Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru

Dwi Bowo Raharjo, Adiyoga Priyambodo

Jum'at, 12 Juni 2026 | 15:56 WIB
Terancam Terusir, 71 Jiwa Penghuni Rusun Kemensos Belum Kantongi Kepastian Tempat Tinggal Baru
Sebanyak 71 jiwa dari 22 keluarga penghuni Rumah Susun Sentra Mulya Jaya, Jakarta Timur terancam kehilangan tempat tinggal setelah masa terminasi program Kementerian Sosial berakhir pada Juni 2026 ini. (Suara.com/Adiyoga)
baca 10 detik
  • Sebanyak 71 jiwa warga Rusun Sentra Mulya Jaya terancam kehilangan tempat tinggal akibat terminasi program Kemensos pada Juni 2026.
  • Warga mengajukan permohonan hunian rusun kepada Pemprov DKI Jakarta guna menjamin hak dasar tempat tinggal yang layak dan terjangkau.
  • Dinas Perumahan DKI belum memberikan kepastian solusi konkret terkait permohonan hunian warga di luar jalur pendaftaran aplikasi Sirukim.

Suara.com - Sebanyak 71 jiwa dari 22 keluarga penghuni Rumah Susun Sentra Mulya Jaya, Jakarta Timur terancam kehilangan tempat tinggal setelah masa terminasi program Kementerian Sosial berakhir pada Juni 2026 ini.

Warga yang seluruhnya ber-KTP DKI Jakarta itu telah mengajukan permohonan hunian rusun kepada Pemprov DKI, dengan harapan mendapat unit di Rusun Jagakarsa atau Rusun Pasar Rebo, lokasi yang dekat dengan sumber penghidupan mereka di kawasan Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sutarman, juru bicara warga, menegaskan bahwa permintaan mereka berlandaskan konstitusi.

"Kami tuh mengajukan karena kami sudah masa terminasi dari Kementerian Sosial di bulan April sampai Juni ini. Nah, kami akhirnya mengajukan untuk mendapatkan tempat tinggal rusun di DKI Jakarta, karena itu kan hak dasar kami," ujarnya.

Sayang, audiensi selama satu setengah jam antara warga dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta berakhir tanpa kesepakatan konkret.

Jan Putra, Kepala Seksi Peran Serta Masyarakat Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman DKI Jakarta, menyatakan pihaknya belum bisa memberikan kepastian apa pun kepada warga.

"Artinya hanya menampung aspirasi, menampung aspirasi mereka. Walaupun demikian, kalau warga mau mendaftar rusun itu, silakan melalui aplikasi Sirukim kami. Itu nanti masuknya ke masyarakat umum," jelas Jan Putra.

Jalur pendaftaran umum melalui aplikasi Sirukim milik Pemprov DKI dirasa bukan solusi yang bisa warga tempuh, mengingat keterbatasan ekonomi yang mereka hadapi.

"Di samping pembayarannya mahal, itu persyaratannya kami tuh nggak mumpuni ke situ. Karena kondisi kami dari tempat tinggal yang lama di Rusun Kemensos ini sangat terbatas sekali, baik pekerjaan atau yang lainnya tuh kami bener-bener di bawah kesulitan lah untuk mendapatkan pembayaran secara umum ke pihak rusun," kata Sutarman.

baca juga

Selama menghuni Rusun Sentra Mulya Jaya sejak peresmiannya pada 31 Maret 2023, warga pun mengaku justru kehilangan sejumlah bantuan sosial yang sebelumnya mereka terima, termasuk BLT dan jaminan sosial, akibat persoalan administrasi kependudukan.

"Kami begitu tinggal di sana tuh, di rusun itu hak-hak kami hilang. Seperti bantuan BLT gitu kan, jaminan sosial, ataupun anak-anak sekolah, itu hilang semua. Karena mungkin KTP kami masih di alamat yang lama, sedangkan di rusun itu kami nggak bisa mendapatkan domisili," ungkap Sutarman.

Pelatihan keterampilan yang diberikan selama program berlangsung di rusun juga dinilai tidak berkelanjutan dan tidak berdampak signifikan terhadap kemandirian ekonomi warga.

"Pelatihan kami tuh sekadarnya aja. Misal pelatihan menjahit, selesai sekali pelatihan, sudah. Dan tidak diteruskan untuk jangka panjang, misalnya mencari kerja atau apa tuh nggak ada," kisah Sutarman.

Meski jalan masih buntu, Sutarman menegaskan warganya tidak akan menyerah dan akan terus mencari celah hukum maupun prosedural demi mendapatkan hunian yang layak bagi 71 jiwa yang kini menggantung nasibnya.

"Kami pasti berjuang melalui prosedur-prosedur di luar itu, yang bisa memungkinkan agar kami dapat rumah susun ataupun tempat tinggal yang subsidi, tempat tinggal yang terjangkau untuk masyarakat warga-warga, dalam hal ini Rusun Mulia Jaya sebanyak kurang lebih 22 KK dengan jumlah anggota keluarga sekitar 71 orang. Itu semua ber-KTP DKI," pungkas Sutarman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

Setahun Berjalan, Prof Nuh Soroti Dua Aspek Utama dalam Evaluasi Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:45 WIB

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

Mensos Gus Ipul dan Kepala KSP Bahas Perkembangan Program Sekolah Rakyat

News | Rabu, 10 Juni 2026 | 13:39 WIB

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

Pembangunan Sekolah Rakyat di Bali Dikebut, Gus Ipul Tekankan Akselerasi

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 20:39 WIB

Data Bansos Amburadul, DPRD DKI Khawatir Bantuan Meleset dari Warga Miskin

Data Bansos Amburadul, DPRD DKI Khawatir Bantuan Meleset dari Warga Miskin

News | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:13 WIB

Terkini

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

×