Mengapa Cina Anggap Barat Harus Disalahkan Atas Perang Rusia di Ukraina?

Siswanto, Deutsche Welle

Selasa, 15 Maret 2022 | 15:20 WIB
Mengapa Cina Anggap Barat Harus Disalahkan Atas Perang Rusia di Ukraina?
DW

Suara.com - Beijing mengatakan "mentalitas Perang Dingin" dari AS dan NATO menyebabkan perang di Ukraina. Ketika konflik berlanjut, paham itu berpotensi memperkuat persaingan ideologis yang berkembang antara kekuatan dunia.

Sejak awal perang di Ukraina, sudah jelas bahwa Cina tidak akan mengutuk invasi Rusia. Pada 25 Februari, Beijing abstain dari pemungutan suara pada rancangan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mengutuk serangan itu.

Cina juga abstain dari kecaman terhadap perang oleh 141 negara di Majelis Umum PBB. Pekan lalu, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi mengatakan persahabatan Cina dengan Rusia "padat seperti batu karang" dan memiliki "hubungan bilateral paling penting" di dunia yang berkontribusi pada "perdamaian, stabilitas, dan pembangunan."

Wang menyalahkan "mentalitas Perang Dingin" sebagai alasan sebenarnya untuk perang di Ukraina. Slogan ini semakin banyak digunakan oleh Cina dalam beberapa tahun terakhir, terutama dalam kritiknya terhadap Amerika Serikat.

"Kita harus mengatasi mentalitas Perang Dingin dan sebaliknya fokus pada koeksistensi damai dan strategi sama-sama menang," kata Presiden Cina Xi Jinping kepada Forum Ekonomi Dunia di Jenewa pada Januari lalu.

"Satu-satunya hal yang lebih berbahaya adalah mengejar hegemoni dan penindasan terhadap orang lain yang menentang jalannya sejarah," kata Xi. Meskipun dia tidak menyebutkan nama Amerika Serikat, jelas bahwa pesan ini ditujukan ke Washington.

Timur vs Barat Seperti yang sudah diketahui, Perang Dingin berlangsung dari tahun 1947 hingga 1989 dan mencakup dua kubu: yang disebut kekuatan Barat dipimpin oleh AS dan blok Timur yang dipimpin oleh Uni Soviet, yang berpihak pada kapitalisme dan komunisme.

Perang Dingin berakhir dengan disintegrasi blok Timur dan Uni Soviet. Cina, yang berdiri di sisi negara saudara Sovietnya setelah Perang Dunia II, berselisih dengan Moskow pada tahun 1960.

Pemimpin Cina, Mao Zedong dan pemimpin Uni Soviet, Nikita Khrushchev memiliki interpretasi yang berbeda tentang hubungan dengan Barat. Uni Soviet di bawah Khrushchev ingin menjalankan kebijakan "hidup berdampingan secara damai", sementara Mao ingin mengambil jalan yang lebih agresif menuju revolusi global yang dipimpin Komunis.

Hari ini, ketika Cina berbicara tentang "mentalitas Perang Dingin" tidak ada lagi pembicaraan tentang dua kubu yang terpolarisasi.

Dalam pandangan kepemimpinan Cina, Amerika Serikat dan NATO belum mengatasi pola pikir Perang Dingin.

Dalam konteks ini, Rusia secara permanen terancam oleh NATO. Demikian pula, Cina mengatakan terancam oleh strategi Indo-Pasifik AS dan Uni Eropa, seperti misalnya pakta keamanan trilateral yang melibatkan AS, Inggris, dan Australia (AUKUS) di mana AS dan Inggris akan membantu Australia memperoleh nuklir atau bahkan dengan dialog keamanan seperti Dialog Keamanan Segiempat (QUAD), di mana AS, Jepang, India, dan Australia berpartisipasi.

Perang Dingin 2.0 Ungkapan "Perang Dingin 2.0" digunakan untuk merujuk pada meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing, tetapi juga antara Uni Eropa dan Cina.

Pada Maret 2019, Komisi Uni Eropa secara resmi menyatakan Cina sebagai "saingan sistemik." Dari perspektif Cina, terminologi ini mentransfer pemikiran usang dari abad ke-20 ke abad ke-21.

Beijing cenderung melihat Washington, mitra internasionalnya, dan NATO secara sepihak mencari konfrontasi dengan Cina dan juga dengan Rusia.

Ilmuwan politik Michal Lubina dari Universitas Jagiellonian di Krakow, yang telah meneliti hubungan Rusia-Cina selama bertahun-tahun, mengatakan kepada DW bahwa dunia sedang bergerak menuju Perang Dingin baru, dengan Cina sebagai musuh utama Barat.

"Tentu saja, strategi Indo-Pasifik adalah semacam penahanan baru Cina," katanya, seraya menambahkan bahwa Beijing tidak sepenuhnya salah dalam berpikir bahwa Barat sedang mengatur strategi untuk melawan kekuatan Cina.

'Mentalitas Perang Dingin'

Cina dan Rusia Lubina menekankan bahwa baik Cina maupun Rusia bukanlah dermawan tanpa pamrih yang dicegah untuk "berkontribusi pada perdamaian, stabilitas, dan pembangunan dunia," seperti yang dikatakan Wang Yi.

Apa pun yang dikatakan Beijing, bukanlah mentalitas Perang Dingin atau pola pikir kuno abad ke-20 yang memicu perang agresi di Ukraina, melainkan keputusan pemerintah Rusia.

"Tidak ada ancaman apa pun dari Ukraina," kata Lubina. Analis mengatakan pembicaraan Cina tentang mentalitas Perang Dingin dan pembenaran Rusia bahwa tindakannya dimaksudkan untuk mempertahankan diri dari NATO adalah munafik.

Rusia dan Cina sama-sama berpikir dan bertindak dalam kategori Perang Dingin. "Mereka percaya bahwa negara-negara kecil dan menengah tidak memiliki agenda," kata Lubina.

"Saya bahkan akan mengatakan bahwa, jika Rusia menganggap serius Ukraina, tidak akan ada perang. Karena dengan begitu mereka juga akan menganggap serius tentara Ukraina," tambahnya.

Fakta bahwa Taiwan memiliki gagasannya sendiri tentang masa depannya juga tidak dapat diterima oleh Cina, yang menganggap Taiwan sebagai bagian dari negaranya.

Perilaku Cina telah memperjelas bahwa kepemimpinan di Beijing melihat dunia dalam lingkup pengaruh di mana beberapa negara besar sendiri yang memutuskan bagaimana dunia diatur. Pada awal 2010, Menteri Luar Negeri Cina Yang Jiechi mengatakan kepada negara-negara Asia Tenggara: "Cina adalah negara besar.

Negara-negara lain kecil. Begitulah faktanya." Yang menyiratkan bahwa negara-negara Asia Tenggara harus tunduk pada klaim kepemimpinan Cina, sepenuhnya dalam tradisi Perang Dingin. (ha/pkp)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Pasar Global 'Berdarah' Akibat Ancaman Perang Trump, IHSG Malah Meroket!

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:15 WIB

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Lengkap: Fase Grup hingga Final Waktu WIB

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Lengkap: Fase Grup hingga Final Waktu WIB

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:10 WIB

Apakah Cristiano Ronaldo Main di Piala Dunia 2026?

Apakah Cristiano Ronaldo Main di Piala Dunia 2026?

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:07 WIB

Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026

Survei Konsumen BI Laporkan Indeks Keyakinan Konsumen Menurun di Mei 2026

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 09:06 WIB

Update Harga Pertamax dan Pertalite Hari Ini 11 Juni 2026, Ini 3 Alasan Harga BBM Naik

Update Harga Pertamax dan Pertalite Hari Ini 11 Juni 2026, Ini 3 Alasan Harga BBM Naik

Lifestyle | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:53 WIB

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Pekan Pertama 12-18 Juni, Brasil Hingga Spayol

Jadwal Pertandingan Piala Dunia 2026 Pekan Pertama 12-18 Juni, Brasil Hingga Spayol

Bola | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:52 WIB

DPRD DKI Minta RDF Rorotan dan Bantargebang Dioptimalkan Jelang Larangan Open Dumping

DPRD DKI Minta RDF Rorotan dan Bantargebang Dioptimalkan Jelang Larangan Open Dumping

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:50 WIB

Emiten BMHS Gunakan Capex Bangun Skybridge, Berapa Besarannya?

Emiten BMHS Gunakan Capex Bangun Skybridge, Berapa Besarannya?

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:49 WIB

Dimulai! Penyidikan Kasus Penyiksaan Menteri Israel Ben Gvir ke Aktivis Gaza

Dimulai! Penyidikan Kasus Penyiksaan Menteri Israel Ben Gvir ke Aktivis Gaza

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:43 WIB

Rahasia Bogor Hornbills Tekuk Satria Muda 93-82: Serangan Agresif dan Mentalitas 120 Persen

Rahasia Bogor Hornbills Tekuk Satria Muda 93-82: Serangan Agresif dan Mentalitas 120 Persen

Sport | Kamis, 11 Juni 2026 | 08:42 WIB

Terkini

Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah

Daftar Bansos Kini Tak Bisa Asal, Kemensos Bisa Cek Kendaraan, Listrik hingga Aset Tanah

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:10 WIB

Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte

Pramono Minta Daerah Penyangga Ikut Tanggung Beban Transjabodetabek, Minimal Benahi Halte

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 12:04 WIB

Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?

Bukan Hanya Soal Suhu: Apa yang Membuat Hutan Bumi Menyerap Lebih Banyak Karbon?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:55 WIB

Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Wamendagri Ribka Tegaskan Komitmen Kawal Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:41 WIB

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

Segera Lepas Dolar Anda! Dasco Wanti-wanti Agar Tak Rugi Minggu Depan

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:23 WIB

Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global

Disperindag Gelar WIITEX 2026: Perkuat Posisi Produk Teh, Kopi, dan Kakao Jabar di Pasar Global

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:14 WIB

Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim

Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 11:07 WIB

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

Mengapa Krisis Iklim Tak Selesai Saat Dunia Capai Net-Zero Emission? Studi Ungkap Penjelasannya

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:59 WIB

504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?

504 Kepala Daerah Korup Sejak 2005, Mengapa Dana Banpol Tak Mampu Memperbaiki Kualitas Politik?

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:53 WIB

Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo

Menaker Serahkan Dokumen Ratifikasi Konvensi ILO 188 ke Dirjen ILO, Wujudkan Pesan Presiden Prabowo

News | Kamis, 11 Juni 2026 | 10:51 WIB