Penderitaan Warga Kota Mariupol yang Masih Terjebak

Siswanto, BBC

Minggu, 13 Maret 2022 | 18:33 WIB
Penderitaan Warga Kota Mariupol yang Masih Terjebak
BBC

Suara.com - Banyak orang terus berusaha mati-matian menghubungi kerabat terkasih mereka yang terperangkap di kota Mariupol, pada Kamis (10/3). Kota itu hampir terisolasi dari dunia luar karena serangan bom yang meningkat dan membabi-buta dari pasukan Rusia.

Dmytro Gurin, seorang anggota parlemen Ukraina yang dibesarkan di Mariupol, mengatakan orang tuanya terjebak di sana. Terakhir kali dia berhasil menghubungi tetangga orang tuanya itu sekitar empat hari lalu.

"Kami berbicara selama 30 detik setelah mereka pergi ke suatu tempat yang memiliki sinyal. Ada beberapa tempat yang diketahui bisa menangkap sinyal," kata Gurin.

"Mereka mengatakan orang tua saya masih hidup, tinggal di ruang bawah tanah di bawah gedung apartemen mereka.

"Tapi tempat perlindungan itu tidak memiliki cahaya, air, dan toilet. Itu adalah ruang bawah tanah tanpa fasilitas apapun."

Gurin mengatakan orang tuanya terpaksa mencairkan salju di luar untuk minum air dan mencoba memasak makanan di atas api, juga di luar rumah.

"Bisa Anda bayangkan, orang tua Anda, berusia 67 dan 69 tahun, sedang minum salju dan mencoba memasak di atas api di luar, di musim dingin dan ada serangan terus menerus," katanya.

"Ini bukan perang lagi. Ini bukan tentara melawan tentara. Ini adalah pemboman terus-menerus. Ini adalah Rusia melawan kemanusiaan."

Baca juga:

baca juga

Arthur Bondarenko, seorang distributor kopi berusia 35 tahun di Odessa, mengatakan setiap hari dia mengirim pesan kepada teman-temannya, pasangan yang memiliki putra berusia enam tahun. Dia mengaku putus asa.

"Setiap hari saya mengirim pesan kepada mereka , 'Halo, selamat pagi, apa kabar?'

"Tidak ada satu pun pesan yang masuk."

Bondarenko mengatakan terakhir dia berbicara dengan mereka pada 2 Maret.

"Mereka tidak punya air, tidak ada listrik, tidak ada alat pemanas dan tidak ada ruang bawah tanah di rumah mereka."

Mariupol, sebuah kota berpenduduk sekitar 400.000 jiwa, merupakan target strategis utama bagi Rusia.

Jika Rusia berhasil merebutnya, kemungkinan pemberontak yang didukung Rusia di Ukraina timur bisa bergabung dengan pasukan di Krimea, wilayah semenanjung selatan yang dicaplok Rusia pada 2014.

Kota itu kini menjadi sasaran pengeboman selama sembilan hari oleh pasukan Rusia. Gedung-gedung apartemen dan permukiman rata dengan tanah.

Rekaman yang diverifikasi oleh BBC menunjukkan penembakan pada Kamis, membenarkan pernyataan dewan kota bahwa pengeboman sedang berlangsung.

Dmytro Kuleba, menteri luar negeri Ukraina, mengatakan pada Kamis bahwa situasi di Mariupol adalah yang paling sulit di negara itu.

Pada Rabu, dua orang dewasa dan seorang anak perempuan tewas di Mariupol. Sebanyak 17 orang juga terluka akibat serangan dahsyat yang menghancurkan bangsal bersalin dan bangsal anak-anak di sebuah rumah sakit.

Diana Berg, seorang warga Mariupol yang berhasil melarikan diri bersama suaminya pada Jumat, mengatakan dia mengetahui serangan itu dari pemberitaan.

"Kemarin adalah hal yang paling brutal dan mengejutkan," katanya. "Rumah sakit itu sangat dekat dengan tempat saya tinggal, saya berada di sana seminggu sebelumnya. Dokter keluarga saya ada di sana. Saya tidak tahu apakah dia masih hidup," kata Berg.

Berg juga tidak dapat menghubungi ibu mertuanya sejak Sabtu. Dia juga tidak tahu apakah ibu mertuanya masih hidup atau sudah mati.

"Kami mendapat satu pesan setelah kami pergi yang mengatakan bahwa dia masih hidup dan dia tahu kami masih hidup," kata Berg. "Sejak itu kami tidak tahu apa-apa. Kami menggunakan aplikasi Telegram, kami menonton media, itu saja."

Pemerintah kota akhirnya dapat mulai mengumpulkan dan mengubur jasad-jasad yang berada di jalan-jalan, kata wakil wali kota Serhiy Orlov kepada BBC, Kamis. Sejauh ini, diperkirakan sekitar 1.300 warga sipil tewas, kata Orlov.

"Tidak ada kemungkinan kuburan pribadi, karena jumlah korban sangat banyak dan karena pengeboman terjadi terus menerus. Mereka akan dikuburkan secara massal," katanya.

Berg mengatakan berita mengenai kuburan massal telah menyebar melalui grup obrolan Telegram yang digunakan untuk memantau situasi di dalam kota.

"Kami tidak mendapat kabar apapun dari teman-teman kami, yang kami tahu mereka mungkin saja dimakamkan di kuburan massal itu," katanya.

Berbagai upaya evakuasi yang direncanakan untuk penduduk Mariupol telah gagal selama lima hari terakhir, setelah pasukan Rusia kembali mengebom kota itu, meskipun ada perjanjian gencatan senjata.

Orlov mengatakan pemerintah kota siap setiap saat untuk menerapkan rencana evakuasi tetapi tidak ada kesepakatan yang dapat dicapai dengan Rusia untuk membangun koridor kemanusiaan atau zona tanpa aktivitas militer yang menjadi tempat aman untuk bantuan kemanusiaan maupun pengungsi.

Orlov mengatakan 100 warga berusaha meninggalkan Mariupol, pada Kamis, menggunakan mobil pribadi dan melewati pos pemeriksaan Ukraina tetapi mereka dipaksa kembali ketika pasukan Rusia menembak ke titik di dekat mobil-mobil mereka, menghalangi jalan mereka.

Orang tua dan saudara laki-laki Orlov sendiri masih terjebak di Mariupol yang terkepung, katanya, dan dia tidak dapat menghubungi mereka selama sembilan hari.

Krisis kemanusiaan yang serius dikhawatirkan berkembang di Mariupol saat ini, menyusul laporan bahwa orang-orang mencoba mengambil air dari salju dan tidak memiliki akses ke makanan maupun obat-obatan.

Oleksandr Protyah, seorang guru bahasa Inggris berusia 43 tahun, mengatakan ibu dan teman dekatnya terjebak di dalam kota dan temannya mungkin kehabisan obat diabetesnya.

"Saya berhasil mengatur insulin untuknya pada hari pertama perang tetapi itu sudah habis atau akan segera habis," katanya. "Ini adalah bencana kemanusiaan."


Rusia menyerang Ukraina:


Gurin, anggota parlemen, juga memperkirakan akan segera terjadi krisis pangan.

"Hal berikutnya adalah kelaparan," katanya, "Ini bukan lelucon, dalam seminggu Anda akan mengalami kelaparan di pusat Eropa."

Menanggapi serangan di rumah sakit Mariupol pada Rabu, wali kota Mariupol, Vadym Boychenko, menuduh pasukan Rusia melakukan "kejahatan yang tidak memiliki penjelasan".

"Bagaimana ini bisa dibenarkan?" dia berkata. "Ini adalah genosida yang dilakukan Rusia terhadap rakyat kami."

Rusia mengklaim pada Kamis bahwa bangsal bersalin yang dihancurkan dalam serangan itu telah diambil alih oleh pasukan Ukraina jauh sebelum diserang.

Namun, gambar dari tempat kejadian yang ditangkap oleh kantor berita Associated Press menunjukkan staf medis berada di luar setelah ledakan dan seorang wanita hamil sedang ditandu keluar dari gedung.

"Puji Tuhan sebagian besar orang sudah berada di tempat perlindungan," kata Orlov, wakil walikota. "Kalau tidak, itu akan jauh lebih buruk."

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut serangan itu sebagai "kekejaman" dan mengulangi seruannya kepada kekuatan dunia untuk menegakkan zona larangan terbang di atas Ukraina. Sejauh ini permintaan itu ditolak.

Pada Kamis, Menteri Luar Negeri Kuleba menyatakan bahwa rekannya dari Rusia, Sergey Lavrov, mengatakan kepada pejabat Ukraina bahwa Rusia akan melanjutkan agresi sampai Ukraina memenuhi semua tuntutannya, termasuk menyerah.

Svitlana Libet berkontribusi pada laporan ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:38 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Ada Pesan Tersembunyi? Eks Menkeu Purbaya Posting Video Jedag Jedug dengan Lagu Ini: Udah Siap Belum

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:24 WIB

Harga Minyak Mendidih! Arab Saudi Diserang, Negosiasi Damai Resmi Batal Total

Harga Minyak Mendidih! Arab Saudi Diserang, Negosiasi Damai Resmi Batal Total

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:21 WIB

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Toyota Masih Hitung Harga Resmi Land Cruiser FJ untuk Pasar Indonesia

Otomotif | Selasa, 15 September 2026 | 07:12 WIB

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Rekam Jejak Fahd A Rafiq: Suap DPID, Korupsi Al-Qur'an, Kini Kena OTT KPK di Bogor

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:00 WIB

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

Kisah di Balik Reshuffle Purbaya: Ditelepon Mensesneg Saat Rapat, Tak Kembali ke Ruang Sidang

News | Selasa, 15 September 2026 | 06:11 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

Terkini

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Karhutla Masih Membara di Indragiri Hilir, Indragiri Hulu dan Meranti

Riau | Selasa, 15 September 2026 | 07:42 WIB

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

BBWS Petakan 5 Zona Merah Banjir di Bandar Lampung: Cek Wilayah Tempat Tinggal Anda

Lampung | Selasa, 15 September 2026 | 07:41 WIB

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Siapa Amanda Rigby? Ini Profil Calon Istri Andre Taulany yang Disorot

Entertainment | Selasa, 15 September 2026 | 07:38 WIB

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Pelatih Rayo Vallecano Tegaskan Emil Audero Belum Aman, Dani Cardenas Bisa Rebut Posisi Utama

Bola | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bos BI Akui Cadangan Devisa RI Bakal Terus Meningkat , Bisa Tembus Rp2.606 Triliun

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:37 WIB

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Detik-detik Eks Menkeu Purbaya Dicopot dan Kronologi Reshuffle Kilat Bendahara Negara

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

Jangan Takut! Ini Arti Mimpi Melihat Ular Menurut Psikologi, Primbon Jawa, dan Islam

News | Selasa, 15 September 2026 | 07:35 WIB

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Kisah Pilu Sopir dan Kernet Asal Mojokerto yang Terpisah saat KM Virgo Transport 8 Mulai Tenggelam

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 07:34 WIB

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Cerita Paman Aldo, Penumpang Kapal Virgo Transport 8, Niat Bekerja untuk Bantu Orang Tuanya

Surakarta | Selasa, 15 September 2026 | 07:31 WIB

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Review Film Budi Pekerti: Ketika Satu Video Mengubah Segalanya

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 07:30 WIB

×