Sebut UU Omnibus Law Berbahaya hingga Regresi Demokrasi, ICW: Kenaikan IPK Indonesia Semu!

Agung Sandy Lesmana, Muhammad Yasir

Minggu, 30 Januari 2022 | 16:29 WIB
Sebut UU Omnibus Law Berbahaya hingga Regresi Demokrasi, ICW: Kenaikan IPK Indonesia Semu!
Logo Indonesia Corruption Watch (ICW). Sebut UU Omnibus Law Berbahaya hingga Regresi Demokrasi, ICW: Kenaikan IPK Indonesia Semu! [Suara.com/Nikolaus Tolen]

Suara.com - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menilai kenaikan indeks persepsi korupsi (IPK) atau corruption perception index (CPI) Indonesia tahun 2021 dari 37 ke 38 merupakan kenaikan yang semu. Sebab, kenaikan ini banyak dikontribusikan oleh aspek deregulasi ekonomi yang justru berimpliaksi negatif terhadap masyarakat.

Menurutnya, regresi demokrasi di Indonesia berkaitan besar terhadap skor IPK Indonesia yang stagnan bahkan menurun di beberapa aspek.

"Regresi demokrasi kita itu berkelindan juga dengan apa yang terefleksikan CPI kemarin. meskipun CPI kami naik dari 37 ke 38. Bagi ICW, kami melihat ini adalah kenaikan yang semu karena dikontribusikan oleh aspek-aspek deregulasi ekonomi, yang kebijakan ini punya implikasi yang serius terhadap sektor masyarakat luas," kata Adnan dalam diskusi yang disiarkan lewat akun YouTube Sahabat ICW, Minggu (30/1/2022).

"Misalnya Omnibus Law itu kan dipuja oleh banyak investor, akan tetapi implikasinya kepada masyarakat itu banyak yang juga sudah mengkritisi betapa berbahayanya undang-undang ini," imbuhnya.

Atas hal itu, Adnan menilai tak perlu bangga akan kenaikan satu tingkat IPK Indonesia. 

"Jadi saya kira kami enggak boleh berbangga, karena ini adalah sisi yang sangat kecil dan spesifikasi dari index CPI," katanya.

Adnan mengemukakan skor IPK dipengaruhi oleh beberapa aspek. Seperti, aspek, pemberantasan korupsi, demokrasi, hingga rule of law. 

"Dalam kasus CPI kemarin index rule of law kita itu stagnan. Kenapa? Karena ya kita melihat secara umum bahwa upaya-upaya pemolisian untuk membungkam suara kritik masyarakat, termasuk oposisi ya, kami bisa masukan dalam kerangka ini, itu terjadi dan itu dilakukan," bebernya. 

Di samping itu, kata Adnan, aspek yang memiliki pengaruh besar dalam perolehan skor IPK ialah aspek demokrasi. Mirisnya, kata dia, kekinian aspek demokrasi itu menurun jika dibanding sebelumnya. 

baca juga

"Kemudian kita lihat anjlok nilainya dari skor CPI kita, dari indikator yang membangun skor CPI itu adalah demokrasi variety index. Ini adalah sesuatu yang penting untuk melihat upaya-upaya pemberantasan korupsi di suatu negara. Bukan hanya dia stagnan tapi periode sekarang itu mengalami penurunan yang cukup signifikan nilainya."

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

KPK Duga Sejumlah Uang Suap Dipergunakan Rahmat Effendi untuk Membeli Aset

KPK Duga Sejumlah Uang Suap Dipergunakan Rahmat Effendi untuk Membeli Aset

Bekaci | Minggu, 30 Januari 2022 | 14:37 WIB

Sebut Proyek Tol Era Jokowi Paling Mahal, Faisal Basri Singgung Soal KKN Picu Banyak Proyek Mubazir

Sebut Proyek Tol Era Jokowi Paling Mahal, Faisal Basri Singgung Soal KKN Picu Banyak Proyek Mubazir

Bisnis | Minggu, 30 Januari 2022 | 11:36 WIB

Kadis Termuda di Kolaka Timur Ditahan KPK, Banyak Kalangan Tak Menyangka Dan Prihatin

Kadis Termuda di Kolaka Timur Ditahan KPK, Banyak Kalangan Tak Menyangka Dan Prihatin

Sulsel | Sabtu, 29 Januari 2022 | 14:13 WIB

Kontradiktif Bupati Langkat Nonaktif: Panen Hujatan, Tapi Malah Dipuja Warga Setempat

Kontradiktif Bupati Langkat Nonaktif: Panen Hujatan, Tapi Malah Dipuja Warga Setempat

Video | Sabtu, 29 Januari 2022 | 11:05 WIB

Terkini

Pria di Kampung Ambon Ditangkap Polisi Usai Beli Etomidate Rp16 Juta Pakai Uang Palsu

Pria di Kampung Ambon Ditangkap Polisi Usai Beli Etomidate Rp16 Juta Pakai Uang Palsu

News | Senin, 02 November 2026 | 13:57 WIB

Soyeon Eks T-ara Hamil Anak Pertama, Umumkan Kabar di Anniversary ke-4

Soyeon Eks T-ara Hamil Anak Pertama, Umumkan Kabar di Anniversary ke-4

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:57 WIB

Obligasi & Sukuk RAJA Resmi Ditawarkan, Berapa Kupon untuk Investor?

Obligasi & Sukuk RAJA Resmi Ditawarkan, Berapa Kupon untuk Investor?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:55 WIB

Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi

Bunuh Balita 20 Bulan di Toilet Pasar, Sejoli Ini Saling Tuding Lempar Kesalahan saat Rekonstruksi

News | Senin, 02 November 2026 | 13:53 WIB

Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok

Kedok Kawin Pesanan Terbongkar di Pesawaran: Gadis 19 Tahun Ditransaksikan, Siap Dikirim ke Tiongkok

Lampung | Senin, 02 November 2026 | 13:53 WIB

Suka Tian Xiwei di Where the Mask Ends? Ini 5 Drama Kolosalnya!

Suka Tian Xiwei di Where the Mask Ends? Ini 5 Drama Kolosalnya!

Your Say | Senin, 02 November 2026 | 13:50 WIB

Bagaimana Cara agar Baju Hitam Tidak Cepat Pudar? Ini Tips Ampuh dari Ahli

Bagaimana Cara agar Baju Hitam Tidak Cepat Pudar? Ini Tips Ampuh dari Ahli

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 13:50 WIB

BUMI Meroket 7%, Saham-saham Ini Jadi Motor Penggerak IHSG Sesi I

BUMI Meroket 7%, Saham-saham Ini Jadi Motor Penggerak IHSG Sesi I

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 13:47 WIB

Misteri Selisih 8 Boks di Toko Online, Senjata Baru dr Richard Lee Lolos dari Jeratan Hukum

Misteri Selisih 8 Boks di Toko Online, Senjata Baru dr Richard Lee Lolos dari Jeratan Hukum

Entertainment | Senin, 02 November 2026 | 13:47 WIB

Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus

Penipuan Catut Nama Pejabat Marak di Jakarta, Undangan Palsu hingga Phishing Jadi Modus

News | Senin, 02 November 2026 | 13:43 WIB

×