Militer Prancis Hengkang, Mali Andalkan Tentara Bayaran Rusia

Siswanto, Deutsche Welle

Senin, 21 Februari 2022 | 10:58 WIB
Militer Prancis Hengkang, Mali Andalkan Tentara Bayaran Rusia
DW

Suara.com - Penarikan mundur militer Prancis dari Mali ditakutkan membuka ruang bagi kelompok jihadis untuk berkonsolidasi di barat Sahel, terutama ketika jejaring teror internasional mulai melirik Afrika sebagai jantung pergerakan.

Kekhawatiran merebak di kawasan Sahel usai Prancis mengumumkan bakal menarik pasukannya dari Mali pada pertengahan tahun 2022, Kamis (17/2).

Presiden Emmanuel Macron dalam keterangan persnya, menuduh pemerintahan transisi di Mali, yang dibentuk usai kudeta 2021, tidak serius memerangi terorisme.

"Kemenangan atas teror adalah mustahil jika tidak didukung oleh negaranya sendiri,” kata dia dalam KTT keenam Uni Eropa dan Uni Afrika di Brussels, Belgia.

Sejak 2012 hingga kini, Prancis menempatkan pasukannya di lima lokasi yang tersebar di kawasan timur Mali.

Misi berkekuatan sekitar 2.400 serdadu itu ditugaskan menyusutkan ruang gerak tujuh kelompok jihad, yang kebanyakan berafiliasi dengan al-Qaida di Maghrib (AQIM) atau Islamic State di Sahara Besar (ISGS).

Langkah mundur Paris dikecam organisasi bantuan, Oxfam, sebagai "pengakuan yang buruk atas sebuah kegagalan,” tulis mereka, Kamis (17/2).

Oxfam juga mengingatkan, lebih dari 2,1 juta penduduk Mali terpaksa mengungsi karena perang, sementara 13 juta lainnya membutuhkan bantuan kemanusiaan dalam waktu dekat. Juru bicara militer Prancis, Kolonel Pascal Ianni, mengatakan "bukan junta Mali yang menendang kami keluar. Kami sendiri yang mundur karena tidak bisa bekerja dalam kondisi seperti ini.”

Dia mengaku proses penarikan mundur akan berlangsung rumit, dan sebabnya membutuhkan hingga enam bulan.

baca juga

"Kelompok ekstremis pastinya akan mengganggu kami, menyerang kami. Jadi kami harus tetap bertempur, agar bisa memindahkan perlengkapan dan pasukan dengan aman", tambahnya.

Rencananya, Prancis akan memindahkan kekuatan tempurnya ke negara-negara sekitar yang berbatasan dengan Mali.

Terseret prahara politik global

Ketegangan antara Mali dan Uni Eropa meningkat, usai pemerintahan transisi di Bamako mempekerjakan kontraktor militer Rusia, Wagner Group, untuk beroperasi di wilayah kedaulatannya. Menurut klaim Amerika Serikat, perusahaan itu memiliki 1.000 tentara bayaran di Mali.

"Mereka sekarang datang ke Mali dan bertingkah layaknya predator,” kata Presiden Prancis Macron di hadapan perwakilan Uni Afrika. Wagner Group dikabarkan giat mengirimkan serdadunya sejak sebulan terakhir.

Jumlah mereka diyakini akan terus bertambah, seiring penarikan mundur pasukan Eropa. Di seluruh Afrika, perusahaan Rusia ini memiliki hingga 5.000 tentara bayaran. Menurut seorang pejabat senior AS, Wagner Group sejauh ini baru diberi misi menjaga situasi agar tetap damai.

Kekhawatiran terbesar adalah jika Bamako menerjunkan mereka untuk operasi antiteror di kawasan timur.

Wagner Group banyak menyedot perhatian ketika terlibat membantu pemerintahan Bassar Assad dalam perang Suriah, atau kelompok pemberontak pro-Rusia dalam perang di Donbass, Ukraina.

Kedekatan perusahaan dengan penguasa di Kremlin memicu dugaan bahwa Wagner Group beroperasi di bawah koordinasi dengan penguasa di Rusia.

Kedatangan pasukan bayaran berlangsung seiring meningkatnya ketidakpuasan junta militer terhadap negara barat. Juru bicara militer Mali, Souleymane Dembele mengatakan, keberadaan pasukan Prancis dan Eropa gagal mengusir ancaman teror di barat Sahel.

Menurutnya, saat ini kelompok teroris malah semakin menyebar ke seluruh penjuru negeri. "Apa yang telah mereka berikan kepada kami?” tanyanya dalam sebuah konferensi pers di Bamako, Kamis (17/2).

"Mali tidak sendirian dan tidak akan pernah seorang diri. Prancis dan negara-negara Eropa bisa angkat kaki. Mari berikan waktu dan Anda bisa melihat apa yang akan terjadi.” rzn/as (ap,afp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Tenxi hingga NDX AKA Meriahkan Primaria Fest 2026, Momen Titip Doa buat Korban Gempa Bikin Haru

Entertainment | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:32 WIB

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

PB PII soal Rencana Aksi AMPB 27 Agustus: Silakan Tapi Jangan Sebar Politik Kebencian

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:25 WIB

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

PB PII Wanti-wanti Demo AMPB Pati: Jangan Sampai Ditunggangi dan Picu Kekacauan Lagi

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:17 WIB

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

PB PI Jaksel Bangun Ekosistem Padel Lewat Unity Cup 2026

Sport | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:07 WIB

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Kelemahan Mesin Rotary yang Dihilangkan Mazda di Generasi Terbaru

Otomotif | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 19:27 WIB

Terkini

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Dear Mom, Kabut Asap Makin Pekat, Ini Tanda Anak Mulai Terdampak

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:46 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Kabut Asap Palembang Makin Pekat, Kapan Sekolah Mulai Belajar dari Rumah?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Ekonom Ungkap Efek Domino Karhutla: Dari Biaya Berobat hingga Pendapatan Warga Tertekan

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel Dikepung 1.742 Hotspot, Seberapa Aman Warga dari Kabut Asap?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:13 WIB

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

Viral Debt Collector Cek Nomor Mesin Kendaraan, Anggota DPR: Ya Sudah Lha

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Lahan Perkebunan Indofood di Muba Terbakar, Mengapa Sumber Api Diminta Diusut?

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Tak Perlu Transit, Citilink Kini Terbang Langsung Palembang-Yogyakarta Setiap Hari

Sumsel | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:46 WIB

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

Megawati Sentil Pragmatisme Politik: Jangan Jadikan Uang dan Kekuasaan sebagai Tujuan

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

Rekening Aktivis Pati Dibekukan, Koalisi Sipil: Jangan Jadikan Bank Alat Membungkam Kritik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:05 WIB

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

Kebakaran Desa Adat Sade, Gubernur NTB Ungkap Dugaan Awal: Masalah Listrik

News | Minggu, 23 Agustus 2026 | 22:04 WIB

×