Boikot Rusia, Maukah Negara Arab Bantu Stabilkan Harga Minyak Dunia?

Siswanto, Deutsche Welle

Rabu, 09 Maret 2022 | 14:50 WIB
Boikot Rusia, Maukah Negara Arab Bantu Stabilkan Harga Minyak Dunia?
DW

Suara.com - Sanksi terhadap Rusia belum ampuh tanpa dibarengi embargo minyak dan gas. Kini negara-negara Timur Tengah diharapkan meningkatkan produksi demi menstabilkan harga minyak dunia, agar Rusia bisa sepenuhnya diisolasi.

Seruan boikot terhadap minyak Rusia menguat seiring eskalasi invasi di Ukraina. Dalam sebuah petisi yang dirilis pekan lalu, sebanyak 465 organisasi dari 50 negara mendesak pemerintah masing-masing untuk berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia.

"Kecanduan energi fosil dunia ikut membiayai agresi perang oleh Vladimir Putin,” tulis gabungan organisasi yang antara lain mencakup Greenpeace, Extinction Rebellion dan Fridays for Future tersebut.

Pekan lalu, Institut Studi Energi di Universitas Oxford menempatkan Rusia di urutan kedua dalam daftar negara produsen minyak mentah terbesar di dunia dengan pangsa pasar 14 persen pada 2021 silam.

Sekitar 60 persen minyak Rusia dijual ke Eropa, sementara 35 persen lain diekspor ke Asia. Untuk itu, Eropa setiap hari mentrasfer 350 juta Euro atau sekitar Rp 5,5 triliun ke Rusia.

Para pembuat petisi meyakini, embargo migas akan mampu memaksa Rusia menarik pasukannya dari Ukraina.

Kebergantungan yang tinggi terhadap minyak Rusia menjadi salah satu alasan negara barat belum memberlakukan embargo.

Kini, Eropa dan AS sibuk mencari sumber alternatif demi mencegah destabilisasi pada harga minyak dunia, jika Rusia tidak lagi bisa menawarkan minyak di pasar global.

Tanpa embargo pun, invasi Rusia di Ukraina sudah membuat harga minyak melejit. Pada Senin (7/3), harga minyak jenis Brent mencapai USD 138 per barrel.

baca juga

Brent adalah jenis minyak yang paling banyak diperdagangkan di dunia. Menurut laporan Institut Oxford, analis memprediksi rata-rata harga minyak akan berkisar USD 116 per barrel tahun ini.

Solusi di tangan Saudi Salah satu jalan keluar keterbatasan energi dunia bisa ditawarkan Arab Saudi dan Uni Emirat Arab.

Kedua negara memiliki kemampuan unik menggandakan kapasitas produksi dalam sekejap jika dibutuhkan.

Tapi tidak semudah itu menggantikan pasokan minyak dari Rusia, kata Karen Young, Direktur Program Ekonomi dan Energi di Institut Timur Tengah, Washington, AS.

"Menambah kapasitas produksi tidak berarti bertambahnya eskpor ke Eropa,” katanya kepada DW. "Pasar minyak tidak mudah untuk dialihkan.”

Young mengakui Saudi mampu menstabilkan harga minyak dengan menambah kuota produksi.

Sudah sejak pertengahan Februari lalu, sebelum invasi Rusia dimulai, AS sudah meminta Saudi dan UAE menambah kapasitas produksinya.

Dalam pertemuan terakhir organisasi produsen minyak dunia, OPEC ditambah Rusia, mereka sepakat tidak mengubah rencana kuota produksi minyak seperti yang sudah ditetapkan awal tahun ini. OPEC memutuskan hanya akan menambah produksi secara perlahan pada 2022.

"OPEC punya tradisi panjang tidak mengubah kuota produksi atau jumlah pasokan atas dasar peristiwa politik,” kata Hasan Alhasan, pengamat di International Institute for Strategic Studies di London, Inggris.

"Mereka hanya berubah untuk merespons perubahan di pasar.” Tekanan berganda Alhasan mengakui AS bisa menambah tekananannya terhadap sekutu di teluk. Lagipula menurutnya, Arab Saudi dkk. tidak memiliki kedekatan dengan Moskow.

Namun saat ini, dia memperingatkan tekanan politik belum akan membuahkan perubahan sikap.

Pasalnya, Eropa belum mengisyaratkan siap berhenti membeli minyak dan gas dari Rusia. Alhasan mengatakan, tanpa sanksi itu, "akan sulit untuk mendorong negara-negara teluk untuk mempertaruhkan diri,” katanya.

"Saya kira, permintaan langsung dari Presiden Joe Biden kepada Mohammed bin Salman akan bisa menggerakkan Saudi untuk meningkatkan produksi,”kata Young.

Dia juga meyakini gelombang sanksi yang dijatuhkan perusahaan swasta terhadap Rusia juga bisa mengubah sikap Riyadh. Saat ini, petugas pelabuhan di berbagai kota besar di dunia sudah menolak melayani kapal tanker Rusia.

Hal serupa juga dilakukan sektor perbankan yang menolak pinjaman kredit bagi pembelian minyak Rusia karena takut sanksi. rzn/pkp

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Beli Voucher Game di BRImo Dapat Cashback Saldo 50 Persen

Bri | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:28 WIB

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

22,69 Juta Pengguna Kripto RI, Tantangan Berikutnya Bikin Mereka Tak Lari ke Platform Asing

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:45 WIB

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

Kalimantan Belum Selesai, Karhutla Kini Kepung Papua Tengah: Api Makin Meluas

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:35 WIB

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

AI hingga Microchip, RI-China Buka Jalan Baru Kerja Sama Teknologi

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Bukan Sekadar Hitung Langkah, Galaxy Watch Ultra2 dan Watch9 Bantu Atur Beban Latihan

Tekno | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:20 WIB

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Korban FOMO Merapat! Eksotisnya Wajah Sungai Bogowonto Purworejo Saat Surut

Your Say | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:14 WIB

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

Karhutla Kalimantan Mengganas, Presiden Prabowo Optimistis Bisa Segera Dijinakkan

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:00 WIB

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Investasi RI Tembus Rp1.010 Triliun, HIPMI Dorong Pengusaha Lokal Ikut Menikmati Dampaknya

Bisnis | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

Tampang Maulana Paputungan Ayah Keji Pembunuh Disertai Mutilasi Anak Kandung di Merauke

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

Aktivis Pati Kembali ke Jakarta, Siapkan Massa untuk Aksi 27 Agustus di DPR RI

News | Sabtu, 22 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Terkini

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Ibu Makin Cermat Memilih Produk Perawatan Anak, Bukan Lagi Sekadar Soal Harga

Health | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:54 WIB

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Perkuat Keamanan Ruang Udara Obvitnas, Kilang Plaju Jalani Assessment AIP dan Supervisi SMP

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:49 WIB

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

KemenPPPA Soroti Pentingnya Inklusi Keuangan bagi Perempuan Pelaku Usaha

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:44 WIB

Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku

Viral Anak Bacok Ayah di Deli Serdang, Polisi Amankan Pelaku

Sumut | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:41 WIB

Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta

Membongkar Jual-Beli Kursi Maba Unsoed: Dari 73 Kuota hingga Mahar Rp650 Juta

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:40 WIB

Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe

Projek-D Vol.5 Hadirkan Empat Panggung dan Puluhan Musisi di De Tjolomadoe

Surakarta | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa

Perkuat Pencegahan Karhutla, Mendagri Tito Tekankan Keterlibatan Pemda Hingga Tingkat Desa

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:37 WIB

Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?

Ratu Dewa Target Macet Palembang Turun 40 Persen dalam 90 Hari, Mungkinkah?

Sumsel | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:30 WIB

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

Adriana Elisabet: Separatisme Papua Berawal dari Keluhan yang Tak Direspons Pemerintah

News | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:19 WIB

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Kisah Ustazah Mona: Ibu Bhayangkari Sekaligus Guru PAI yang Siap Harumkan Nama di MTQ Nasional

Jawa Tengah | Senin, 24 Agustus 2026 | 21:12 WIB

×