Buaya Terlilit Ban Motor di Palu Selama Enam Tahun Akhirnya Terbebas

Siswanto, BBC

Selasa, 08 Februari 2022 | 12:21 WIB
Buaya Terlilit Ban Motor di Palu Selama Enam Tahun Akhirnya Terbebas
bbc

Suara.com - Buaya yang terlilit ban selama hampir enam tahun - berita yang sempat viral saat itu - akhirnya terlepas dari lilitan dengan bantuan warga setempat.

Buaya berkalung ban sepeda motor yang ketika ditemukan di Palu, Sulawesi Tengah berukuran empat meter juga berhasil dikembalikan ke sungai pada Senin (07/02).

Ban sepeda motor itu berhasil dilepas dari buaya tersebut setelah seorang warga, Tili, mencoba memburu dengan menggunakan alat seadanya.

Tili mengatakan dia "selama tiga minggu berupaya menangkap, dua kali lepas dan ini yang ketiga. Saya memang mau tolong"

"Saya pakai tali...aku kasih makan, dikasih ayamku, langsung kutarik,...sempat melawan, dan banyak orang bantu," kata Tili yang menunggu buaya itu berminggu-minggu di sepanjang sungai.

Dia mengatakan warga lain yang membantu memotong ban di leher buaya itu.

Setelah ban yang melilit buaya itu di lepas, warga langsung melepas reptil tersebut ke Sungai Palu, yang diketahui sebagai habitat. Anak buaya yang berada di sisi buaya diduga adalah anak buaya tersebut.

Kondisi buaya dikabarkan sedikit luka akibat jeratan dan diobati kata Tili.

Pada Februari 2020 lalu, presenter asal Australia Matt Wright dan rekannya, seorang pakar reptil, Chris Wilson, berkunjung untuk melepaskan buaya dari jeratan ban.

baca juga

Ketika itu, dua pakar itu bergabung dengan tim satuan tugas yang dipimpin Kepala Seksi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah Haruna setelah berkonsultasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan mendapat izin resmi.

Saat itu, dalam unggahan di akun Instagram miliknya, Wright menunjukkan proses "latihan" bersama anggota tim dengan memanfaatkan buaya yang berukuran lebih kecil.

https://www.instagram.com/p/B8e5e7knwkP/

"Ketua tim bertanya padaku apakah kita bisa menangkap buaya yang lebih kecil sebagai latihan, jadi aku menunjukkan apa yang dapat kita lakukan sebelum menuju ke event sesungguhnya," kata Wright.

Tim tersebut berencana untuk menarik perhatian buaya tersebut agar keluar dari sungai dan masuk ke "perangkap" yang telah mereka siapkan, untuk memudahkan mereka mengatur strategi untuk melepaskan lilitan ban dari lehernya.

Wright mengungkapkan tantangan utama dalam menarik perhatian buaya agar keluar dari sungai adalah kondisi sungai dan fakta bahwa buaya tersebut tidak lapar karena ada banyak sumber makanan di sungai.

"Kami harus yakin kami benar-benar siap untuk tantangan ini dan setiap orang paham tugasnya," katanya.

Ingin lepaskan buaya dengan cara aman

Strategi pertama Tim Satgas termasuk memasang perangkap di dekat daratan di mana buaya tersebut kerap berjemur.

Matt Wright mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa tujuan utama kedatangannya adalah untuk membantu melepaskan ban dengan cara yang aman.

"Saya sudah melihat buaya yang terperangkap di bawah sana. Kami berusaha agar buaya tidak merasa tertekan. Anda tahu, melepaskan ban dari leher buaya itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan dari jarak jauh. Kami berpengalaman dalam urusan serupa dalam hal ini. Tak ada trial and error. Saya berharap ini berjalan sesuai rencana," kata Wright.

Saat itu, perangkap yang dipasang belum berhasil menarik buaya keluar dari sungai dan memakan umpan.

Wright dan tim menggunakan strategi lain yakni dengan menggunakan harpun. Harpun merupakan alat yang panjang mirip seperti tombak yang digunakan untuk menangkap ikan atau mamalia laut besar seperti paus.

Harpun yang dibuat Wright dan tim satgas tidak akan digunakan untuk membunuh satwa. Tim mengujinya dengan membidik buaya berukuran tiga meter yang kemudian ditarik ke tepi sungai untuk kemudian dilepaskan kembali.

Hari berikutnya, tim satgas kembali melakukan perburuan buaya untuk melepaskan ban di leher buaya.

Dengan menggunakan drone atau kamera udara, Matt mencoba mengikat umpan bangkai unggas di drone. Upaya ini pun gagal. Drone seharga Rp24 Juta itu pun masuk ke dalam air dan rusak.

Kerumunan warga buat takut buaya

Setelah beberapa upaya penyelamatan belum juga berhasil. Wright dan rekannya Chris Wilson mengakui misi ini sangat sulit terutama karena prosesnya menarik perhatian warga yang berkerumun di sekitar sungai.

"Kalau banyak sekali orang, dia takut juga. Tapi kalo cuma keramaian normal, orang-orang desa yang biasanya memang tinggal di tepi sungai, dia lumayan rileks, dia akan naik, duduk-duduk di bantaran kalau tidak merasa terancam. Tapi kalau banyak orang dia akan ragu karena situasinya berbeda buat dia," katanya.

Wright mengaku ia dan tim tidak akan menyerah meski beberapa kali percobaan telah gagal.

"Kami punya banyak rencana, kalau yang ini gagal ya coba cara lain. Saya di sini sampai Selasa. Sekarang ini kami telah pasang perangkap. Kalau gagal, beberapa bulan lagi kami akan kembali dan coba lagi. Kami akan selalu kembali sampai (buaya) tertangkap," katanya.

Ia mengatakan,yak tak kalah penting adalah untuk menjaga berat badan buaya.

"Kalau dia tambah gemuk akan bahaya karena ban itu membatasi saluran pernafasannya," katanya.

Terlilit ban sejak 2016

Buaya berkalung ban ini mulai muncul tahun 2016 silam. Saat kemunculan pertamanya, bantaran Sungai Palu di Jembatan Palu 2 ramai dipadati warga. Saat itu, ada sekelompok anak muda yang ingin membebaskan ban di leher buaya itu, namun pihak BKSDA melarang anak-anak muda yang tidak punya keahlian tersebut.

Buaya berkalung ban ini merupakan buaya muara yang bernama latin Crocodilus porosus. Buaya muara ini dikatakan mampu tumbuh hingga sepanjang 12 meter.

Ketua Satgas Penyelamatan Satwa Liar, Haruna, mengatakan BKSDA pernah menyelidiki asal mula buaya tersebut terjebak ban di 2016.

"Berdasarkan investigasi kami, buaya ini berasal dari Desa Loli, ditangkap sama masyarakat yang ada di Loli. Ia ditambatkan dipinggir laut, karen takut kalau pakai nilon akan melukainya, maka dimasukanlah ban yang diikatkan nilon.

Kemudian tali nilon itu terlepas dan buaya ini lepas dengan membawa ban di lehernya. Motifnya sederhana, dia mau memelihara buaya itu sehingga banyak yang menonton, dan bisa mendapatkan sesuatu dari banyaknya penonton yang melihat itu," kata Haruna.

Setelah Matt Wright dan Chris Wilson, datang pada Februari 2020, pada akhir tahun itu, Forrest Galante, petualang dan presenter TV dari Amerika berusaha pula menyelamatkan buaya itu, namun gagal.

Sementara, Panji Petualang pernah ke Palu pada 2018 dalam misi yang sama, dan juga tak berhasil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jumhur Hidayat Ingin Pemulung Dimuliakan, Sebutan Bakal Diubah Jadi 'Pemilah Sampah'

Jumhur Hidayat Ingin Pemulung Dimuliakan, Sebutan Bakal Diubah Jadi 'Pemilah Sampah'

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:18 WIB

Lebih dari 200 Orang Jadi Korban Kriminalisas Politik, Prabowo Didesak Penuhi Janji Amnesti

Lebih dari 200 Orang Jadi Korban Kriminalisas Politik, Prabowo Didesak Penuhi Janji Amnesti

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:13 WIB

Masjid Istiqlal Ikut Ramaikan Pasar Modal, Dana Wakaf Diputar Lewat Investasi

Masjid Istiqlal Ikut Ramaikan Pasar Modal, Dana Wakaf Diputar Lewat Investasi

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:06 WIB

Siap-siap, Beberapa BUMN Akan Segera IPO

Siap-siap, Beberapa BUMN Akan Segera IPO

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:06 WIB

BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo

BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:59 WIB

Pemilik KM Mutiara Sentosa II Diduga Bermasalah, 3 Kali Alami Kecelakaan Kapal

Pemilik KM Mutiara Sentosa II Diduga Bermasalah, 3 Kali Alami Kecelakaan Kapal

Bisnis | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:58 WIB

Poco C81 Pro Bikin HP Entry-Level Makin Gahar, Bawa Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz

Poco C81 Pro Bikin HP Entry-Level Makin Gahar, Bawa Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz

Tekno | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:56 WIB

Erick Thohir Ada Agenda sebagai Menpora, PSSI Tunda Evaluasi Kegagalan John Herdman

Erick Thohir Ada Agenda sebagai Menpora, PSSI Tunda Evaluasi Kegagalan John Herdman

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Modus Incar Nasabah Bank, Komplotan Begal Sadis Dibekuk, Dua Pelaku Ditembak!

Modus Incar Nasabah Bank, Komplotan Begal Sadis Dibekuk, Dua Pelaku Ditembak!

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 15:53 WIB

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik

Kemendagri Perkuat Sinkronisasi BPHTB dan Pertanahan untuk Percepat Layanan Publik

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 16:08 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×