Belajar dari Pandemi Covid 19, Kabin: Saatnya Kita Punya Medical Intelligence Handal

Iwan Supriyatna

Senin, 14 Maret 2022 | 11:44 WIB
Belajar dari Pandemi Covid 19, Kabin: Saatnya Kita Punya Medical Intelligence Handal
Ilustrasi petugas medis Covid-19. [Suara.com/Eko Faizin]

Suara.com - Pengurangan pembatasan sosial tidak berarti pandemi segera usai. Selalu ada kemungkinan Covid-19 atau varian turunannya merebak kembali atau emerging virus lain muncul menjadi ancaman baru. Saatnya Indonesia memiliki medical intelligence yang tangguh.

Seiring dengan kegiatan penanganan pandemi saat ini, Badan Intelijen Negara (BIN) terus mengembangkan kapasitas dan kapabilitas medical intelligence-nya. Kebijakan strategis ini diambil Kepala BIN (Kabin) Jend Pol (Purn) Budi Gunawan tidak semata karena tuntutan urgensi saat ini, namun lebih jauh untuk kesiapan menghadapi ancaman mendatang.

Objek survailansnya juga tidak hanya virus, tapi mencakup banyak elemen dari ancaman nubika (nuklir, biologi, dan kimia). Menurut UU Nomor 17/ 2011 tentang intelijen negara, BIN harus di lini terdepan dalam menjaga keamanan nasional.

“Berdasarkan data dan fakta terkini, serta foresight medical intelligence dalam rentang tahun atau dekade ke depan, kita tahu emerging virus akan terus muncul. Kita harus siap dan waspada. Indonesia harus memiliki level kemandirian yang memadai untuk mampu menanggulangi berbagai ancaman biologis maupun kimia,” ujar Kepala BIN Jenderal Pol (Purn) Budi Gunawan, Senin (14/3/2022).

Sejak Covid-19 mulai merebak hingga kini BIN memang telah mengaktifkan unit medical intelligent-nya dengan berbagai kegiatan deteksi, identifikasi, asesmen, respon, dan tanggulang. Bekerjasama dengan lembaga lain, BIN juga terlibat dalam penelitian dan produksi vaksin nasional, alat-alat medis, hingga obat-obatan.

Namun di atas itu semua, menurut Kabin Budi Gunawan, kini saatnya Indonesia memiliki medical intelligence yang benar-benar mumpuni menghadapi berbagai ancaman berikutnya.

“Jenis ancaman terhadap keamanan dan keselamatan negara semakin berkembang. Emerging viruses hanya bagian dari objek medical intelligence. Banyak ancaman lain yang dicakup, baik itu hasil buatan manusia karena ketegangan dunia maupun perubahan geopolitik, maupun hasil alami karena perubahan iklim yang mendorong muncul atau bermutasinya virus-kuman-biopatogen. Berbagai studi menunjukkan perubahan iklim akan membawa konsekuensi ancaman kesehatan yang sangat serius saat ini apalagi mendatang,” papar Budi Gunawan.

Pengembangan medical intelligence BIN, lanjut Kabin, diarahkan untuk menjadi terdepan dalam database bioinformatika, kapabel dalam cegah dan deteksi dini, punya antitesis berupa obat-vaksin-peralatan, memiliki rapid response team handal, mewadahi talent-talent terbaik, serta menjalin kerjasama dengan lembaga-lembaga internasional.

Covid-19 tempa Medical Intelligence BIN

baca juga

Pandemi Covid-19 tak ayal menjadi ajang tempa aparat BIN dalam medical intelligence. Hingga memasuki masa landai saat ini, BIN bahkan masih terus menggelar vaksinasi untuk meningkatkan rasio dan memperluas cakupan kekebalan komunitas nasional.

BIN tidak hanya mampu menggalang semua kelompok masyarakat --anak-anak, umum, lansia, hingga anti-vaksin—tetapi juga berhasil menjangkau wilayah 4T: terjauh, terluar, terpencil, dan terdalam. BIN Daerah Kalimantan Utara (Binda Kaltara) misalnya, bergerak hingga ke perbatasan di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.

"Pulau Sebatik merupakan jalur keluar masuk imigran yang harus kita prioritaskan. Kita ingin memastikan kekebalan komunal di wilayah ini segera terbentuk untuk membentengi penularan antar-negara,” ujar Kabinda Kaltara, Brigjen TNI Sulaiman.

Binda Aceh juga mengebut vaksinasi hingga ke semua wilayah provinsi agar penularan yang relatif terkendali bisa terus ditekan. Pendekatan persuasif ke semua kalangan, termasuk yang sempat ragu untuk vaksinasi, memperlancar pencapaian target.

"Kami optimistis target untuk masyarakat umum, anak-anak usia 6-11, dan lansia nanti bisa menembus 90 persen. Dengan begitu, pandemi diharapkan dapat berubah menjadi endemi,” kata Kabinda Aceh, Andi Roediprijatna.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Update Covid-19 Global: Terjadi Lonjakan di Korsel, Jerman, dan Vietnam

Update Covid-19 Global: Terjadi Lonjakan di Korsel, Jerman, dan Vietnam

Health | Senin, 14 Maret 2022 | 11:11 WIB

Waduh, Kasus Pasien Covid-19 Yang Meninggal Dunia di Kabupaten Karawang Bertambah Jadi 1.985 Orang

Waduh, Kasus Pasien Covid-19 Yang Meninggal Dunia di Kabupaten Karawang Bertambah Jadi 1.985 Orang

Bekaci | Senin, 14 Maret 2022 | 10:58 WIB

Gejala Deltacron yang Mesti Diwaspadai: Benarkah Menyebar Secepat Omicron dan Semematikan Delta?

Gejala Deltacron yang Mesti Diwaspadai: Benarkah Menyebar Secepat Omicron dan Semematikan Delta?

Health | Senin, 14 Maret 2022 | 11:05 WIB

Terkini

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

TNI Sempat Minta OPM Menyerah Sebelum Kontak Tembak 45 Menit di Yahukimo

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:32 WIB

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Dari Jurnal Hilang, Berakhir dengan Jatuh Hati: Dilema di Novel Obliviate

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:30 WIB

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Don't Try This at Home! Dokter Hewan Ini Berhasil Hidupkan Anjing Henti Jantung

Tekno | Sabtu, 07 November 2026 | 16:27 WIB

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Pasar Otomotif China Diprediksi Minus pada 2027 Bos Geely Fokus Genjot Ekspor

Otomotif | Sabtu, 07 November 2026 | 16:25 WIB

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

Tak Bela Gibran di Deklarasi Buruh, Said Iqbal: Masa Kami Bela yang Tak Diserang?

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:16 WIB

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Sisi Gelap Tren Renting Generation: Hemat di Awal, Boncos di Akhir?

Your Say | Sabtu, 07 November 2026 | 16:15 WIB

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Body Butter vs Body Lotion Mustika Ratu, Cek Manfaat dan Cara Pakai yang Benar

Lifestyle | Sabtu, 07 November 2026 | 16:10 WIB

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

Mendagri Tito Raih CNN Indonesia Awards 2026 atas Transformasi Tata Kelola Pemda

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:07 WIB

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

Flyer Munaslub Golkar Usung Doli Beredar, Bahlil Murka: Kau Baru Mau Tulis, Kakak Sudah Baca!

News | Sabtu, 07 November 2026 | 16:06 WIB

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Optimalkan Pembiayaan Lewat Pasar Modal

Bisnis | Sabtu, 07 November 2026 | 16:05 WIB

×