Belajar dari Pandemi yang Terlupakan, Flu Spanyol 1918

Siswanto

Minggu, 20 Februari 2022 | 13:55 WIB
Belajar dari Pandemi yang Terlupakan, Flu Spanyol 1918
Seorang wanita mengenakan masker saat pandemi flu Spanyol. [Dok. BBC/Getty]

Bagaimana pandemi Flu Spanyol berakhir?

Pandemi Flu Spanyol berakhir pada musim panas 1919, tapi bukan karena manjurnya formula vaksin karena vaksin influenza berlisensi pertama tersedia di AS jauh setelahnya yakni 1940-an.

Dr Keith Armitage, profesor kedokteran di divisi penyakit menular di Case Western Reserve University, dikutip Healthline mengatakan bahwa itu mungkin karena kombinasi kekebalan kelompok dan virus bermutasi sehingga dampak yang ditimbulkan semakin tidak parah.

Strain influenza 1918 tidak pernah hilang, melainkan terus bermutasi dan versinya terus beredar hingga hari ini, kata Keith.

Pendapat yang hampir sama juga menyebutkan bahwa pandemi Flu Spanyol berakhir karena yang terinfeksi meninggal atau mengembangkan kekebalan.

Ya, tidak ada vaksin waktu itu, hanya ada aspirin yang direkomendasikan yang belakangan berdasarkan kajian medis dan ilmu pengetahuan justru berpotensi menimbulkan keracunan. Gejala keracunan aspirin termasuk hiperventilasi dan edema paru, atau penumpukan cairan di paru-paru.

Apa bedanya dengan COVID-19?

Virus flu Spanyol dan virus COVID-19 tidak sama. Mereka serupa karena keduanya adalah virus pernapasan yang menyebar melalui pernapasan dalam tetesan pernapasan yang terinfeksi, menurut kajian Clevelandclinic.org.

Selain itu, keduanya bekerja dan dapat menyebabkan sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS), dan cara penanganannya pun sama, lakukan tes segera, kembangkan vaksin dan obat, isolasi dan karantina wilayah untuk menekan penyebaran, gunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan menghindari kerumunan.

baca juga

Pelajaran berharga

Kasus pandemi Flu Spanyol 1918, kemudian 1957-1958 yang menewaskan sekitar 2 juta orang di seluruh dunia, lalu 1968-1969 yang menewaskan sekitar 1 juta orang, dan flu babi dari 2009 hingga 2010 hendaknya menjadi pelajaran berharga bagi umat manusia di Bumi.

Tidak berlebihan kiranya jika pendiri Microsoft Bill Gates yang sekarang banyak berkiprah di misi kemanusiaan, mengatakan bahwa kesiapan menghadapi skenario pandemi di mana mendatang harus dipersiapkan sejak awal sehingga tidak banyak menelan korban jiwa dan manusia bisa beradaptasi dengan baik.

Meski pandemi COVID-19 belum juga berakhir hingga saat ini, dengan vaksinasi yang masif di seluruh dunia dan upaya menjalani cara dan pola hidup baru yang disebut prokes bakal mempercepat kita menuju endemi. Kajian bahwa Omicron sebagai mutasi virus corona yang kekuatannya semakin melemah semoga benar adanya. [Antara]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Terkini

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Kupas Tuntas Transportasi Jakarta: Beneran Bikin Hemat atau Malah Ribet?

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Aturan AI Berlaku, Korporasi dan Sektor Keuangan RI Bisa Terancam Denda 2% dari Pendapatan

Bisnis | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:44 WIB

Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan

Bukan 'Ujug-ujug', Terungkap Alasan Kaesang Pilih Jateng Jadi Medan Tempur Menuju Senayan

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB

Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI

Kepala Bakom Qodari Jawab Polemik Londo Ireng, Kabinet Bayangan hingga Gubernur BI

Jatim | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:40 WIB

Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum

Wamendagri Ingatkan Sayembara Tangkap Begal Harus Tetap Sesuai Hukum

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:38 WIB

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

Massa Petani Tembakau Gelar Aksi di Kemenko PMK, Desak Pembatalan Aturan PP 28/2024

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:35 WIB

Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer

Ramai Wisatawan Dipalak Saat Foto di Plang Malioboro, UPT Tertibkan Fotografer

Jogja | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:34 WIB

DPR Minta BGN Terbitkan Aturan Tertulis Larangan Dapur MBG Pakai MinyaKita dan Gas Melon

DPR Minta BGN Terbitkan Aturan Tertulis Larangan Dapur MBG Pakai MinyaKita dan Gas Melon

News | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:31 WIB

Oliver Twist: Perjuangan Anak Yatim Melawan Kemiskinan dan Eksploitasi

Oliver Twist: Perjuangan Anak Yatim Melawan Kemiskinan dan Eksploitasi

Your Say | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:30 WIB

Kisah Almeyda Nayara: Tak Menyangka Hobi Bikin Konten Membuka Jalan Raih Beasiswa

Kisah Almeyda Nayara: Tak Menyangka Hobi Bikin Konten Membuka Jalan Raih Beasiswa

Lifestyle | Selasa, 28 Juli 2026 | 18:29 WIB

×