Pemilu di Negara Bagian Uttar Pradesh Perburuk Diskriminasi

Siswanto | BBC | Suara.com

Minggu, 06 Maret 2022 | 12:37 WIB
Pemilu di Negara Bagian Uttar Pradesh Perburuk Diskriminasi
BBC

Suara.com - Pada pertengahan Agustus tahun lalu, sekelompok penganut Hindu menyerang warung makan populer yang dijalankan oleh tiga bersaudara Muslim di kota kuil Mathura, Uttar Pradesh, India.

Mereka menuduh ketiga bersaudara Muslim itu mengambil keuntungan dari nama dewa Hindu, lalu merobek poster dan papan nama, kata Abid yang merupakan pemilik warung makan bernama Srinath Dosa Corner itu.

"Mereka bilang orang Hindu makan di sini karena mengira kami orang Hindu," ujar Abid.

Warung makan Abid terletak di pasar yang menjual barang-barang elektronik, hanya berjarak beberapa kilometer dari kuil yang didedikasikan untuk Dewa Krishna.

Srinath merupakan nama lain Dewa Krishna, dan umat Hindu percaya bahwa Mathura merupakan tempat kelahirannya.

Setiap warung makan di dekat kuil itu dinamai berdasarkan nama dewa, kecuali warung makan Abid yang kini disebut American Dosa Corner.

Baca juga:

Setelah video penyerangan warung makan itu viral, Abid melaporkannya ke polisi sehingga salah satu pelaku ditangkap.

Tetapi enam bulan kemudian, dia memilih meredam insiden itu "karena tidak ingin ada masalah," menurut seorang jurnalis lokal.

Kasus kekerasan terhadap Muslim di Uttar Pradesh telah berulang kali menjadi sorotan sejak 2014, setelah Partai Bharatiya Janata Party (BJP) pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi berkuasa di India.


Tiga tahun kemudian, BJP juga menang telak dalam pemilu di Uttar Pradesh. BJP menunjuk Yogi Adityanath, seorang biksu Hindu yang dikenal karena sikap anti-Muslimnya, sebagai menteri utama.

Beberapa hari setelah kemenangan itu, sebuah desa di Uttar Pradesh memasang poster yang meminta umat Islam untuk pergi.

Uttar Pradesh juga menjadi salah satu negara bagian pertama yang mengesahkan aturan anti-pindah agama, yang kerap digunakan untuk melecehkan dan memenjarakan laki-laki Muslim dalam hubungan beda agama dengan perempuan Hindu.

Muslim yang memprotes Undang-Undang Kewarganegaraan yang kontroversial itu dipukuli, bahkan harta benda mereka disita, hingga Mahkamah Agung menyatakan aturan itu ilegal.

Bahkan selama pandemi, para pemimpin BJP menuduh laki-laki Muslim melakukan "jihad korona" atau diduga bertindak untuk menyebarkan virus tersebut.

Diskriminasi yang berlangsung sehari-hari --dan jauh lebih berbahaya-- itu telah meminggirkan umat Islam yang berjumlah 40 juta atau sekitar 20% dari populasi Uttar Pradesh.

Saat pemilu diselenggarakan di Uttar Pradesh, komunitas Muslim mengatakan kepada BBC bahwa mereka telah menjadi "warga kelas dua".

Mufti Zahid Ali Khan, pensiunan profesor teologi di Universitas Muslim Aligarh, mengatakan Adityanath "berperilaku seperti politisi BJP, bukan pejabat pemerintah".

"Sejak dia berkuasa, umat Islam hidup dalam ketakutan. Setiap kali anak-anak kami pergi, istri kami berdoa agar mereka kembali dengan selamat."

Legislator sekaligus wakil presiden BJP di negara bagian Vijay Pathak menyatakan "tidak benar bahwa Muslim di Uttar Pradesh merasa terpinggirkan".

"Pemerintah tidak mendiskriminasi berdasarkan kasta atau agama, kami akan dipilih oleh lebih banyak Muslim dalam pemilu ini," kata dia.

Namun para kritikus menyoroti pernyataan-pernyataan anti-minoritas yang baru-baru ini diungkapkan oleh Yogi serta sejumlah pemimpin BJP.

Seorang anggota parlemen BJP mengatakan dia akan "memastikan" umat Islam berhenti menggunakan kopiah dan memakai bubuk Sindoor, seperti yang digunakan oleh umat Hindu, apabila dia terpilih kembali.

Pada bulan lalu, para pemimpin Hindu juga menyerukan serangan terhadap masjid dan ulama Muslim.

Mantan legislator dari partai oposisi Samajwadi di Aligarh, Zamirullah Khan, mengatakan "kami bekerja dengan umat Hindu, kami berdagang dengan mereka, menghadiri pernikahan di keluarga masing-masing," tetapi "politik kebencian terus meningkat" dan itu menjadi kian tajam setiap kali pemilu mendekat.

"Kami seperti kambing kurban -kami diberi makan dan digemukkan, kemudian disembelih untuk pesta. Politisi menggunakan sentimen anti-Muslim untuk mempolarisasi masyarakat dan memenangkan pemilu. Setelah pemilu selesai, semua orang pulang," kata dia.

Merujuk pada data resmi, Muslim adalah kelompok agama termiskin di India. Hampir 46% Muslim bekerja di sektor informal sebagai tukang listrik, tukang ledeng, penjual, dan pekerja harian. Gambaran serupa juga terjadi di Uttar Pradesh.

Pandemi dan kebijakan pemerintah pun hanya memperburuk situasi mereka.

Baca juga:

Pemerintahan Adityanath telah menutup sekitar 150 rumah potong hewan dalam 4,5 tahun terakhir, yang secara tradisional dijalankan oleh warga Muslim dan dituduh beroperasi secara ilegal.

Rumah potong yang tetap beroperasi dipaksa tutup selama berhari-hari selama festival Hindu berlangsung di berbagai area.

Situasi ini berdampak buruk bagi para tukang daging, juga memaksa banyak konsumen mengubah pola makan mereka, kata seorang pemilik restoran di Mathura bernama Zakir Hussain.

Selama delapan tahun terakhir, Hussain dan saudara-saudaranya menjalankan Restoran Majeed yang terkenal dengan briyani ayamnya. Mereka bisa menyajikan 500 porsi dalam sehari.

Namun pada September, Adityanath melarang penyajian daging dalam radius 10 kilometer persegi dari Kuil Krishna. Padahal kuil ini berbatasan dengan masjid dan berada di area yang menjadi rumah bagi banyak keluarga Muslim.

Dalam semalam, hidangan khas di Restoran Majeed menghilang dari menu, begitu juga sebagian besar pelanggannya.

"Puluhan restoran dan sekitar seratus toko yang menjual daging dan telur tutup, Ribuan orang kehilangan mata pencaharian," kata Hussain.

Saudaranya, Shakir, mengatakan "ini dilakukan untuk membuat Muslim tersingkir dari bisnis ini sebab beberapa bulan terakhir, restoran non-vegetarian yang dijalankan oleh orang Hindu muncul di luar zona terlarang".

Ketiga bersaudara ini juga menyewa tempat di zona aman untuk membuka restoran baru, tetapi pada hari ketiga, mereka diserang oleh gerombolan yang diduga sebagai nasionalis Hindu.

"Mereka meminta kami memberi mereka makanan gratis dan membayar uang perlindungan setiap bulan. Ketika kami menolak, mereka menggeledah restoran dan menyerang kami," kata Zakir Hussain.

Zakir mengatakan mereka telah melaporkan hal ini ke polisi.

"Saya kehilangan tiga gigi, rahang saya patah, saya dirawat di rumah sakit selama sebulan. Kakak saya dan kerabat lainnya juga terluka," katanya.

Penyerang mereka mengajukan laporan kontra, menuduh perkelahian justru dimulai karena Hussain memaksa mereka makan daging sapi.

Bagi orang Hindu, sapi dianggap suci dan konsumsi daging sapi dilarang di banyak negara bagian, termasuk di Uttar Pradesh.

Keluarga Hussain beserta beberapa pemilik restoran lainnya telah mengajukan petisi ke Pengadilan Tinggi Allahabad agar larangan itu dibatalkan.

BJP, kata Shakir Hussain, memainkan permainan yang berbahaya. "Kebencian telah menyebar begitu luas sehingga orang-orang takut. Hindu takut pada Muslim, Muslim takut pada Hindu."

Jurnalis Alishan Jafri, yang mendokumentasikan kasus-kasus kekerasan terhadap Muslim, mengatakan pidato-pidato yang menghasut oleh para pemimpin BJP dan pendeta Hindu "bukan lagi retorika kosong. Ujaran kebencian ini berdampak pada kehidupan dan mata pencaharian umat Islam".

Mr Jafri mengatakan "identitas Muslim" sedang diserang di India.

"Ini telah menjadi sesuatu yang dianggap bisa diterima, ketika umat Hindu berhak tersinggung dengan apa yang dikenakan dan dimakan umat Muslim, atau dengan siapa mereka menikah. Ini adalah pembersihan secara perlahan terhadap Muslim."



Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

12 Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Bakal Dicoret John Herdman untuk Piala AFF 2026

12 Pemain Abroad Timnas Indonesia yang Bakal Dicoret John Herdman untuk Piala AFF 2026

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 19:01 WIB

Ditopang Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan RI Tembus USD 1,27 Miliar

Ditopang Ekspor Nonmigas, Surplus Perdagangan RI Tembus USD 1,27 Miliar

Foto | Selasa, 07 April 2026 | 19:00 WIB

Rami Malek Jadi Freddie: Mengulik Pesan Keberanian Jadi Diri Sendiri di Film Bohemian Rhapsody

Rami Malek Jadi Freddie: Mengulik Pesan Keberanian Jadi Diri Sendiri di Film Bohemian Rhapsody

Your Say | Selasa, 07 April 2026 | 18:56 WIB

Kabar Terbaru Teuku Ryan, Benarkah Ayah Kandung Ressa Rossano Anak Denada?

Kabar Terbaru Teuku Ryan, Benarkah Ayah Kandung Ressa Rossano Anak Denada?

Entertainment | Selasa, 07 April 2026 | 18:52 WIB

Cara Menabung Emas Digital Melalui Aplikasi BRImo

Cara Menabung Emas Digital Melalui Aplikasi BRImo

Bri | Selasa, 07 April 2026 | 18:51 WIB

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:48 WIB

KPK Periksa Istri Ono Surono, Bantah Kenal Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

KPK Periksa Istri Ono Surono, Bantah Kenal Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kuswara

Foto | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Rupiah Babak Belur ke Rp17.100, BI Siapkan Instrumen Operasi Moneter

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:46 WIB

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Lowongan Kerja BRI Terbaru April 2026, Terbuka untuk Semua Jurusan

Bisnis | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Terkini

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

Tak Picu Kriminal! Anggota DPR Hinca Panjaitan Usul Maluku Jadi 'Kawasan Ekonomi Khusus' Ganja Medis

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:48 WIB

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

Serangan Brutal di Istanbul, 3 Orang Tewas di Dekat Konsulat Israel

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:38 WIB

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

Negara Rugi Rp1,2 Triliun! Bareskrim Sikat 672 Penyalahguna BBM-LPG, 2 Anggota TNI Ikut Terseret

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:29 WIB

Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum

Pigai Sebut Kasus Andrie Yunus Jadi Sejarah Baru: Pemerintah Beri Atensi, Tanpa Intervensi Hukum

News | Selasa, 07 April 2026 | 18:06 WIB

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

Istri Ono Surono Ungkap Tak Diintimidasi Langsung Penyidik KPK, Tapi Diminta Matikan CCTV

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:56 WIB

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

Kabar Baik dari Iran, Kapal Tanker Indonesia Dapat Kemudahan Lewati Selat Hormuz

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:55 WIB

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

Andrie Yunus Disebut Jadi Simbol Suara Kritis Gen Z yang Hadapi Intimidasi dan Kekerasan

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:25 WIB

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

13 Jam Jelang Dibom AS, Kaum Muda Iran Bikin 'Tameng Manusia' di Pembangkit Listrik

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:15 WIB

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

KPK Cecar Istri Ono Surono 16 Pertanyaan Soal Suap Ijon Bekasi

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:14 WIB

Toilet Rusak Hingga Sofa Tak Layak, Rudy Masud Beberkan Alasan Renovasi Rumah Jabatan Rp25 Miliar

Toilet Rusak Hingga Sofa Tak Layak, Rudy Masud Beberkan Alasan Renovasi Rumah Jabatan Rp25 Miliar

News | Selasa, 07 April 2026 | 17:13 WIB