Imbau Masyarakat Hindari Bangunan Retak
Kepala BMKG Dwi Korita Karnawati dalam konfrensi pers virtual terkait gempabumi di Nias Barat, Sumatera Utara, Jumat (14/5/2021). [Bidik layar]

"Pukul 11.30 WIB hasil monitoring menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar 4,5," kata Dwikorita.

Suara.com - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat terjadi sembilan kali gempa susulan pasca gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 (sebelumnya disebut 6,1) di Kota Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, Sabtu (22/1/2022).

"Pukul 11.30 WIB hasil monitoring menunjukkan adanya sembilan aktivitas gempa bumi susulan, dengan magnitudo terbesar 4,5," kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konfrensi pers hari ini.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat untuk menghindari bangunan yang retak akibat gempa. Dwikorita meminta masyarakat untuk memeriksa dan memastikan bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa.

"Mohon periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.

Baca Juga: Kepulauan Talaud Diguncang Gempa Magnitudo 6,1, Rumah Warga dan Gereja Rusak Ringan

Tak hanya itu, Dwikorita mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tetap waspada.

"Kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya," katanya.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar