Polisi Didesak Tangkap Edy Mulyadi, Ucapannya Dinilai Lebih Bahaya dari Ferdinand dan Habib Bahar

Aprilo Ade Wismoyo

Senin, 24 Januari 2022 | 12:55 WIB
Polisi Didesak Tangkap Edy Mulyadi, Ucapannya Dinilai Lebih Bahaya dari Ferdinand dan Habib Bahar
Edy Mulyadi semprot Prabowo (Youtube/MimbarTube)

Suara.com - Direktur Eksekutif Komite Pemberantasan Mafia Hukum (KPMH), Muannas Alaidid ikut buka suara terkait Edy Mulyadi yang dinilai menghina Prabowo Subianto dan masyarakat Kalimantan Timur.

Melansir Hops.id -- jaringan Suara.com, Muannas Alaidid mengatakan, polisi harus segera menangkap Edy Mulyadi. Namun, bukan karena menghina Menhan Prabowo Subianto, melainkan karena tuduhan merendahkan suku di Indonesia, utamanya masyarakat di Kalimantan Timur.

"Polri harus segera tangkap Edi Mulyadi bukan karena hinaan terhadap Prabowo tapi atas tuduhan kebencian dan merendahkan suku di Indonesia, utamanya saudara kita di Kaltim," tulis Muannas Alaidid di akun Twitter miliknya, dikutip Hops.ID pada Senin (24/1/2022).

Lebih lanjut, Muannad Alaidid mengatakan bahwa semua orang yang terlibat dalam acara di mana Edy Mulyadi diduga menghina masyarakat Kalimantan Timur, harus dimintai tanggung jawab pidana.

Tak cuma itu, dia juga mengatakan bahwa penggagas acara tersebut juga bisa dimintai tanggung jawab pidana.

"Bahkan semua yang hadir dan penggagas acara itu dapat dimintai tanggung jawab pidana," lanjutnya.

Lebih jauh, Muannas Alaidid mengatakan bahwa ucapan Edy Mulyadi yang dinilai menghina masyrakat Kalimantan Timur, itu lebih bahaya daripada ucapan Ferdinand Hutahaean dan juga Habib Bahar bin Smith.

"Ucapan Edi jauh lebih bahaya dibanding Ferdinand dan Bahar," pungkas Muannas Alaidid.

Ketua Umum Cyber Indonesia, Muannas Alaidid (kiri) melaporkan Anji dan Profesor Hadi Pranoto terkait video tentang covid-19, yang heboh di media sosial. Muannas melaporkan Anji dan Profesor Hadi ke Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). [Herwanto/Suara.com]
Muannas Alaidid (kiri) di Polda Metro Jaya, Senin (3/8/2020). [Herwanto/Suara.com]

Sebelumnya, Edy Mulyadi diduga menghina masyarakat Kalimantan Timur. Dia mengatakan Kalimantan sebagai tempat jin buang anak. Hal itu diucapkan saat dia menyoroti soal ibu kota negara yang pindah ke daerah Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

baca juga

"Bisa memahami enggak, ini ada sebuah tempat elite, punya sendiri yang harganya mahal, punya gedung sendiri, lalu dijual pindah ke tempat jin buang anak," katanya.

"Pasarnya siapa, kalau pasarnya kuntilanak, genderuwo, enggak apa-apa dibangun di sana," sambungnya.

Lebih jauh, Edy sebelumnya juga dinilai menghina Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Dia menyebut Prabowo 'seperti macan yang mengeong'.

"Masak Menteri Pertahanan gini saja enggak ngerti sih? Jenderal bintang 3. Macan yang jadi kayak mengeong. Enggak ngerti begini saja. Halo, Prabowo? Prabowo Subianto, kamu dengar suara saya? Masak itu nggak masuk dalam perhitungan, kamu Menteri Pertahanan?" kata Edy dalam salah satu video.

Sumber artikel cek disini
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Edy Mulyadi Penghina Kalimantan 'Tempat Jin Buang Anak' Pernah Nyaleg, PKS: Tak Ada Kaitannya dengan Partai!

Edy Mulyadi Penghina Kalimantan 'Tempat Jin Buang Anak' Pernah Nyaleg, PKS: Tak Ada Kaitannya dengan Partai!

News | Senin, 24 Januari 2022 | 12:48 WIB

Mengaku Siap Minta Maaf, Edy Mulyadi Klarifikasi 'Tempat Buang Jin' Gambarkan Lokasi yang Jauh

Mengaku Siap Minta Maaf, Edy Mulyadi Klarifikasi 'Tempat Buang Jin' Gambarkan Lokasi yang Jauh

News | Senin, 24 Januari 2022 | 12:38 WIB

Profil Ridwan Kamil, Sosok Kepala Daerah dan Arsitek Mirip Kriteria Jokowi untuk Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

Profil Ridwan Kamil, Sosok Kepala Daerah dan Arsitek Mirip Kriteria Jokowi untuk Calon Kepala Otorita IKN Nusantara

News | Senin, 24 Januari 2022 | 12:31 WIB

Sebut Kalimantan Sebagai Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Minta Maaf

Sebut Kalimantan Sebagai Tempat Jin Buang Anak, Edy Mulyadi Minta Maaf

Batam | Senin, 24 Januari 2022 | 11:54 WIB

Dikaitkan dengan Pernyataan Edy Mulyadi yang Disebut Hina Kalimantan, PKS Bereaksi Tegas

Dikaitkan dengan Pernyataan Edy Mulyadi yang Disebut Hina Kalimantan, PKS Bereaksi Tegas

News | Senin, 24 Januari 2022 | 11:46 WIB

Persekutuan Dayak Kaltim Minta Edy Mulyadi Diproses dengan Hukum Adat

Persekutuan Dayak Kaltim Minta Edy Mulyadi Diproses dengan Hukum Adat

News | Senin, 24 Januari 2022 | 11:02 WIB

Terkini

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Tayang 2027, Jin Young dan Kim Min Ho Dipastikan Bintangi Film Aksi Fighter

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:30 WIB

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Dewa United vs Persija Jakarta, Jakmania Dilarang Hadir ke Banten!

Bola | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:25 WIB

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

The Cat Returns: Tentang Nyaris Berubah Jadi Kucing Karena Menolong Kucing

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:21 WIB

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

Kerja Sama Bantargebang Diperpanjang, Jakarta Justru Diberi Peringatan

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:19 WIB

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Ikan Nila Disebut Jadi Ancaman Nyata Bagi Populasi Sidat Legendaris di Danau Poso

Sulsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Syarat Pecah KK Setelah Menikah 2026, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan Pasutri

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

Titik Baru Api Karhutla Masih Muncul, Sugiono Minta Patroli Darat Diperketat

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

6 Rekomendasi Serum Viva Terbaik untuk Flek Hitam dan Garis Halus Usia 40 Tahun

Lifestyle | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:15 WIB

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Pertamina & Kemenkop Luncurkan Piloting Pengumpulan Minyak Jelantah

Bisnis | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:14 WIB

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Polisi Bongkar Dugaan Korupsi Dana Desa Paniis Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp530 Juta

Jabar | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 12:12 WIB

×