CEK FAKTA: Warga Minang Tolak Bantuan Menag Yaqut untuk Gempa Pasaman Barat Sebesar Rp 2,35 Miliar, Benarkah?

Rifan Aditya, Agatha Vidya Nariswari

Minggu, 06 Maret 2022 | 15:10 WIB
CEK FAKTA: Warga Minang Tolak Bantuan Menag Yaqut untuk Gempa Pasaman Barat Sebesar Rp 2,35 Miliar, Benarkah?
CEK FAKTA: Warga Minang Tolak Bantuan Menag Yaqut untuk Gempa Pasaman Barat (Turnbackhoax.id)

Suara.com - Beredar unggahan berupa sebuah video yang menyatakan bahwa warga Minang menolak dan mengembalikan bantuan Menag Yaqut sebesar Rp 2,35 Miliar untuk gempa Pasaman Barat.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna Denisandiputra pada 4 Maret 2022.

Akun tersebut mengunggah video yang menampilkan sejumlah orang di dalam sebuah ruangan. Mereka berdiri dengan latar belakang yang bertuliskan "RAPAT KERJA LKKAM PROVINSI SUMATERA BARAT".

Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut.

"Warga Minang Tolak dan Kembalikan Bantuan Menag Yaqut Rp 2,35 M untuk Gempa Pasaman Barat"

CEK FAKTA: Warga Minang Tolak Bantuan Menag Yaqut untuk Gempa Pasaman Barat (Turnbackhoax.id)
CEK FAKTA: Warga Minang Tolak Bantuan Menag Yaqut untuk Gempa Pasaman Barat (Turnbackhoax.id)

Lantas, benarkah klaim tersebut?

PENJELASAN

Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, klaim yang menyatakan warga Minang tolak dan kembalikan bantuan Menag Yaqut sebesar Rp 2,35 Miliar untuk Gempa Pasaman Barat itu tidak benar.

Faktanya, LKAAM dan Niniak Mamak Sumatera Barat tidak pernah menolak bantuan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Masyarakat Sumatera Barat justru berterima kasih atas perhatian Menteri Agama kepada para korban gempa bumi di Pasaman dan Pasaman Barat.

baca juga

Ketua Umum LKAAM Sumbar Dr. H. Fauzi Bahar, M.Si. Datuak Nan Sati telah menyampaikan bantahannya pada Sabtu (5/3/2022).

"Niniak Mamak se-Sumatera Barat dan LKAAM tidak pernah menyatakan penolakan terhadap bantuan Menteri Agama, bahkan justru kita masyarakat Sumatera Barat berterima kasih atas perhatian Menteri Agama kepada korban musibah gempa bumi di Pasaman dan Pasaman Barat," ujar Ketum LKAAM Fauzi Bahar Datuak Nan Sati.

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa bantuan yang diberikan Menag itu untuk pembangunan masjid dan musala Rp 2,3 Miliar. Dana itu berasal dari pemerintah sepenuhnya, bukan dana pribadi Menteri Agama. Oleh karena itu, tidak ada alasan pihaknya menolak bantuan tersebut.

Pernyataan yang disampaikannya, yaitu mengharamkan Menag Yaqut Cholil Qoumas untuk menginjakkan kaki di tanah Minang. Hal itu karena pernyataan Yaqut yang dinilai membandingkan suara toa azan dengan suara gonggongan anjing.

"Saya tidak pernah mencabut pernyataan dan tetap mengharamkan Menag menginjakkan kaki di tanah Minangkabau," lanjut Fauzi Bahar.

Juru bicara Niniak Mamak Kabupaten Kota se-Sumatera Barat juga mengucapkan terima kasih atas bantuan Menteri Agama kepada masyarakat yang menjadi korban gempa bumi di Pasaman Barat.

"Kami berterima kasih atas bantuan Menteri Agama kepada masyarakat korban gempa bumi di Pasaman Barat. Tetapi bantuan tersebut tidak dapat menghapus luka hati kami atas pernyataan yang membandingkan suara azan dengan suara gonggongan anjing," ucap Hendri Donal Datuak Panduko Nan Bagonjong, jubir Niniak Mamak Kabupaten Kota se-Sumatera Barat.

Jubir Niniak Mamak Kabupaten Kota se-Sumatera Barat itu juga menegaskan unggahan yang menyatakan LKAAM menolak bantuan Menag Yaqut adalah hoaks dan disengaja menyudutkan LKAAM Sumbar.

KESIMPULAN

Dari penjelasan di atas, maka narasi warga Minang menolak dan mengembalikan bantuan dari Menag Yaqut untuk gempa Pasaman Barat sebesar Rp 2,35 Miliar adalah hoaks.

Narasi tersebut masuk dalam kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Buya Fikri Akui Salah Gerakan Salat Saat Aksi Tuntut Gus Yaqut Mundur: Saya Akhirnya Membatalkan Salat

Buya Fikri Akui Salah Gerakan Salat Saat Aksi Tuntut Gus Yaqut Mundur: Saya Akhirnya Membatalkan Salat

Banten | Minggu, 06 Maret 2022 | 10:20 WIB

Benarkah Putin Peringatkan Indonesia Tidak Ikut Campur, Lebih Baik Urus Minyak Goreng dan BPJSTK Saja? Yuk Cek Faktanya

Benarkah Putin Peringatkan Indonesia Tidak Ikut Campur, Lebih Baik Urus Minyak Goreng dan BPJSTK Saja? Yuk Cek Faktanya

Kalbar | Minggu, 06 Maret 2022 | 08:05 WIB

Buya Fikri Klarifikasi Salah Gerakan Salat Saat Aksi Bela Islam Tuntut Gus Yaqut Mundur: Saya Mohon Maaf

Buya Fikri Klarifikasi Salah Gerakan Salat Saat Aksi Bela Islam Tuntut Gus Yaqut Mundur: Saya Mohon Maaf

Bogor | Minggu, 06 Maret 2022 | 08:04 WIB

CEK FAKTA: Ramai Kabar Bantuan Sosial Rp 600 Ribu Bagi Pemilik E-KTP yang Belum Dapat Bantuan #dirumahaja, Benarkah?

CEK FAKTA: Ramai Kabar Bantuan Sosial Rp 600 Ribu Bagi Pemilik E-KTP yang Belum Dapat Bantuan #dirumahaja, Benarkah?

Hits | Minggu, 06 Maret 2022 | 13:18 WIB

Gus Yaqut ke Hadapan GP Ansor Soal Demo Tuntut Dirinya Mundur dari Jabatan Menag, Singgung Nabi Muhammad SAW Dicaci Maki

Gus Yaqut ke Hadapan GP Ansor Soal Demo Tuntut Dirinya Mundur dari Jabatan Menag, Singgung Nabi Muhammad SAW Dicaci Maki

Banten | Minggu, 06 Maret 2022 | 07:00 WIB

Terkini

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

Dinilai Punya Kepribadian Baik, Uya Kuya Bakal Pimpin PAN Jakarta

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 15:00 WIB

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

Jawab Prabowo Soal Tidak Bisa Bikin Mobil Sendiri, UGM: Kuncinya di Keberpihakan Pemerintah

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:28 WIB

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 13:53 WIB

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

Mahfud MD Soroti Kemunduran Demokrasi, Sebut Politik Uang Gerus Penegakan Hukum

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:57 WIB

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

Panas Lagi! AS Luncurkan Serangan Balasan ke Iran Usai Insiden di Selat Hormuz

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:15 WIB

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

Jokowi Mulai Safari Politik, PAN Merasa Tak Terancam: Kami Tunggu PSI Lolos ke Senayan

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 12:08 WIB

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

Batas Penghasilan MBR Rp8 Juta Tak Cukup, Pemerintah Harus Tekan Biaya Hidup

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 11:38 WIB

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

Ucapan 'Adikku Sayang' Berujung Penganiayaan Caddy Golf, Pelaku Dibekuk di Lampung

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:29 WIB

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

Open House Sekolah Rakyat Surabaya, Orang Tua Terharu Lihat Perkembangan Siswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:14 WIB

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

Tak Relevan, Aksi Reformasi Jilid II Dinilai Bukan Aspirasi Mahasiswa

News | Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:05 WIB

×