Meski Diduga Serangan Jantung, Polisi Tetap Selidiki Kematian Pemain Kriket

Siswanto | ABC | Suara.com

Selasa, 08 Maret 2022 | 11:01 WIB
Meski Diduga Serangan Jantung, Polisi Tetap Selidiki Kematian Pemain Kriket
Ilustrasi serangan jantung. [Envato]

Suara.com - Pemain kriket ternama asal Australia, Shane Warne, mengeluhsakit dada sebelum ditemukan meninggal dunia di Thailand. Iadiketahui memiliki riwayat penyakit asma dan jantung.

Warne (52 tahun) meninggal dunia diduga akibat serangan jantung di salah satu vila di Koh Samui pada hari Jumat (04/03).

Menurut Yuttana Sirisomba dari Kepolisian Koh Samui, Thailand, polisi menerima informasi tentang riwayat kesehatan Warne dari pihak keluarganya.

Yuttana menjelaskan Warne belum lama ini juga "memeriksakan diri ke dokter terkait kondisi jantungnya".

Dia menambahkan, jenazah pemain kriket yang legendaris ini dipindahkan keSurat Thani pada hari Minggu (06/03) untuk keperluan otopsi.

Yuttana menolak menjawab penyebab kematian Warne dan mengatakan lamanya proses otopsi ini tergantung pada opini para dokter.

Kerabat dan rekan olahragawan asal negara bagian Victoria, Australia, ini telah berbicara dengan polisi Thailand mengenai rencana pemulangan jenazah ke Melbourne.

"

"Kami berharap bisa segera memulangkan (jenazah) Warne," kata seorang sahabatnya,Andrew Neophitou.

"

Duta Besar Australia untuk Thailand, Allan McKinnon, dan pejabat dari Departemen Luar Negeritelah dua kali bertemu dengan pihak Kepolisian Thailand untuk membahas pemulangan jenazah.

Seusai pertemuan kedua yang berlangsung selama dua jam, Dubes McKinnon menyampaikan apresiasinya kepada pihak berwenang di Thailand.

"Saya hadir di sini atas nama keluarga dan kerabat Shane Warne untuk menyampaikan terima kasih kepada Inspektur Yuttana dan timnya di Kantor Polisi Bo Phun dan rumah sakit Koh Samui yang memfasilitasi pemulangan (jenazah) Shane Warne ke Australia secepatnya," katanya.

"Mereka sangat peduli, efisien dan penuh pengertian," ujarnya.

Sebelumnya, pejabat kedutaan telah menemui rekan-rekan Warne yang berada di Samujana Villas.

"Deplu dan pihak berwenang Thailand bekerja sama mengatur pemulangan jenazahnya serta keperluan teknis lainnya di lapangan," kata Menlu Australia Marise Payne dalam sebuah pernyataan.

Kepolisian Kerajaan Thailand menjelaskan kepada ABC bahwa meski tidak memperlakukan kematian Warne sebagai kejadian yang mencurigakan, pihaknyatetap akan menjalankan penyelidikan.

"

Polisi menyatakanakan meminta keterangan dari teman-teman Warne dan menurunkan petugas forensik untuk memeriksa vila tempat kejadian.

"

Kematian Warne terjadi kurang dari 24 jam setelah legenda kriket lainnya, Rod Marsh, meninggal akibat serangan jantung.

Tim kriket putra Australia mengheningkan cipta selama satu menit sebelum pertandingan dimulai pada hari kedua turnamen melawan Pakistan diRawalpindi.

Sementara tim putri memberikan penghormatan sebelum pertandingan pembukaan Piala Dunia melawan Inggris di Selandia Baru.

Perdana Menteri Scott Morrison mengatakan upacara pemakaman kenegaraan untuk "salah satu pemain kriket terbesar kita sepanjang masa" telah ditawarkan dan akan diselenggarakan bersama oleh Pemerintah Federal dan Pemerintah Victoria, Badan Cricket Australiakeluarga Warne.

Dalam sebuah pernyataan, PM Morrison mengatakan Warne menghadirkan "keajaiban" dalam olahraga musim panas Australia.

Menteri Utama Victoria Daniel Andrews mengatakan Great Southern Stand di stadion MCG akan diganti namanya untuk menghormati Shane Warne.

Penuturan rekan Warne

Seorang rekan Shane Warne, Tom Hall, tinggal bersama beberapa orang lainnya di Samujan Villas saat pria berusia 52 tahun itu meninggal, hari Jumat (4/03).

Tom Hall merupakan direktur website berita olahraga The Sporting News (TSN) dan akrab dengan Warne sejak 15 tahun lalu.

Dalam artikelnya di TSN,Hall menjelaskan malam itu berjalan seperti biasa saat mereka ngobrol soal olahraga dan cara menonton siaran pertandingan kriket Australia melawan Pakistan.

"Baru saja pertandingan dimulai, Warney (nama panggilan dari Shane Warne) berdiri dan mengatakan 'Sobat, saya punya kejutan nih', seraya masuk ke kamarnya," tulis Tom Hall.

"Dia balik dengan membawa banyak pakaian... saya diberi baju2005 Ashes Test, kaos 2008 IPL dan kaos pertandingan seri internasional, dan topi untuk disimpan di kantor TSN di Australia dan Inggris," katanya.

Hall menambahkan, mereka kemudian memutuskan memasan makanan, dan Warne memilih menu Australia.

Sebelum liburan ke Thailand ini, Warne dikabarkan menjalani diet dengan hanya mengonsumsi jus.

"

"Saya sering makan bersama Shane dalam banyak kesempatan, namun bukannya mencoba makanan lokal Thailand, kami memilih roti bakar dengan Vegemite," kata Hall.

"

"Shane sempat berujar, benar-benar tidak ada yang bisa mengalahkan Vegemite dengan mentega, selalu enak di mana pun kita berada," tambahnya.

"Dia seorang Australia tulen. Ternyata ini menjadi makanan terakhirnya. Dan sebagai seorang ayah, saat saya berdiri pergi, dia menuju ke kamarnya untuk menelepon anak-anaknya," tutur Tom Hall.

Itulah saat teakhir mereka melihat Warne dalam keadaan hidup.

Hall mengaku sama sekali tidak menyangka Warne punya masalah jantung, namun mengatakan dia pernah mengeluh soal ini ke seorang rekannya.

"Tak seorang pun kami di sini yang tahu bahwa Shane pernah periksa ke dokter, meski dia pernah mengeluh soal jantung dan masalah sesak nafas ke seorang teman," katanya.

"Dia sadar berat badannya berlebih dan menjalani latihan (untuk menurunkan berat badan)," tambah Hall.

"Rekan-rekan seperjalanan dariAustralia telah berusaha sekuat tenaga, kru ambulans setempat tiba dengan cepat. Tak ada situasi yang tidak normal," ujarnya.

Diproduksi oleh Farid Ibrahim dari artikel ABC News.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Event Lari Nasional Hadir di Malang, Gabungkan Gaya Hidup Sehat dan Liburan dalam Satu Momen

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:13 WIB

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Dari Cemas Jadi Percaya Diri, Perjalanan Ibu di Era Gen Z Berubah

Lifestyle | Jum'at, 24 April 2026 | 09:06 WIB

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Emas Antam Stagnan, Harganya Masih Rp 2.805.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 09:04 WIB

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Haier Buka Toko Pertama di Indonesia, Hadirkan Kulkas, Mesin Cuci, hingga AC Canggih

Tekno | Jum'at, 24 April 2026 | 08:54 WIB

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Tak Ada Prioritas, Danantara Pastikan Semua Merger BUMN Rampung Tahun Ini

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:47 WIB

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Viral Ayah Non-Muslim Bangga Melihat Putranya Jadi Penghafal Al-Quran, Momen Cium Tangan Penuh Haru

Entertainment | Jum'at, 24 April 2026 | 08:44 WIB

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Gaya Hidup Modern Picu Risiko Penyakit Kronis, Dokter Tekankan Pentingnya Monitoring Berkala

Health | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

Tragis! Bayi Kembar Jadi Korban Kekejaman Pemukim Israel di Tepi Barat Palestina

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:43 WIB

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

PKB: Usul KPK Soal Capres-Cawapres Wajib Kader Partai 'Pikiran Menarik'

News | Jum'at, 24 April 2026 | 08:42 WIB

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Emiten GOOD Tebar Dividen Rp350,33 Miliar

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 08:41 WIB

Terkini

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

Apa Itu Visa Emas Trump? Izin Tinggal di AS Senilai Rp15 M yang Sepi Peminat

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:39 WIB

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

Purbaya Punya Wacana Pasang Tarif di Selat Malaka, Picu Perdebatan Netizen Malaysia

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:34 WIB

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

Sudahi 'Drama' Aspal Rusak! Dinas Bina Marga DKI Bakal Rombak Jalan Kebon Sirih Pakai Beton

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:25 WIB

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

Uang Rp40 M Buat Bayar Utang Dirampok, Hacker Bobol Sistem Kementerian Keuangan

News | Jum'at, 24 April 2026 | 10:21 WIB

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

Departemen Kehakiman AS Selidiki Dugaan Akal Bulus Trump Halangi Investigasi Skandal Epstein

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:59 WIB

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

Predator Seksual Sesama Jenis Berkeliaran Cari Mangsa Remaja Sengaja Tularkan HIV

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:56 WIB

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

Geram Setahun Masalah Tak Kelar! Rano Karno Pimpin Langsung Penertiban Parkir di Lebak Bulus

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:50 WIB

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

Alarm Bahaya! 4700 Warga Malaysia Kehilangan Pekerjaan dalam 16 Hari, Bagaimana di Indonesia?

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:46 WIB

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

Donald Trump Perintahkan Tembak dan Bunuh Jenis Kapal Ini di Selat Hormuz

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:42 WIB

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

Sebut JK Idola, Pakar Komunikasi: Gibran Sudah Belajar Banyak, Tak Lagi Terpancing Kritik Pedas

News | Jum'at, 24 April 2026 | 09:40 WIB