- Mahasiswa UI menggelar aksi unjuk rasa di Bundaran HI pada Jumat, 12 Juni 2026, untuk menyuarakan aspirasi rakyat.
- Raka Andika meminta aparat TNI-Polri agar tidak bersikap represif dan menganggap mahasiswa sebagai musuh selama menyampaikan pendapat di jalan.
- Blokade aparat di Jalan Jenderal Sudirman menyebabkan arus lalu lintas lumpuh total serta menghambat aksi penyampaian lima tuntutan mahasiswa.
Suara.com - Mahasiswa meminta agar aparat tidak melalukan aksi represif. Aparat kata dia, tidak perlu takut dengan aksi penyampaian pendapat di muka umum yang dilakukan mahasiswa karena tidak membawa senjata.
“Tolong jangan represif! Kami ini mahasiswa, bukan KKB! (kelompok kriminal bersenjata). Tidak membawa senjata! Kami membawa niat untuk membawa perbaikan untuk rakyat Indonesia,” kata Anggota Garda Menwa Universitas Indonesia (UI), Raka Andika, di Bundaran HI, Jumat (12/6/2026).
Raka kemudian meminta agar pihak keamanan, baik TNI-Polri tidak perlu menganggap mahasiswa sebagai musuh dan penjahat.
“Jangan menganggap kami seperti musuh! Jangan menganggap kami seperti penjahat, kami ini mahasiswa, masyarakat! Jangan menghadapi kami, jangan membawa senjata,” ujarnya.
Aksi turun ke jalan yang dilakukan oleh mahasiswa kata dia, yakni untuk menyampaikan keresahan masyarakat tentang kondisi Indonesia belakangan ini.
“Kami ini mempunyai niat yang mulia untuk kalian semua, untuk rakyat Indonesia! Dan kami tidak ditunggangi! Niat kami tulus untuk kalian, bangsa Indonesia! Hidup rakyat Indonesia,” pungkasnya.
Kekinian, para mahasiswa masih tertahan oleh blokade yang dilakukan oleh TNI-Polri di depan Menara BCA, Jalan Jenderal Sudirman.
Mereka dihadang agar tidak bisa menuju lokasi aksi yang sebelumnya telah mereka rencanakan.
Akibat blokade aparat TNI-Polri ini, arus lalu lintas yang menuju Bundaran HI menuju Dukuh Atas, maupun sebaliknya, saat ini lumpuh total.
Kendaraan tidak ada yang melintas di ruas jalan tersebut akibat dilakukannya blockade oleh aparat.
Sedikitnya, ada lima tuntutan yang akan disuarakan mahasiswa dalam aksi kali ini, yakni:
- Stop Pemborosan APBN;
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM;
- Hentikan Program MBG dan Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih;
- Hentikan Militerisme di Ranah Sipil;
- Menuntut Prabowo Berhenti Mengelak dan Akui Kesalahan Pemerintah.