Tiga Ibu Kota Provinsi dan 36 Daerah Akan Alami Ekuiluks di Januari - Februari

Liberty Jemadu

Jum'at, 21 Januari 2022 | 18:00 WIB
Tiga Ibu Kota Provinsi dan 36 Daerah Akan Alami Ekuiluks di Januari - Februari
Ekuiluks adalah fenomena astronomis ketika panjang siang tepat sama dengan panjang malam yakni 12 jam. Fenomena ini akan terjadi di beberapa kota di Indonesia selama Januari - Februari 2022. Foto: Ilustrasi Matahari. [Unsplash/Ankita M]

Suara.com - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyebutkan tiga ibu kota dan 36 lokasi lain di lima provinsi di Indonesia mengalami ekuiluks pada tanggal tertentu di periode Januari-Februari 2022.

Ekuiluks adalah fenomena astronomis ketika panjang siang tepat sama dengan panjang malam yakni 12 jam.

"Ekuiluks hanya fenomena astronomis biasa, tidak berdampak apa pun ke kehidupan manusia," kata peneliti di Pusat Riset Antariksa BRIN Andi Pangerang Hasanuddin dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

Daerah-daerah yang mengalami fenomena ekuiluks tersebut berada di lima provinsi, yaitu Kalimantan Utara, Sumatera Utara, Aceh, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Utara.

Andi menuturkan tiga ibukota provinsi yang mengalami fenomena ekuiluks adalah Tanjungselor di Kalimantan Utara pada 27 Januari, Medan di Sumatera Utara pada 10 Februari dan Banda Aceh pada 25 Februari.

Fenomena ekuiluks juga terjadi di 36 lokasi lain yaitu:

  • Subulussalam di Aceh pada 20 Januari
  • Sidikalang di Sumatera Utara pada 24 Januari
  • Pulau Subi di Kepulauan Riau pada 28 Januari
  • Pematangsiantar di Sumatera Utara pada 29 Januari
  • Kisaran di Sumatera Utara pada 30 Januari
  • Tanjungbalai di Sumatera Utara pada 30 Januari
  • Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau pada 31 Januari
  • Kabanjahe di Sumatera Utara pada 2 Februari
  • Berastagi di Sumatera pada 4 Februari
  • Tapaktuan di Sumatera Utara pada 5 Februari
  • Tebingtinggi di Sumatera Utara pada 6 Februari
  • Tarakan di Kalimantan Utara pada 6 Februari
  • Kutacane di Aceh pada 9 Februari
  • Deli Serdang di Sumatera Utara pada 9 Februari
  • Tanjungmorawa di Sumatera Utara pada 9 Februari
  • Lubukpakam di Sumatera Utara pada 9 Februari
  • Binjai di Sumatera Utara pada 10 Februari
  • Tahuna di Sulawesi Utara pada 10 Februari
  • Blangpidie di Aceh pada 12 Februari
  • Stabat di Sumatera Utara pada 12 Februari
  • Pulau Natuna di Kepulauan Riau pada 13 Februari
  • Pangkalanbrandan di Sumatera Utara pada 14 Februari
  • Blangkejeren di Aceh pada 14 Februari
  • Melongguane di Sulawesi Utara pada 15 Februari
  • Meulaboh di Aceh pada 16 Februari
  • Nunukan di Kalimantan Utara pada 17 Februari
  • Langsa di Aceh pada 18 Februari
  • Takengon di Aceh pada 20 Februari
  • Dampulis di Sulawesi Utara pada 21 Februari
  • Benermeriah di Aceh pada 21 Februari
  • Lhoksumawe di Aceh pada 23 Februari
  • Bireuen di Aceh pada 23 Februari
  • Sigli di Aceh pada 24 Februari
  • Jantho di Aceh pada 24 Februari
  • Miangas di Sulawesi Utara pada 25 Februari
  • Sabang di Aceh pada 26 Februari.

Andi mengatakan ekuiluks dapat terjadi dua kali setahun. Fenomena tersebut akan terjadi kembali pada 15 Oktober 2022 di Sabang hingga 18 November 2022 di Subulussalam di Provinsi Aceh.

Pada fenomena ekuiluks, langit akan mulai tampak terang ketika terjadi aram beberapa menit sebelum Matahari terbit saat fajar maupun beberapa menit setelah Matahari terbenam saat senja.

Aram terjadi dikarenakan oleh pembiasan sinar matahari oleh atmosfer bumi sehingga saat Matahari terbenam, langit tidak seketika gelap dan menjelang Matahari terbit, langit tidak seketika terang. [Antara]

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Cangkang Rajungan Menumpuk, Peneliti Kembangkan Limbahnya Menjadi Material Baterai

Lifestyle | Selasa, 15 September 2026 | 12:55 WIB

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

Monitoring 24 Jam Selat Sunda Normal, Kabar Tsunami Akibat Erupsi GAK Dipastikan Hoaks!

News | Senin, 14 September 2026 | 18:17 WIB

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lawan Abrasi, Bagaimana Limbah Plastik Disulap Jadi Alat Penahan Ombak?

Lifestyle | Rabu, 09 September 2026 | 14:55 WIB

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

Kurangi Ketergantungan Fosil, Bagaimana BRIN Ubah Minyak Kelapa Jadi Bahan Bakar Pesawat?

News | Senin, 07 September 2026 | 10:58 WIB

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

Erupsi Anak Krakatau Diduga Tembus Lapisan Tropopause, Pakar BRIN Ungkap Dampak Iklimnya

News | Minggu, 06 September 2026 | 12:05 WIB

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

Memanen Panas yang Terbuang, Bagaimana BRIN Kembangkan Teknologi Termoelektrik?

News | Rabu, 02 September 2026 | 16:52 WIB

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

Mengenal Ubi Bombing, Alternatif Pemadaman Karhutla Berbasis Tepung Singkong

News | Selasa, 01 September 2026 | 15:03 WIB

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

BRIN Belum Pastikan Efektivitas Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 18:23 WIB

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

Tepung Singkong untuk Padamkan Karhutla Dinilai Sangat Memungkinkan

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:55 WIB

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

Di Depan Presiden Timor Leste, Megawati Ungkap Salju Abadi Papua Bakal Lenyap 3 Tahun Lagi

News | Jum'at, 28 Agustus 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

KPK Endus Keterlibatan Swasta Lain di Kasus Suap Layanan Pertanahan ATR/BPN

Bogor | Rabu, 16 September 2026 | 22:21 WIB

×