Elektabilitas Disebut Masih Rendah karena Kaku, Analis: Tak Bisa Diutak-Atik, PDIP Akan Tetap Dukung Puan!

Dwi Bowo Raharjo, Bagaskara Isdiansyah

Senin, 07 Maret 2022 | 16:13 WIB
Elektabilitas Disebut Masih Rendah karena Kaku, Analis: Tak Bisa Diutak-Atik, PDIP Akan Tetap Dukung Puan!
Ketua DPR RI Puan Maharani saat ditemui awak media di Komplek Parlemen, Jumat (18/2). (Suara.com/Novian)

Suara.com - Lembaga Politika Research & Consulting dan Parameter Politik merilis survei terbarunya mengenai 11 tokoh kandidat presiden potensial. Hasilnya menyebut Ketua DPR RI Puan Maharani masih berada di posisi buncit.

Puan dinilai secara eksposur politik masih terkesan "kaku."

Menanggapi hal itu Pengamat Politik dari Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin, menilai meski hasil survei menyatakan elektabilitas masih rendah, Puan yang juga putri Megawati Soekarnoputri itu dirasa akan tetap diusung PDIP untuk Pilpres 2024.

"Bagi PDIP Puan itu harga mati. Jadi tak akan bisa diutak-atik lagi itu. Walaupun masih rendah, PDIP akan tetap dukung Puan," kata Ujang saat dihubungi, Senin (7/3/2022).

Ujang mengatakan, Puan memiliki elektablitas yang masih rendah lantaran diduga karena sebagai Ketua DPR RI masih mengekor kepada pemerintah. Terutama dalam hal kebijakan pemerintah yang dianggap merugikan.

"Masih rendah mungkin juga karena selama ini banyak kebijakan Puan sebagai ketua DPR yang mengekor pemerintah. Sedangkan kebijakan tersebut merugikan dan ditolak rakyat seperti Revisi UU KPK dan pengesahan UU Cipta Kerja, dan lain-lain," tuturnya.

Sementara itu jika disebut Puan masih kaku hingga kekinian, Ujang menyebut hal tersebut masih bisa diubah.

"Kalau soal kaku mungkin soal pembawaan, nanti bisa diperbaiki dan dipoles," ungkapnya.

Ganjar Teratas

baca juga

Untuk diketahui, hasil survei Politika Research & Consulting dan Parameter Politik menunjukkan Ganjar mendapatkan nilai tertinggi 7,51, kemudian Anies Baswedan 7,32, Sandiaga Uno 7,20, Ridwan Kamil 7,14, Erick Thohir 6,88, Prabowo Subianto 6,85, Andika Perkasa 6,69, Muhaimin Iskandar 6,54, Airlangga Hartarto 6,41, Agus Harimurti Yudhoyono 6,31, dan Puan Maharani 5,80.

Indikator yang digunakan yaitu visioner, kepemimpinan politik, intelektualitas, keterampilan politik, keterampilan komunikasi politik, stabilitas emosi, gaya kepemimpinan, nasionalisme dan religiusitas, penampilan, integritas moral, dan kapabilitas.

"Artinya dari 11 nama capres yang kami survei terhadap key opinion leader, 10 orang mendapatkan angka rata-rata cukup baik. Artinya secara umum publik melihat bahwa siapapun yang nanti menjadi presiden adalah mereka yang memiliki kriteria cukup baik dari pandangan opinion leader," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia Adi Prayitno di Jakarta, Minggu (6/3/2022).

Mengapa Puan Maharani menempati urutan paling terakhir?

Direktur Eksekutif Politika Research & Consulting Rio Prayogo menjelaskan para key opinion leader yang menjadi narasumber dan turut memberikan penilaian dalam survei, tidak pernah mendapatkan keterlibatan dan engagement Puan dalam berbagai isu kebangsaan.

"Dia (Puan) tidak pernah berdiri menyampaikan point of view tentang masa depan bangsa ini, misalnya atau engagement dia terhadap keterlibatan dia terhadap berbagai isu atau mungkin atau sulit jarang dengan media atau sehingga para KOL itu tidak bisa memberikan penilaian yang cukup. Sehingga dianggap puan dibanding yang lain dia tidak cukup capable mungkin dibanding yang lain," kata Rio.

Adi menambahkan secara eksposur politik, Puan terkesan "kaku." Tapi menurut Adi, sikap kaku Puan barangkali karena jabatannya sebagai ketua DPR.

"(Puan) tidak out of the box," kata Adi.

Dia mengatakan berbeda misalnya dengan kandidat-kandidat lain yang bisa memperlihatkan sisi kain dari diri mereka.

Adi mencontohkan Sandiaga Uno yang sering tampil bermain basket atau olahraga lain. Ganjar yang sering bersepeda dan menyapa masyarakat. Demikian pula Anies Baswedan dan Ridwan Kamil yang belakangan ketemu dan makan bubur bareng.

"Itu adalah sesuatu yang sebenarnya out of the box dari sisi personality juga mempengaruhi KOL dalam memberikan pendapat," kata Adi.

Adi juga menyebut ekspos media terhadap Puan kurang kuat, walaupun dia sudah melakukan langkah-langkah politik menuju 2024.

"Cuma ekspos yang tidak sekuat para 10 kandidat yang lain. Sehingga publik tidak terlampau menangkap sebenarnya apa yang disampaikan apa yang dikerjakan termasuk gagasan-gagasan besar oleh Puan Maharani sebagai ketua DPR," kata Adi.

Gaya komunikasi Puan yang terkesan kaku juga terlihat dari hasil survei rekapitulasi tentang keterampilan komunikasi politik 11 kandidat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tiga Kader Gerindra Bisa Maju di Pilpres 2024, Begini Penjelasan Pengamat

Tiga Kader Gerindra Bisa Maju di Pilpres 2024, Begini Penjelasan Pengamat

Riau | Senin, 07 Maret 2022 | 14:49 WIB

Sikap Megawati soal Penundaan Pemilu Tegas, Pengamat Soroti Sikap Pendukung Jokowi

Sikap Megawati soal Penundaan Pemilu Tegas, Pengamat Soroti Sikap Pendukung Jokowi

News | Senin, 07 Maret 2022 | 14:13 WIB

Puan Maharani di Posisi Terbawah Hasil Survei 11 Kandidat Capres Potensial, Baliho dan Blusukan Disebut Tak Mempan

Puan Maharani di Posisi Terbawah Hasil Survei 11 Kandidat Capres Potensial, Baliho dan Blusukan Disebut Tak Mempan

News | Senin, 07 Maret 2022 | 13:53 WIB

Hasil Survei Terbaru Sebut Puan Berada di Posisi Buncit Karena 'Kaku', Elite PDIP: Namanya Saja Survei, Hasilnya Dinamis

Hasil Survei Terbaru Sebut Puan Berada di Posisi Buncit Karena 'Kaku', Elite PDIP: Namanya Saja Survei, Hasilnya Dinamis

News | Senin, 07 Maret 2022 | 13:48 WIB

Terkini

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Penantian Tujuh Tahun Terbayar, Agung Apriliano Rebut Gelar Juara Umum 76 Ultimate Downhill

Sport | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Kecelakaan Maut Truk Molen di Bekasi

Foto | Senin, 02 November 2026 | 06:00 WIB

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Apakah Boleh Pakai Hair Mist Setiap Hari? Ini Tips Aman Menggunakannya

Lifestyle | Senin, 02 November 2026 | 05:39 WIB

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

Polemik Penggeledahan Rumah Tahfiz di Sukoharjo Kian Memanas, DPR Desak Pembentukan TGPF Independen

News | Senin, 02 November 2026 | 01:02 WIB

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

KAI Mulai Buka Tiket Kereta untuk Perjalanan Desember 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:11 WIB

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

SMK Nusantara Kembali Juara AXIS Nation Cup 2026

Foto | Senin, 02 November 2026 | 00:09 WIB

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

Perang Dunia III di Depan Mata? Vladimir Putin: Rusia Siap Perang dengan Eropa

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:45 WIB

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

2 Juta Hektare Gambut Sumsel Punya Potensi Ekonomi, Bambu Betung dan Jelutung Diuji

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:42 WIB

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Alex Marquez Persembahkan Podium untuk BK8 Gresini Racing di MotoGP Malaysia 2026

Sport | Minggu, 01 November 2026 | 23:37 WIB

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Nelayan Air Nyatoh Kehilangan Penghasilan, Tangkapan Ikan Teri Turun akibat Laut Keruh

Sumsel | Minggu, 01 November 2026 | 23:29 WIB

×