Kekerasan di Wadas dan Penembakan di Parigi Moutong, Pengamat: Jika Terus Ada, Terkesan Seperti Jokowi Lepas Tangan

Chandra Iswinarno | Ummi Hadyah Saleh | Suara.com

Rabu, 16 Februari 2022 | 20:43 WIB
Kekerasan di Wadas dan Penembakan di Parigi Moutong, Pengamat: Jika Terus Ada, Terkesan Seperti Jokowi Lepas Tangan
Warga yang sempat ditahan polisi bertemu ibunya usai tiba di halaman masjid Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah, Rabu (9/2/2022). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah

Suara.com - Pengamat Sosial-Politik dari Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA) Herry Mendrofa mempertanyakan terjadinya kemunduran indeks demokrasi dalam 14 tahun belakangan.

Hal itu mengingat adanya kekerasan berlebihan yang diduga kembali dilakukan aparat kepolisian.

"Bukannya 14 tahun ini terjadi kemunduran indeks demokrasi?" ujar Herry saat dihubungi Suara.com pada Rabu (16/2/2022).

Pernyataan Herry tersebut menanggapi tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian kepada warga penolak tambang seperti yang terjadi Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jateng dan juga tragedi penembakan salah satu demonstran bernama Erfaldi alias Aldi  yang diuga tewas ditembak anggota polisi saat aksi menolak tambang di Kabupaten Parigi Moutong.

Herry menuturkan jika kasus kekerasan kepada masyarakat oleh aparat terus terjadi, menunjukkan bahwa Presiden Jokowi seperti lepas tangan.

"Jika kasus ini terus ada kesannya Presiden (Jokowi) seperti lepas tangan lho," ucap dia.

Tak hanya itu, Herry menilai hingga hari ini Jokowi dan demokrasi Indonesia tengah menjadi sorotan. Terlebih soal penegakkan HAM dan implementasi demokrasi yang kadang dianggap sepele oleh negara.

"Sampai hari ini Jokowi dan demokrasi Indonesia tengah disoroti, idealnya ada perbaikan tetapi sepertinya soal HAM ini kadang disepelekan oleh negara," ucap Herry.

Karena itu, Herry menyarankan perlunya resolusi seperti pola pendekatan,  strategi dan regulasi yang harus dituntaskan oleh Jokowi dan instansi terkait adanya pelanggaran HAM.

"Mesti ada resolusi seperti pola pendekatan, strategi, regulasi yang tidak hanya menjadi narasi dan wacana, mesti dituntaskan oleh Jokowi dan instansi terkait soal dugaan pelanggaran HAM ini."

Sebelumnya, Herry meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk segera mengevaluasi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan jajarannya. Pasalnya kata Herry, Jokowi memiliki kewenangan untuk mengoreksi Kapolri. 

"Presiden harus segera evaluasi Kapolri dan jajarannya. Karena hanya dialah yang punya kewenangan mengoreksi Kapolri," ucapnya.

Ia pun menyinggung kasus dugaan tindakan represif yang dilakukan aparat kepolisian kepada warga yang menolak tambang batu andesit untuk pembangunan Bendungan Bener di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah pada pekan lalu.

Ia mengemukakan, tindakan-tindakan represif tersebut oleh aparat kepolisian dapat merusak citra Indonesia dalam penegakkan HAM dan implementasi demokrasi. 

"Kemarin kasus wadas dan mungkin kasus-kasus represif yang dilakukan alat negara yang belum terungkap di publik bisa merusak citra Indonesia dalam hal penegakkan HAM dan implementasi demokrasi," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pelaku Penembakkan Demonstran di Parigi Diduga Oknum Polisi, Pengamat Desak Jokowi Evaluasi Kapolri dan Jajarannya

Pelaku Penembakkan Demonstran di Parigi Diduga Oknum Polisi, Pengamat Desak Jokowi Evaluasi Kapolri dan Jajarannya

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 17:56 WIB

Heboh Akun Wadas Melawan Ditangguhkan, Warganet Sentil Twitter: Report Massal!

Heboh Akun Wadas Melawan Ditangguhkan, Warganet Sentil Twitter: Report Massal!

Jawa Tengah | Rabu, 16 Februari 2022 | 16:11 WIB

Konflik Masih Memanas, Kini Akun Twitter Wadas_Melawan Ditangguhkan

Konflik Masih Memanas, Kini Akun Twitter Wadas_Melawan Ditangguhkan

News | Rabu, 16 Februari 2022 | 13:36 WIB

Terkini

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

Misteri Jasad Luka Leher di Sungai Jombang: Tertelungkup Tanpa Identitas, Diduga Bukan Warga Sekitar

News | Senin, 13 April 2026 | 13:43 WIB

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

Kelompok Misterius Pro Iran Muncul Diklaim Lakukan Serangan di Eropa, Siapa?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:37 WIB

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

Fraksi PSI DPRD DKI Soroti Potensi Komersialisasi Air dan 'Pasar Tawanan' di Jakarta

News | Senin, 13 April 2026 | 13:36 WIB

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

Tegukan Maut di Balik 'Klaim' Kebugaran: Mengapa Minum Oli Adalah Bunuh Diri Medis?

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

Ketergantungan Batu Bara Jadi Bom Waktu, IESR Desak Percepatan Transisi Ekonomi

News | Senin, 13 April 2026 | 13:25 WIB

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

Tiba di Moskow, Ini Agenda Prabowo Selama Kunker di Rusia

News | Senin, 13 April 2026 | 13:23 WIB

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah

News | Senin, 13 April 2026 | 13:10 WIB

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

Ketua DPR Iran Mohammad Bagher Qalibaf: Nikmati Harga Bensin Saat Ini

News | Senin, 13 April 2026 | 13:08 WIB

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

Tito Karnavian Ungkap Fakta: Angka Kemiskinan di Papua Masih di Atas Rata-Rata Nasional

News | Senin, 13 April 2026 | 13:07 WIB

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

Dulu Dicurigai dan Tidak Dipercaya, Mengapa Pakistan Jadi 'Juru Damai' AS - Iran?

News | Senin, 13 April 2026 | 12:54 WIB