Apa Pengaruh Sanksi Barat Terhadap Rusia Bagi Kita Semua?

Siswanto, Deutsche Welle

Kamis, 03 Maret 2022 | 11:59 WIB
Apa Pengaruh Sanksi Barat Terhadap Rusia Bagi Kita Semua?
DW

Suara.com - Pasokan energi tidak stabil, inflasi, bahan pangan tertentu jadi langka. Seluruh dunia diprediksi ikut merasakan dampak sanksi sekutu Barat atas konflik Ukraina-Rusia.

Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire baru-baru ini mengatakan Uni Eropa dan Amerika Serikat (AS) telah meluncurkan "perang ekonomi" melawan Rusia.

Ia merujuk pada sanksi Barat terhadap Moskow yang secara efektif memutus negara itu dari pasar keuangan internasional.

Perang ekonomi ini memang telah membuat Rusia menghadapi krisis keuangan.

Nilai mata uang rubel pun jatuh ke rekor terendah terhadap dolar AS.

Imbasnya, warga Rusia panik dan mengantre di ATM untuk menarik uang mereka.

Namun, bukan hanya Rusia yang merasakan akibat sanksi yang dijatuhkan oleh sekutu Barat sebagai tanggapan atas perang Presiden Rusia Vladimir Putin melawan Ukraina.

Sanksi tersebut juga merugikan negara-negara dari Mesir hingga Jerman, yang sangat bergantung pada gandum dan gas alam dari Ukraina dan Rusia.

DW menelusuri lebih dalam apakah dampak sanksi terhadap Rusia ini bagi banyak negara lain.

baca juga

Pasokan tidak stabil, harga energi diprediksi lebih tinggi

Harga minyak dan gas alam melonjak setelah adanya pemberian sanksi terbaru terhadap Rusia pada akhir pekan lalu karena para pedagang mengantisipasi adanya gangguan pasokan dari Rusia.

Negara ini menjadi salah satu eksportir minyak dan gas terbesar di dunia. Selain itu, Ukraina juga menjadi negara transit utama untuk pasokan gas dari Rusia.

Sejauh ini sanksi belum menargetkan sektor energi secara langsung, tetapi para pedagang khawatir bahwa Moskow dapat membalas dengan membatasi ekspor minyak dan gas dan bahwa sanksi Barat pada akhirnya dapat diperluas untuk secara langsung merugikan sektor energi Rusia.

"Pasokan energi Rusia sangat berisiko, baik karena ditahan oleh Rusia sebagai senjata atau ditarik dari pasar karena sanksi," Louise Dickson, analis pasar minyak di Rystad Energy, mengatakan dalam sebuah catatan.

Ada juga kekhawatiran bahwa mengeluarkan bank-bank besar Rusia dari sistem pembayaran SWIFT dapat mempersulit pembelian minyak dan gas dari Rusia.

Bank Eropa Societe Generale dan Credit Suisse dilaporkan telah berhenti mendanai pembelian semua komoditas dari Rusia.

Keadaan ini membuat banyak orang di Eropa merasa cemas karena sepertiga pasokan gas ke Eropa dan sekitar seperempat minyak berasal dari Rusia.

Gangguan apa pun dalam pasokan gas membuat orang-orang di Eropa tidak punya cukup gas untuk memanaskan rumah mereka.

Tagihan listrik pun akan sangat tinggi karena terbatasnya bahan bakar. Harga pangan melonjak

Krisis ini juga telah meningkatkan kekhawatiran akan kelancaran pasokan biji-bijian seperti gandum dan jagung, dan minyak sayur.

Harga gandum di pasar berjangka di Chicago telah melonjak setelah menyentuh tertinggi dalam sekitar 13 tahun terakhir pada hari Jumat (25/02), jagung juga diperdagangkan pada level harga yang tinggi.

Rusia dan Ukraina bersama-sama menyumbang sekitar 30% dari ekspor gandum global, menyumbang hampir seperlima perdagangan jagung, dan sekitar 80% dari ekspor minyak bunga matahari internasional.

Kedua negara ini adalah merupakan pemasok utama gandum ke Timur Tengah dan Eropa, dengan Turki dan Mesir menjadi importir gandum terbesar dari Rusia.

Para ahli khawatir bahwa operasi militer Rusia akan semakin meningkatkan harga pangan di negara-negara konflik seperti Libya, Yaman, dan Lebanon, dan memperdalam krisis pangan di negara-negara tersebut.

Konflik tersebut telah mengganggu ekspor dari pelabuhan Laut Hitam, yang digunakan untuk mengirim biji-bijian ke Asia, Afrika, dan Uni Eropa.

Pada hari Senin (28/02), Mesir terpaksa membatalkan tender pengadaan gandum setelah hanya menerima beberapa penawaran dengan harga yang sangat tinggi.

Inflasi diperkirakan tetap tinggi

Bagi kebanyakan orang di seluruh dunia, dampak ekonomi dari konflik Ukraina dan sanksi akan dirasakan dalam bentuk inflasi yang lebih tinggi yang terutama disebabkan oleh harga energi, logam dan pangan yang lebih tinggi.

Harga aluminium telah melonjak ke rekor tertinggi, melampaui puncaknya pada tahun 2008 saat krisis keuangan global.

Pedagang khawatir bahwa gabungan sanksi terhadap Rusia dan kebijakan ritel dari Moskow dapat mengganggu pasokan aluminium global. Rusia memproduksi sekitar 6% dari aluminium dunia.

Sementara pasokan logam yang padat energi dalam proses produksinya juga akan terpukul oleh harga energi yang lebih tinggi.

Kekurangan daya juga dapat menyebabkan lebih banyak pabrik ditutup akibat tidak bisa berproduksi.

"Adanya gangguan baru dalam rantai pasokan global adalah risiko utama dan, paling tidak, harga komoditas ini kemungkinan akan tetap tinggi untuk beberapa waktu, ini membuat inflasi global lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama," kata Jason Tuvey analis dari Capital Economics.

Dengan demikian, invasi tersebut berisiko menggagalkan pemulihan ekonomi global akibat pandemi COVID-19.

Ketidakpastian seputar pemulihan ekonomi pada akhirnya dapat menunda rencana bank-bank sentral di seluruh dunia untuk menaikkan suku bunga.

Ini berarti sejumlah pihak bisa sedikit bernapas lega karena adanya bunga hipotek murah dan bunga rendah untuk pinjaman pribadi. ae/

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Heboh Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris, Ini Daftar Pemegang Saham Krakatau Posco

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:51 WIB

Era Baru Fotografi Digital, 3 Perangkat Ringkas Siap Dukung Kreator

Era Baru Fotografi Digital, 3 Perangkat Ringkas Siap Dukung Kreator

Bisnis | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:15 WIB

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Daftar 24 Wamen Rangkap Jabatan di BUMN, Viral Sorotan 'Orang Dekat' Jadi Komisaris

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:25 WIB

The Ogre's Bride Tayang 4 Juli, Hadirkan Kisah Cinta Manusia dan Ayakashi

The Ogre's Bride Tayang 4 Juli, Hadirkan Kisah Cinta Manusia dan Ayakashi

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:18 WIB

Bak Serial Anime! Laga Jepang vs Brazil Jadi Warna di Piala Dunia 2026

Bak Serial Anime! Laga Jepang vs Brazil Jadi Warna di Piala Dunia 2026

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 15:04 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Kabar 60.000 Calon Mahasiswa Mundur, Imbas Biaya Kuliah Mahal?

Bisnis | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:55 WIB

i-dle Rilis Cuplikan Lagu Album We made, Bawa Transformasi Musik Emosional

i-dle Rilis Cuplikan Lagu Album We made, Bawa Transformasi Musik Emosional

Your Say | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:51 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

Terkini

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

Ditanya Bro Ron Masih Kuat atau Tidak di Lampung, Jawaban Singkat Jokowi Bikin Heran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:21 WIB

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

Prabowo Tambah Anggaran Riset Jadi Rp4 Triliun

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:18 WIB

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

Penampakan Bangunan Hancur di Bahrain dan Kuwait Usai Dihajar Rudal Iran

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:08 WIB

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

Fakta Terkuak! Cawe-cawe George Soros di Pemilu: Keluarkan Rp1,6 T Untuk Partai Ini

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 17:00 WIB

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:50 WIB

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

Mengapa Anak-Anak di Pesisir Menjadi Kelompok yang Paling Menanggung Dampak Krisis Iklim?

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:47 WIB

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

Drama Penangkapan HR-V di Lhokseumawe, Polisi Temukan 13 Karung Sabu Asal Thailand

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 16:15 WIB

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

Rano Karno Terharu Lihat Warga Jakarta Makin Tertib, Protes Soal CFD Dianggap Wajar

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:56 WIB

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

Blusukan Terakhir di Lampung, Jokowi Sempatkan Jajan Es Kopi dan Rujak Buah

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:49 WIB

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

Sentil Gaji Direksi, Prabowo Setuju Laba BUMN Dialokasikan untuk Riset

News | Minggu, 28 Juni 2026 | 14:42 WIB

×