Usai Lolos Dari Pembunuhan, PM Libya Janjikan UU Pemilu Baru Untuk Atasi Krisis Politik

Bangun Santoso Suara.Com
Jum'at, 11 Februari 2022 | 13:41 WIB
Usai Lolos Dari Pembunuhan, PM Libya Janjikan UU Pemilu Baru Untuk Atasi Krisis Politik
Perdana Menteri Libya Abdulhamid al-Dbeibah. (Foto: AFP)

Suara.com - Perdana Menteri Libya Abdulhamid al-Dbeibah pada Jumat (11/2) berjanji untuk menyusun undang-undang pemilihan baru untuk mengatasi krisis politik di negara Afrika Utara itu.

Sehari setelah selamat dari dugaan percobaan pembunuhan, al-Dbeibah kepada TV Libya Al Ahrar mengatakan rancangan undang-undang (RUU) akan diajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat, kemudian diserahkan kepada dewan kepresidenan untuk diratifikasi.

Libya seharusnya menggelar pemilihan presiden dan parlemen pada Desember 2021, tetapi pertentangan antara faksi-faksi dan badan negara --terkait bagaimana kedua pemilihan itu seharusnya dilaksanakan-- menyebabkan pilpres itu gagal diselenggarakan.

Hampir tiga juta warga Libya mendaftar untuk memberikan suara pada pemilihan Desember, dan desakan politik serta penundaan yang menyertainya telah menyulut kemarahan banyak orang.

Pembunuh Bayaran

Wawancara itu berlangsung setelah upaya pembunuhan terjadi pada Kamis (10/2). Al-Dbeibah mengatakan ia lolos tanpa cedera dari upaya tersebut.

Al-Dbeibah mengatakan dua tentara bayaran disewa untuk membunuhnya, tetapi dia tidak merinci terkait siapa di balik dugaan penyerangan itu.

Reuters tidak dapat memverifikasi keterangan itu secara independen atau berbicara dengan saksi.

Keretakan politik Libya semakin parah setelah juru bicara parlemen pada Kamis menyatakan Fathi Bashagha sebagai perdana menteri sementara, langkah yang ditolak al-Dbeibah.

“Pemilihan Parlemen untuk pemerintahan baru adalah upaya lain dari memasuki Tripoli secara paksa,” kata al-Dbeibah dalam wawancara itu.

Baca Juga: Detik-detik Perdana Menteri Libya Lolos Dari Upaya Pembunuhan, Mobil Ditembaki Saat Pulang

Dia mengatakan langkah parlemen sama dengan apa yang terjadi pada 2019 saat komandan timur Tentara Nasional Libya (LNA) Khalifa Haftar dan pasukannya menyerang Tripoli.

Libya sudah menikmati sedikit perdamaian sejak pemberontakan dukungan NATO berlangsung pada 2011 terhadap Muammar Gaddafi. Namun, negara itu terpecah setelah pemilihan 2014 antara faksi timur dan barat yang bertikai.

Konflik itu dimaksudkan dapat diatasi dengan pemilihan. (Sumber: Antara/Reuters)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI